Senin, 13 Jul 2026 22:11 WIB

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).
Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mengubah nama Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan murid sebagai subjek utama serta memperkuat penerapan Program Madrasah Ramah Anak.

Baca Juga: Kemenag Jatim Ajak Guru Kristen Bentuk Generasi Berkarakter dan Pembawa Damai 

Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin (13/7/2026). Khusus di Jawa Timur, acara dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jatim yang berlangsung secara luring maupun daring.

Diikuti sekitar 21.475 satuan pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta melalui sambungan Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube resmi.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Tujuannya agar pendampingan yang diberikan tepat sasaran guna melahirkan generasi unggul yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

"Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkannya agar tumbuh menjadi generasi yang unggul," jelasnya.

Selain pengembangan bakat, masa ta'aruf juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keagamaan sejak awal masa sekolah. 

Baca Juga: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Murid dibimbing untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami diri sendiri, menghargai sesama, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Kegiatan ini harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati sesama, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih," kata Bahtiar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menegaskan pelaksanaan MATAMUDA harus benar-benar bebas dari praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan. 

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), kegiatan diarahkan untuk membangun kedekatan, kebersamaan, serta rasa saling menghargai antarwarga madrasah.

Baca Juga: 1.752 CPNS Kanwil Kemenag Jatim Resmi Diangkat Jadi PNS

"MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah," tegasnya.

Sugiyo mengajak seluruh tenaga pendidik dan panitia untuk bekerja sama memberikan pengalaman positif bagi murid baru, sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian acara pembukaan di Kanwil Kemenag Jatim turut dimeriahkan penampilan seni dari murid-murid madrasah berprestasi, meliputi tarian tradisional, tembang Jawa, pertunjukan wayang, hingga kemampuan membawakan acara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polsek Kemlagi Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul

Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso hingga Lingkar Timur.

Pakar Hukum Pidana Ubhara Surabaya Sebut Eks Jampidsus Layak Dihukum Mati

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya, Prof, Dr Sholehuddin.

Pemkot Surabaya Larang RT-RW Tarik Sumbangan Agustusan, Ini Risikonya Bila Dilanggar

Kata Eri, jika ada penarikan dengan nominal yang telah ditentukan, praktik tersebut berpotensi dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).

Mobil CR-V Tabrak Dua Motor di Surabaya: Satu Tewas, 1 Terluka

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna memastikan penyebab kecelakaan.