Bupati Jember Fawait Siapkan Forum Komunikasi dengan Pesantren untuk Tekan Kemiskinan
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Senin, 16 Mar 2026 15:58 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.
Hal ini terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan sahur bersama yang digelar Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama para tokoh pondok pesantren se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026).
Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila
Kegiatan yang dihadiri para kiai, gus, dan lora tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren untuk membahas langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pentingnya membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah dan lembaga pesantren.
Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan unsur pemerintah hingga tingkat kecamatan.
"Forum tersebut nantinya akan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan berkoordinasi dengan para camat di setiap wilayah, sehingga komunikasi dengan pesantren dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan," kata Fawait, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jember.
Kedekatan pesantren dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program pemerintah.
Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari pencegahan pernikahan dini hingga edukasi kesiapan berumah tangga bagi para santri sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, pesantren juga diharapkan dapat turut membantu menekan angka stunting melalui penyuluhan gizi dan kesehatan masyarakat.
"Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan sosial dan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat pedesaan," jelas Fawait.
Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan santri dalam program pengembangan pendidikan vokasi yang sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan konsep SMK Global agar lulusan pesantren memiliki keterampilan dan daya saing yang lebih tinggi.
Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menilai posisi Jember sangat potensial sebagai pusat pendidikan pesantren yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran santri dari luar wilayah tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Semakin banyak santri yang belajar di Jember, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Hal ini sekaligus membuka peluang masuknya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pesantren, Pemkab Jember berharap berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan dan dampak turunannya, dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV).
Editor : Zein Muhammad