Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M
- Penulis : Zein Muhammad
- | Minggu, 02 Agu 2026 23:34 WIB
selalu.id - Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 resmi menetapkan Bali sebagai tuan rumah untuk laga babak semifinal dan final.
Keputusan ini diambil usai koordinasi antara Ketua SC Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta pihak penyelenggara.
Baca Juga: Ketika Persebaya Mengunci Drama, Menemukan Mahkota di Gianyar Bali
"Saya tetapkan semifinal dan final sesuai persetujuan Ketua Umum PSSI Pak Erick, tempatnya adalah di Bali," tegas Maruarar Sirait dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, keputusan akhir setelah berdiskusi dengan Pemkot Surabaya dan PSSI menyepakati Bali sebagai venue laga penutup edisi tahun ini.
Tak hanya mengumumkan lokasi pertandingan final, Maruarar juga membawa kabar gembira terkait lonjakan nilai apresiasi bagi para peserta. Hadiah utama bagi juara pertama Piala Presiden 2026 dipastikan meroket dari angka awal Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
"Juara pertama Piala Presiden Tahun 2026 dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar, semangat untuk semua klub," jelasnya.
Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pahlawan sebagai tuan rumah fase awal turnamen. Ia optimistis Surabaya bisa mendapatkan porsi menggelar babak final di gelaran mendatang.
"Insya Allah, ketika ada Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya," katanya.
Baca Juga: Soekarno Cup 2026 Bergulir di Jatim: Diikuti 16 Tim se-Indonesia, Final Digelar di GBT
Eri menambahkan, gelaran Piala Presiden bukan sekadar panggung olah bola, melainkan ajang edukasi untuk menghargai tokoh-tokoh yang berjasa bagi sepak bola nasional.
Tingginya daya tarik turnamen ini juga dibuktikan lewat capaian rating siaran televisi yang menyentuh angka 23 persen.
Editor : Arif Ardianto