Rabu, 22 Jul 2026 04:19 WIB

Bupati Sidoarjo Pastikan RSUD Sidoarjo Barat Beroperasi Pada Akhir Maret 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Mar 2022 20:02 WIB
Bupati Muhdlor saat memeriksa ruangan di RSUD Krian
Bupati Muhdlor saat memeriksa ruangan di RSUD Krian

selalu.id - RSUD Krian alias RSUD Sidoarjo Barat siap beroperasi pada akhir Maret 2022 dengam membuka pelayanan rawat jalan. Seiring dengan pemenuhan fasilitas, pelayanan rawat inap bakal dimulai bulan Juni 2022.

"Nanti bulan Juni 2022 rawat inap bisa dibuka sekaligus grand launching oleh Menteri Kesehatan Pak Budi Gunadi Sadikin," ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali usai memimpin apel bersama karyawan-karyawati RSUD Krian dalam rangka persiapan pelayanan RSUD Krian, Senin (7/3/2022).

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Bupati Muhdlor mengatakan, berdirinya RSUD Krian adalah wujud pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebelumnya pelayanan kesehatan masih terpusat di tengah kota, sehingga warga di kawasan Sidoarjo barat harus menempuh jarak dan waktu yang menyita energi untuk bisa ke RSUD Sidoarjo di pusat kota.

"Sekarang warga Krian, Balongbendo, Tarik, Taman, Waru, Wonoayu dan Prambon tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota untuk mengakses pelayanan kesehatan yang baik," jelas Muhdlor.

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor tersebut berharap pemerataan pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemkab Sidoarjo berjalan sukses. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Untuk itu dirinya berharap dukungan semua pihak. Khususnya karyawan-karyawati RSUD Krian itu sendiri. Pelayanan kesehatan yang prima harus disajikan kepada masyarakat Sidoarjo.

Baca Juga: MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

"Sampean berdiri di sini bukan hanya sekadar cari makan, bukan hanya tentang profesi, tetapi pengabdian kepada Sidoarjo. Maknai kerja sebagai ibadah sehingga berlimpah berkah," pesan Muhdlor kepada para pegawai RSUD Krian.

"Bekerjalah dengan inovatif, dengan kreatif, untuk masyarakat," imbuhnya.

Gus Muhdlor mengatakan, dalam dua pekan ke depan, akan ada penambahan tenaga PNS melalui penugasan ke RSUD Krian. Keseluruhannya mencapai 300 orang pegawai RSUD Krian. Jumlah tersebut menurutnya cukup untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Nantinya penamaan RSUD Krian akan diganti menjadi RSUD Sidoarjo Barat atau RSUD Sibar.

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Sudah kita teken Perbup-nya, bahasa Krian diubah Sidoarjo Barat karena ini bukan hanya kebanggaan Krian, tetapi juga kebanggaan Sidoarjo," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima RSUD Sidoarjo Barat oleh Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman Sp.Pros kepada Plt. Direktur RSUD Krian dr. Abdillah Segaf Alhadad MM yang disaksikan Bupati Muhdlor. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.