Selasa, 21 Jul 2026 18:26 WIB

Bupati Jember Fawait Siapkan Forum Komunikasi dengan Pesantren untuk Tekan Kemiskinan

Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhamad fawait saat bersama para tokoh santri di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pesantren dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.

Hal ini terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan sahur bersama yang digelar Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama para tokoh pondok pesantren se-Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Kegiatan yang dihadiri para kiai, gus, dan lora tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren untuk membahas langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pentingnya membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah dan lembaga pesantren.

Untuk itu, pihaknya berencana membentuk forum komunikasi khusus yang melibatkan unsur pemerintah hingga tingkat kecamatan.

"Forum tersebut nantinya akan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) dan berkoordinasi dengan para camat di setiap wilayah, sehingga komunikasi dengan pesantren dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan," kata Fawait, Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jember.

Kedekatan pesantren dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan dalam berbagai program sosial, mulai dari pencegahan pernikahan dini hingga edukasi kesiapan berumah tangga bagi para santri sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, pesantren juga diharapkan dapat turut membantu menekan angka stunting melalui penyuluhan gizi dan kesehatan masyarakat.

"Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan sosial dan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat pedesaan," jelas Fawait.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan santri dalam program pengembangan pendidikan vokasi yang sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan konsep SMK Global agar lulusan pesantren memiliki keterampilan dan daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menilai posisi Jember sangat potensial sebagai pusat pendidikan pesantren yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.

Kehadiran santri dari luar wilayah tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semakin banyak santri yang belajar di Jember, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Hal ini sekaligus membuka peluang masuknya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pesantren, Pemkab Jember berharap berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan dan dampak turunannya, dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Kebaikan Menghampiri, Baik untuk Pekerjaan hingga Cinta

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Cek segera, banyak kebaikan datang.