Selasa, 03 Nov 2026 03:56 WIB

Bupati Jember Fawait Siapkan Forum Komunikasi dengan Pesantren untuk Tekan Kemiskinan

Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.

Hal ini terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan sahur bersama yang digelar Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama para tokoh pondok pesantren se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Kegiatan yang dihadiri para kiai, gus, dan lora tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren untuk membahas langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pentingnya membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah dan lembaga pesantren.

Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan unsur pemerintah hingga tingkat kecamatan.

"Forum tersebut nantinya akan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan berkoordinasi dengan para camat di setiap wilayah, sehingga komunikasi dengan pesantren dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan," kata Fawait, Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jember.

Kedekatan pesantren dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga: Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari pencegahan pernikahan dini hingga edukasi kesiapan berumah tangga bagi para santri sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, pesantren juga diharapkan dapat turut membantu menekan angka stunting melalui penyuluhan gizi dan kesehatan masyarakat.

"Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan sosial dan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat pedesaan," jelas Fawait.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan santri dalam program pengembangan pendidikan vokasi yang sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan konsep SMK Global agar lulusan pesantren memiliki keterampilan dan daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menilai posisi Jember sangat potensial sebagai pusat pendidikan pesantren yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.

Kehadiran santri dari luar wilayah tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semakin banyak santri yang belajar di Jember, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Hal ini sekaligus membuka peluang masuknya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pesantren, Pemkab Jember berharap berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan dan dampak turunannya, dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat