Jumat, 05 Jun 2026 04:26 WIB

Commuter Line Hari Pertama Lebaran Penuh, Rute Dhoho, Penataran, dan Supas jadi Favorit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mar 2026 18:12 WIB
Suasana penumpang mudik lebaran hari pertama di Stasiun Gubeng Surabaya
Suasana penumpang mudik lebaran hari pertama di Stasiun Gubeng Surabaya

selalu.id - Memasuki hari pertama Lebaran 2026, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya mengoperasikan 50 perjalanan Commuter Line untuk mengantisipasi mobilitas warga yang melakukan silaturahmi ke berbagai daerah penyangga.

Lonjakan penumpang mulai terlihat usai pelaksanaan Salat Id, seiring tingginya minat masyarakat menggunakan kereta komuter sebagai alternatif transportasi yang dinilai lebih praktis dan bebas macet.

Baca Juga: Kereta Api Jadi Transportasi Favorit Turis Berwisata di Jatim saat Libur Lebaran

Rute favorit seperti Dhoho, Penataran, hingga Supas menjadi andalan warga untuk menjangkau wilayah sekitar Surabaya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pihaknya memprioritaskan kenyamanan pengguna, terutama keluarga yang bepergian bersama anak-anak dan lansia.

“Fokus utama hari ini adalah kenyamanan keluarga, mengingat banyaknya pengguna Commuter Line yang membawa anak-anak dan lansia,” ujar Karina dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).

Ia menambahkan, petugas disiagakan penuh di stasiun maupun di dalam kereta untuk memastikan kelancaran arus penumpang.

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

“Petugas kami di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta telah disiagakan ekstra untuk membantu kelancaran alur pengguna mulai dari pintu masuk, naik kereta, di atas kereta bahkan pada saat akan turun dan keluar stasiun,” jelasnya.

Berdasarkan data KAI Commuter, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan volume pengguna tertinggi, mencapai 5.292 orang. Posisi ini mengukuhkan Gubeng sebagai pusat transit utama yang menghubungkan perjalanan antarkota dan transportasi publik di dalam kota.

Di posisi kedua, Stasiun Malang mencatat 2.204 pengguna, disusul Stasiun Sidoarjo dengan 2.195 pengguna. Kedua stasiun tersebut menjadi simpul penting pergerakan warga, baik untuk mudik lokal maupun perjalanan wisata.

Baca Juga: Commuter Line di Jatim Jadi Favorit Transportasi untuk Bepergian ke Wisata

Untuk mengurangi antrean di loket, KAI Commuter mengimbau masyarakat menggunakan aplikasi Access by KAI serta membatasi barang bawaan.

Selain itu, pengamanan diperketat melalui patroli rutin di area stasiun dan dalam kereta guna mengantisipasi kepadatan serta menjaga keselamatan penumpang.

“KAI Commuter mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh pengguna Commuter Line Wilayah 8 Surabaya. KAI Commuter berkomitmen memastikan perjalanan mudik lokal tahun ini bukan sekadar mobilisasi massa, melainkan sebuah perjalanan aman dan berkesan,” tutup Karina.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.