Minggu, 18 Okt 2026 22:20 WIB

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).
Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar saat memberikan arahan Zoom Meeting dalam pembukaan MATAMUDA. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mengubah nama Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan murid sebagai subjek utama serta memperkuat penerapan Program Madrasah Ramah Anak.

Baca Juga: Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin (13/7/2026). Khusus di Jawa Timur, acara dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jatim yang berlangsung secara luring maupun daring.

Diikuti sekitar 21.475 satuan pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta melalui sambungan Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube resmi.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Tujuannya agar pendampingan yang diberikan tepat sasaran guna melahirkan generasi unggul yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

"Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkannya agar tumbuh menjadi generasi yang unggul," jelasnya.

Selain pengembangan bakat, masa ta'aruf juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keagamaan sejak awal masa sekolah. 

Baca Juga: IGIC 2026, Menag Nasaruddin: Imam untuk Duta Perdamaian Dunia

Murid dibimbing untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami diri sendiri, menghargai sesama, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Kegiatan ini harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati sesama, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih," kata Bahtiar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menegaskan pelaksanaan MATAMUDA harus benar-benar bebas dari praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan. 

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), kegiatan diarahkan untuk membangun kedekatan, kebersamaan, serta rasa saling menghargai antarwarga madrasah.

Baca Juga: Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

"MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah," tegasnya.

Sugiyo mengajak seluruh tenaga pendidik dan panitia untuk bekerja sama memberikan pengalaman positif bagi murid baru, sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian acara pembukaan di Kanwil Kemenag Jatim turut dimeriahkan penampilan seni dari murid-murid madrasah berprestasi, meliputi tarian tradisional, tembang Jawa, pertunjukan wayang, hingga kemampuan membawakan acara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.