Sabtu, 06 Jun 2026 01:36 WIB

Sowan ke Kiai Sepuh PWNU Jatim, Puan Maharani Dapat Wejangan Gotong Royong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 23:11 WIB
Puan Maharani bersama pengurus PWNU Jatim
Puan Maharani bersama pengurus PWNU Jatim

selalu.id - Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, bersilaturahim dengan para kiai, masyayih dan pengurus PWNU Jawa Timur. Dalam pertemuan itu, Puan menyatakan ingin terus menjahit silaturahim yang pernah dilakukan proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan tokoh-tokoh NU.

"Membangun bangsa Indonesia ini tidak bisa jika tidak dilakukan dengan bergotong royong. Untuk itu, saya datang ke PWNU Jatim ini ingin bersilaturahim dengan para kiai, alim ulama dan para masyayih yang ada di Jatim," ujar Puan, di teras Kantor PWNU Jatim, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Hadir sejumlah kiai sepuh NU di antaranya Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyuri atau Gus Ali, dan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar.

Puan mengatakan, sejak dulu Bung Karno telah menjalin hubungan kedekatan dengan Rois Akbar PBNU KH Hasyim Asy'ari. Kemudian jalinan kedekatan itu dilanjutkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menjabat Ketua Umum PBNU dan Presiden RI keempat.

"Saya sebagai cucu Bung Karno ingin terus melanjutkan kedekatan hubungan itu. Apalagi Jawa Timur terasa sangat spesial, karena Bung Karno lahir dan besar di Jawa Timur, serta dimakamkan di Jawa Timur pula. Sehingga ada semacam kedekatan psikologi bagi saya," ungkapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Menurut Puan, jalinan silaturrahmi ini sangat penting dilakukan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia. Sebab tidak akan mungkin bisa membangun Indonesia jika tidak ada sinergi dan gotong royong dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan NU.

"Tadi saya dapat wejangan dari Gus Ali. Beliau berpesan kepada saya bahwa inti dari silaturahim adalah gotong royong. Itu sejalan dengan inti Pancasila yaitu gotong royong. Untuk itu, saya ingin terus menjalin membangun kedekatan NU dengan PDI Perjuangan, untuk membangun bangsa dan negara Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Putri dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini mengatakan, dirinya memang akan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jatim. Puan pun sowan ke para kiai di Jatim.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dalam kesempatan itu menyatakan, Indonesia bisa merdeka berkat kerjasama dengan para ulama dan kaum nasionalis. "Maka oleh karena itu, kami ingin menjaga bangsa Indonesia bersama-sama ulama dan kaum nasionalis," katanya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.