Kamis, 04 Jun 2026 06:54 WIB

Waspada Anomali Cuaca, Satpolairud Polres Probolinggo Imbau Warga Berhati-hati ‎

  • Penulis : Inung
  • | Rabu, 04 Mar 2026 21:23 WIB
Petugas gabungan saat melakukan SAR bocah hanyut di pantai duta, Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. (Dok. SAR Probolinggo).
Petugas gabungan saat melakukan SAR bocah hanyut di pantai duta, Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. (Dok. SAR Probolinggo).

selalu.id - Anomali cuaca yang masih terjadi belakangan ini membuat kondisi perairan sulit diprediksi.

Menyikapi hal tersebut, Satpolairud Polres Probolinggo meningkatkan pemantauan di wilayah sungai dan laut untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib 

‎Cuaca ekstrem berpotensi memicu gelombang tinggi di laut maupun peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar perairan.

‎Perubahan cuaca yang terjadi pun terbilang cepat. Pada pagi hari cuaca bisa terlihat cerah, namun berubah menjadi mendung disertai hujan deras pada sore harinya.

Situasi tersebut berisiko menimbulkan bencana, bahkan dapat menyebabkan korban jiwa.

‎Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

‎‎“Saat ini cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena sewaktu-waktu bisa membahayakan masyarakat,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru Lahirkan Tiga Dukun Pandita Baru

‎‎Sebagai langkah antisipasi, petugas rutin melakukan patroli dan memberikan imbauan langsung kepada warga.

‎‎Masyarakat diminta segera keluar dari area perairan, baik sungai maupun laut, ketika cuaca mulai mendung atau menunjukkan tanda-tanda memburuk. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi dan arus deras.

‎Imbauan ini disampaikan menyusul dua insiden yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (21/2/2026), ketika dua anak terseret arus Sungai Pancarglagas di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Hingga kini, satu korban masih dalam pencarian.

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026, 10 Tokoh Probolinggo jadi Warga Kehormatan Suku Tengger

‎Di hari yang sama pada malam harinya, insiden juga terjadi di perairan laut Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.

Seorang nelayan asal Dusun Sembilang II, Desa Kalibuntu, mengalami kecelakaan laut saat hendak pulang usai menangkap cumi-cumi.

Perahu yang ditumpangi bersama dua rekannya dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam. Satu korban dilaporkan masih belum ditemukan.

‎‎“Cuaca ekstrem masih berlangsung. Warga harus waspada dan berhati-hati, terutama saat bermain atau beraktivitas di laut,” imbau I Wayan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.