Minggu, 18 Okt 2026 02:18 WIB

Beli Daihatsu GrandMax Berujung Petaka, Warga Surabaya Tertipu Sales Gadungan Ratusan Juta

Tersangka saat diamankan di Mapolsek Rungkut Surabaya. (Dok. Polsek Rungkut Surabaya).
Tersangka saat diamankan di Mapolsek Rungkut Surabaya. (Dok. Polsek Rungkut Surabaya).

selalu.id - Niat memiliki mobil baru berubah menjadi pengalaman pahit bagi seorang calon pembeli di Surabaya. Kepercayaan yang diberikan kepada seseorang yang mengaku mewakili dealer justru berujung kerugian ratusan juta rupiah.

Korban awalnya tertarik membeli satu unit Daihatsu GrandMax 1.3 setelah menerima brosur promosi dari sebuah dealer di kawasan Kalirungkut. 

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Dari brosur tersebut, korban kemudian berkomunikasi dengan pria berinisial Z (39), warga Cerme, Kabupaten Gresik, yang mengaku dapat membantu proses pembelian kendaraan.

Pertemuan di lingkungan dealer membuat korban semakin yakin bahwa seluruh proses transaksi berjalan secara resmi. Pelaku juga menggunakan identitas perusahaan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

"Dari hasil penyelidikan diketahui korban percaya kepada pelaku karena pertemuan dilakukan di lingkungan dealer dan pelaku juga menggunakan identitas perusahaan sehingga menimbulkan keyakinan bahwa transaksi tersebut resmi," kata Kapolsek Rungkut, Kompol Agus Santoso, Kamis (16/7/2026).

Setelah menyetorkan uang tanda jadi sebesar Rp5 juta, korban kembali diminta melunasi pembayaran kendaraan. Atas arahan pelaku, dana sebesar Rp212.450.000 ditransfer ke rekening pribadi dengan janji mobil akan segera diserahkan.

Harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Mobil yang dijanjikan tak kunjung datang. Saat korban menghubungi pihak dealer, barulah terungkap bahwa perusahaan hanya menerima uang tanda jadi sebesar Rp2 juta. 

Dana pelunasan yang telah ditransfer ternyata tidak pernah masuk ke rekening resmi dealer.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

"Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa pihak dealer hanya menerima uang tanda jadi sebesar Rp2 juta. Sementara dana pelunasan yang ditransfer korban tidak pernah masuk ke rekening perusahaan," jelas Agus.

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada Z. Dari pemeriksaan, pelaku mengakui sebagian besar uang tersebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi, membayar utang, hingga bermain judi online.

Pelaku sempat mengembalikan Rp47 juta kepada korban, namun kerugian yang tersisa masih mencapai sekitar Rp164,45 juta.

Polsek Rungkut akhirnya mengamankan Z beserta sejumlah barang bukti, di antaranya kwitansi transaksi, rekening koran, kartu identitas perusahaan, dokumen Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), serta kwitansi resmi milik dealer sebagai pembanding.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan transaksi pembelian kendaraan. 

Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan selalu dikonfirmasi kepada pihak dealer agar terhindar dari modus serupa.

Kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang mengalami kerugian dengan pola yang sama.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.