Rabu, 22 Jul 2026 20:16 WIB

Bupati Jember Fawait Siapkan Forum Komunikasi dengan Pesantren untuk Tekan Kemiskinan

Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.

Hal ini terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan sahur bersama yang digelar Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama para tokoh pondok pesantren se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Kegiatan yang dihadiri para kiai, gus, dan lora tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren untuk membahas langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pentingnya membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah dan lembaga pesantren.

Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan unsur pemerintah hingga tingkat kecamatan.

"Forum tersebut nantinya akan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan berkoordinasi dengan para camat di setiap wilayah, sehingga komunikasi dengan pesantren dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan," kata Fawait, Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jember.

Kedekatan pesantren dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari pencegahan pernikahan dini hingga edukasi kesiapan berumah tangga bagi para santri sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, pesantren juga diharapkan dapat turut membantu menekan angka stunting melalui penyuluhan gizi dan kesehatan masyarakat.

"Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan sosial dan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat pedesaan," jelas Fawait.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan santri dalam program pengembangan pendidikan vokasi yang sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan konsep SMK Global agar lulusan pesantren memiliki keterampilan dan daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menilai posisi Jember sangat potensial sebagai pusat pendidikan pesantren yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.

Kehadiran santri dari luar wilayah tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semakin banyak santri yang belajar di Jember, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Hal ini sekaligus membuka peluang masuknya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pesantren, Pemkab Jember berharap berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan dan dampak turunannya, dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.