Jumat, 28 Agu 2026 02:46 WIB

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).
Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mengubah nama Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan murid sebagai subjek utama serta memperkuat penerapan Program Madrasah Ramah Anak.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Dikabarkan Mundur dari Jabatannya Demi Kursi PBNU, Berikut Ini Faktanya

Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin (13/7/2026). Khusus di Jawa Timur, acara dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jatim yang berlangsung secara luring maupun daring.

Diikuti sekitar 21.475 satuan pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta melalui sambungan Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube resmi.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Tujuannya agar pendampingan yang diberikan tepat sasaran guna melahirkan generasi unggul yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

"Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkannya agar tumbuh menjadi generasi yang unggul," jelasnya.

Selain pengembangan bakat, masa ta'aruf juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keagamaan sejak awal masa sekolah. 

Baca Juga: Kemenag Jatim Apresiasi Gotong Royong Warga Jombang di Muktamar ke-35 NU

Murid dibimbing untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami diri sendiri, menghargai sesama, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Kegiatan ini harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati sesama, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih," kata Bahtiar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menegaskan pelaksanaan MATAMUDA harus benar-benar bebas dari praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan. 

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), kegiatan diarahkan untuk membangun kedekatan, kebersamaan, serta rasa saling menghargai antarwarga madrasah.

Baca Juga: Momen Kakanwil Kemenag Jatim Pimpin Doa untuk Korban Bencana di NTT hingga Sulteng

"MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah," tegasnya.

Sugiyo mengajak seluruh tenaga pendidik dan panitia untuk bekerja sama memberikan pengalaman positif bagi murid baru, sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian acara pembukaan di Kanwil Kemenag Jatim turut dimeriahkan penampilan seni dari murid-murid madrasah berprestasi, meliputi tarian tradisional, tembang Jawa, pertunjukan wayang, hingga kemampuan membawakan acara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demo di Jakarta Memanas: Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Total, Berikut Daftarnya

Masyarakat yang hendak melintas diimbau untuk memantau update situasi arus lalu lintas secara berkala melalui layanan One Call Center Jasa Marga di nomor 133.

Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Peternakan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu segar, tetapi juga membangun manfaat ekonomi bersama bagi warga dan pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asyari Dinilai Tepat Pimpin PBNU

Gus Kikin dinilai mewakili harapan baru kepemimpinan NU lahir dari rahim pesantren, membawa darah pendiri, berdiri bersih dari kontroversi.

Jurus Wali Kota Surabaya Eri dalam Menambal Potensi Defisit APBD

Eri turut mengimbau masyarakat untuk mengambil peran dalam gerakan penghematan ini, termasuk bijak dalam penggunaan air bersih rumah tangga.

Bromo Kembali Terbakar, Api Merembet ke Arah Jembatan Kaca hingga Villa

Saat ini, petugas gabungan tengah berusaha menyisir lokasi untuk memadamkan api. Namun, ada kendala karena api berada di lereng.

Jaga Keterbukaan Informasi, Polda Jatim Ajak Awak Media Bangun Kemitraan Profesional

Abast menegaskan keterbukaannya terhadap kritik yang disampaikan media sepanjang berdasarkan fakta dan dilakukan secara konstruktif.