Selain Kerusakan Fisik, Pakar ITS Sebut Hujan Es Juga Berbahaya Bagi Lingkungan
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 24 Feb 2022 10:32 WIB
selalu.id - Kota Surabaya dihebohkan dengan fenomena hujan es yang turun bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang pada Senin (21/2/2022) lalu.
Selain menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah fasilitas umum dan pribadi, hujan es disertai angin kencang disebut juga memberi dampak bagi tercemarnya kualitas udara ambien.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Kepala Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Arie Dipareza Syafei, menjelaskan bahwa hujan es sebenarnya memiliki kandungan yang tidak jauh berbeda dengan hujan biasa.
"Hanya berbeda bentuk, yang satu air, yang satu padat," ujar Arie, Rabu (23/2/2022).
Arie membenarkan bahwa hujan es membawa polutan dari atmosfer. Bukan sekadar membawa partikel debu yang berukuran kecil.
Akan tetapi, hujan es juga mengandung gas-gas emisi seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida.
Kata dia, hujan memang membawa polutan karena zat-zat emisi dari bumi akan bertumbukan dan menempel dengan droplet air yang ada di atmosfer.
"Dalam kasus hujan es, campuran air tersebut mengalami kristalisasi akibat pergerakan udara yang mempengaruhi suhu," jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Lebih lanjut Arie menjelaskan, Mengingat hujan es biasanya disertai angin kencang, hal yang harus diwaspadai adalah sebaran polutan yang meluas. Sehingga turbulensi angin akan mempercepat proses pengenceran polutan.
"Maksudnya, gugus-gugus emisi yang ada dalam hujan es akan terdispersi secara lebih cepat dan luas,"jelasnya.
Arie menambahkan, ketika angin bergerak lurus secara horizontal, polutan yang ada di dalam hujan es berpotensi terbawa ke wilayah lain yang ada di dekatnya.
"Seperti kemarin, fenomena hujan es tidak hanya terjadi di Surabaya, tapi dikabarkan juga terjadi di Madiun, Nganjuk, hingga Kediri," ungkapnya.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Arie berharap, pengalaman menyaksikan hujan es membuat masyarakat lebih berhati-hati dan teredukasi.
Masyarakat harus sadar bahwa dalam bongkahan-bongkahan es tersebut terkandung senyawa polutan yang tidak ramah bagi lingkungan dan kesehatan.
"Jangan mentang-mentang hujan es, dipakai untuk minum es teh," candanya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi