Rabu, 22 Jul 2026 00:07 WIB

Hendak Wisata ke Jatim Park, Begini Kronologi Bus Tertabrak KA di Tulungagung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Feb 2022 13:19 WIB
Kondisi bus yang terabrak KA Doho di Tulungagung
Kondisi bus yang terabrak KA Doho di Tulungagung

selalu.id - Bus PO Harapan Jaya yang tertabrak Kereta Api Doho jurusan Blitar-Surabaya hingga terwaskan 4 orang di Tulungagung, Minggu (27/2/2022) sedianya hendak berwisata ke Malang.

Diinformasikan, bus tersebut adalah rombongan yang memuat penumpang yang hendak berwisata ke Jatim Park, Malang. Rombongan berjumlah 3 bus dari Desa Ketaton, Kedungwaru, Tulungagung.

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Saat melintas di perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu yang berada di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru itulah bus tersambar yang mengakibatkan 4 orang tewas di lokasi termasuk sopir bus.

Kronologinya, tiga bus diketahui berangkat dari toko plastik di Desa Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung. Sesampainya di perlintasan kereta api di Desa Ketanon, sekitar pukul 05.20 WIB, Bus melintas secara bergantian. Bus pertama berhasil melintas, namun naas, saat bus kedua hendak melintas, bersamaan melaju KA Doho relasi Blitar – Surabaya dari arah Tulungagung dan menabrak bus.

Baca Juga: Wisata Batu Malang yang Bikin Kangen, Nomor 3 dan 4 Wonderful

Tabrakan cukup keras terjadi yang mengakibatkan bagian depan dan belakang bus rusak parah. Kecelakaan ini juga merusak bagian depan lokomotif kereta api yang terlihat penyok. Dilaporkan 4 orang tewas dalam kejadian ini.

Petugas dan masyarakat berupaya untuk mengevakuasi korban dan melarikan ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Commuter Line Hari Pertama Lebaran Penuh, Rute Dhoho, Penataran, dan Supas jadi Favorit

Sementara itu, Kapolsek Kedungwaru, AKP Siswanto mengatakan, perlintasan ini bukan jalur utama Kediri-Tulungagung, namun sebagai jalan alternatif yang lumayan ramai dilintasi pengendara.

"Setiap hari ada penjaga perlintasan kereta api minimal 2 orang. Tetapi, pagi ini masih belum ada masyarakat yang menjaga perlintasan," ujarnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.