Minggu, 02 Agu 2026 23:58 WIB

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Mobil layanan Home Care program Pemkab Jember untuk warga miskin. (Dok. Pemkab Jember).
Mobil layanan Home Care program Pemkab Jember untuk warga miskin. (Dok. Pemkab Jember).

selalu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Lewat inovasi program Home Care, tim tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan untuk mendatangi langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan penanganan medis secara cuma-cuma

Baca Juga: Sambut Danbrigif Baru, Bupati Fawait Ajak TNI-Polri Saling Merangkul Bangun Jember

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.

Banyak warga miskin yang terpaksa tidak berobat bukan sekadar karena biaya perawatan, melainkan lantaran tidak memiliki ongkos transportasi menuju puskesmas atau rumah sakit.

"Bukan karena tidak mau, tapi mereka memang tidak punya ongkos untuk pergi ke rumah sakit atau puskesmas. Saat tulang punggung keluarga sakit, keluarga yang ditinggalkan pun kehilangan penghasilan untuk makan," tegasnya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Fawait, persoalan kesehatan pada keluarga miskin berdampak domino terhadap kondisi sosial dan ekonomi mereka.

Melalui Home Care, Pemkab Jember ingin mengubah paradigma pelayanan, dari yang semula masyarakat mendatangi fasilitas kesehatan, kini negara yang hadir langsung di rumah warga.

Terhubung Dokter Spesialis hingga Antar Obat Gratis

Layanan Home Care tidak sekadar mencakup pemeriksaan medis dasar. Tim nakes yang berada di lapangan dibekali dengan fasilitas telemedicine yang terhubung langsung dengan dokter spesialis dan sub-spesialis di tiga rumah sakit daerah, yakni RSD dr. Soebandi, RSUD Kalisat, dan RSUD Balung.

Melalui mekanisme ini, pasien dengan indikasi penyakit tertentu bisa langsung berkonsultasi dan memperoleh petunjuk medis tanpa harus dievakuasi ke rumah sakit jika kondisi memungkinkan. Tak hanya itu, resep obat yang dibutuhkan juga akan diantarkan langsung ke lokasi pasien.

Untuk menopang operasional program, Pemkab Jember telah menyiagakan lebih dari 1.200 tenaga kesehatan, termasuk 160 dokter yang terdiri dari dokter umum, spesialis, hingga sub-spesialis.

Baca Juga: Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Pemkab memastikan pengerahan ribuan nakes ini diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu operasional reguler di puskesmas dan rumah sakit.

Dari segi efisiensi anggaran, armada transportasi memanfaatkan kendaraan operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah ada tanpa perlu pengadaan unit baru.

Layanan ini juga dipastikan dapat menjangkau warga yang belum masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan maupun Universal Health Coverage (UHC).

Kolaborasi Lintassektoral dan 5 Kelompok Prioritas

Fawait menegaskan bahwa Home Care dirancang untuk memberikan dampak ganda. Karena masalah kesehatan berkelindan erat dengan kemiskinan, Pemkab Jember mengintegrasikan layanan medis dengan program bantuan sosial melalui Dinas Sosial.

Baca Juga: Program Bunga Desaku, Sentuhan Nyata Bupati Fawait untuk Warga Jember

Apabila tim menemukan keluarga pasien yang mengalami krisis ekonomi akibat kepala keluarga sakit sakitan, pemerintah akan langsung mendata dan menyalurkan bantuan sosial, termasuk bantuan pangan serta penilaian kelayakan hunian.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Jember menetapkan lima kelompok prioritas utama penerima manfaat Home Care.

Di antaranya lansia tunggal, anak terindikasi stunting, ibu hamil risiko tinggi, penyandang disabilitas, dan warga miskin ekstrem.

Bagi warga di luar lima kelompok prioritas tersebut, Pemkab Jember tetap membuka akses pengaduan dan permintaan layanan secara terbuka melalui kanal Hotline Wadul Gus.

"Inilah wujud konkret kehadiran negara dalam memastikan setiap warga negara tanpa memandang status sosial mendapatkan hak dasar atas pelayanan kesehatan yang layak dan bermartabat," pungkas Fawait.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Menurutnya, aspek administrasi, keamanan, hingga perlindungan bagi petugas harus menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya insiden di lapangan.

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Ida Widayati menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

Unsur SAR hingga kini masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian sekaligus memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Hingga kini, KN SAR 249 Permadi bersama tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk pencarian korban dan pendataan ulang.

Update Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: 218 Penumpang Selamat, 4 Meninggal Dunia

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran di perairan utara Sumenep, Madura.