Selasa, 20 Okt 2026 01:18 WIB

Waspada Anomali Cuaca, Satpolairud Polres Probolinggo Imbau Warga Berhati-hati ‎

  • Penulis : Inung
  • | Rabu, 04 Mar 2026 21:23 WIB
Petugas gabungan saat melakukan SAR bocah hanyut di pantai duta, Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. (Dok. SAR Probolinggo).
Petugas gabungan saat melakukan SAR bocah hanyut di pantai duta, Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. (Dok. SAR Probolinggo).

selalu.id - Anomali cuaca yang masih terjadi belakangan ini membuat kondisi perairan sulit diprediksi.

Menyikapi hal tersebut, Satpolairud Polres Probolinggo meningkatkan pemantauan di wilayah sungai dan laut untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Baca Juga: Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

‎Cuaca ekstrem berpotensi memicu gelombang tinggi di laut maupun peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar perairan.

‎Perubahan cuaca yang terjadi pun terbilang cepat. Pada pagi hari cuaca bisa terlihat cerah, namun berubah menjadi mendung disertai hujan deras pada sore harinya.

Situasi tersebut berisiko menimbulkan bencana, bahkan dapat menyebabkan korban jiwa.

‎Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

‎‎“Saat ini cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena sewaktu-waktu bisa membahayakan masyarakat,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

‎‎Sebagai langkah antisipasi, petugas rutin melakukan patroli dan memberikan imbauan langsung kepada warga.

‎‎Masyarakat diminta segera keluar dari area perairan, baik sungai maupun laut, ketika cuaca mulai mendung atau menunjukkan tanda-tanda memburuk. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi dan arus deras.

‎Imbauan ini disampaikan menyusul dua insiden yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (21/2/2026), ketika dua anak terseret arus Sungai Pancarglagas di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Hingga kini, satu korban masih dalam pencarian.

Baca Juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

‎Di hari yang sama pada malam harinya, insiden juga terjadi di perairan laut Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.

Seorang nelayan asal Dusun Sembilang II, Desa Kalibuntu, mengalami kecelakaan laut saat hendak pulang usai menangkap cumi-cumi.

Perahu yang ditumpangi bersama dua rekannya dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam. Satu korban dilaporkan masih belum ditemukan.

‎‎“Cuaca ekstrem masih berlangsung. Warga harus waspada dan berhati-hati, terutama saat bermain atau beraktivitas di laut,” imbau I Wayan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).