Kamis, 04 Jun 2026 22:38 WIB

Diduga Rugikan Ratusan Juta, Founder Akademi Crypto Dilaporkan ke Polda Jatim

Foto: Kuasa Hukum Korban, M Lutfi Rizal Farid (kiri) dan Raja Arva (tengah) saat mendampingi korban A dan Y di SPKT Polda Jatim pada Selasa (20/1/2026).
Foto: Kuasa Hukum Korban, M Lutfi Rizal Farid (kiri) dan Raja Arva (tengah) saat mendampingi korban A dan Y di SPKT Polda Jatim pada Selasa (20/1/2026).

selalu.id – Dua orang korban dugaan penipuan investasi crypto melaporkan kasus yang mereka alami ke Satuan Penyelidikan Khusus Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).

Kedua korban masing-masing berinisial A, warga Blitar, dan Y, warga Surabaya. Keduanya didampingi kuasa hukum saat melaporkan dua orang terduga pelaku berinisial TR dan K, yang disebut sebagai founder sebuah akademi crypto.

Baca Juga: 84 Biduan Dangdut di Jatim Korban Arisan Bodong Mengadu ke Armuji, Kerugian Rp1,8 Miliar

Kuasa hukum korban, M Lutfi Rizal Farid, menjelaskan laporan tersebut berawal saat kliennya mengikuti kelas pendidikan crypto yang ditawarkan oleh akademi dimaksud. Namun ketika korban berupaya mengklarifikasi kondisi trading yang dijalani, mereka justru dikeluarkan dan diblokir dari forum komunikasi resmi akademi.

“Klien kami berusaha meminta penjelasan terkait kondisi trading, tetapi malah dikeluarkan dan diblokir dari forum yang digunakan pihak akademi,” ujar Lutfi kepada awak media di SPKT Polda Jatim.

Kuasa hukum lainnya, Raja Arva, menyampaikan dugaan penipuan tersebut telah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, total kerugian dari berbagai korban diperkirakan berkisar antara Rp150 juta hingga Rp750 juta.

Baca Juga: Waspada Kejahatan Layanan OTP, Begini Cara Mulus Pelaku Tipu Korban

“Untuk korban yang melapor hari ini, masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp250 juta dan Rp750 juta,” kata Raja Arva.

Lutfi menjelaskan modus yang digunakan diduga melalui penjualan kelas pendidikan crypto dengan berbagai pilihan paket. Paket tersebut antara lain kelas berlangganan dengan biaya Rp9 juta per bulan, serta paket seumur hidup senilai Rp41 juta.

“Korban dijanjikan keuntungan berlipat dari aktivitas trading crypto yang diajarkan dalam kelas tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Perselisihan Bisnis Vanili di Surabaya Memanas, Berujung Saling Lapor

Menurut Lutfi, kelas pendidikan tersebut diselenggarakan secara daring, sehingga jangkauan pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga menyoroti klaim profesionalisme yang digunakan pihak akademi dalam menarik peserta, yang dinilai belum memiliki dasar akademis atau sertifikasi yang jelas.

“Saat ini baru dua korban yang melapor. Kami berharap korban lain yang mengalami hal serupa dapat menggunakan hak hukumnya untuk membuat laporan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.