Kamis, 04 Jun 2026 09:28 WIB

Bupati Jember Fawait Siapkan Forum Komunikasi dengan Pesantren untuk Tekan Kemiskinan

Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.

Hal ini terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan sahur bersama yang digelar Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama para tokoh pondok pesantren se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Kegiatan yang dihadiri para kiai, gus, dan lora tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren untuk membahas langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pentingnya membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah dan lembaga pesantren.

Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan unsur pemerintah hingga tingkat kecamatan.

"Forum tersebut nantinya akan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan berkoordinasi dengan para camat di setiap wilayah, sehingga komunikasi dengan pesantren dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan," kata Fawait, Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jember.

Kedekatan pesantren dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari pencegahan pernikahan dini hingga edukasi kesiapan berumah tangga bagi para santri sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, pesantren juga diharapkan dapat turut membantu menekan angka stunting melalui penyuluhan gizi dan kesehatan masyarakat.

"Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan sosial dan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat pedesaan," jelas Fawait.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan santri dalam program pengembangan pendidikan vokasi yang sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan konsep SMK Global agar lulusan pesantren memiliki keterampilan dan daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menilai posisi Jember sangat potensial sebagai pusat pendidikan pesantren yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.

Kehadiran santri dari luar wilayah tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semakin banyak santri yang belajar di Jember, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Hal ini sekaligus membuka peluang masuknya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pesantren, Pemkab Jember berharap berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan dan dampak turunannya, dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.