Kamis, 04 Jun 2026 20:41 WIB

Wisata Surabaya Dinilai Minim Kontribusi PAD, DPRD Singgung KBS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Des 2025 19:25 WIB
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Menutup tahun anggaran 2025, DPRD Surabaya menyoroti kinerja sektor pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan semakin ketatnya kondisi fiskal daerah.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Berkurangnya transfer pusat memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam situasi tersebut, setiap sektor dituntut memberikan nilai tambah, termasuk pariwisata yang diharapkan menjadi salah satu penopang pendapatan daerah.

 

Namun hingga akhir tahun, sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum menunjukkan kinerja sebanding dengan besarnya aset yang dimiliki. Pengelolaan wisata dinilai masih bersifat administratif dan minim terobosan, sehingga belum mampu mendorong peningkatan kunjungan maupun pendapatan secara signifikan.

 

Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kondisi tersebut tercermin pada pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Menurutnya, KBS sebagai aset strategis daerah hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, sehingga berdampak pada arah pengelolaan dan pengambilan keputusan.

 

“Kalau KBS tidak punya dirut definitif, pengelolaannya pasti tidak bisa maksimal. Padahal ini aset besar milik kota yang seharusnya bisa menjadi penopang PAD, apalagi di tengah berkurangnya dana dari pusat,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu, Rabu (17/12/2025).

 

Ia menilai, tanpa kepemimpinan yang jelas, KBS cenderung berjalan rutin tanpa arah pengembangan. Di sisi lain, biaya operasional tetap ditanggung APBD dan berpotensi menjadi beban anggaran jika tidak diimbangi peningkatan kinerja dan pendapatan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Sorotan juga diarahkan pada pengelolaan wisata baru, seperti wisata offroad Tahura Pakal yang diperkenalkan Pemkot Surabaya. Meski menawarkan konsep berbeda, sistem pengelolaan dinilai masih kaku dan berorientasi administrasi.

 

“Wisata itu harusnya fleksibel dan ramah pengunjung. Kalau semua harus daftar online dengan sistem yang kaku, orang bisa berpikir ulang untuk datang. Ini menunjukkan pengelolaan masih berorientasi administrasi, bukan pasar,” kata Yona yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

 

Selain itu, kawasan wisata Kota Tua Surabaya yang diharapkan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah juga dinilai belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Persoalan penataan kawasan dan aktivitas yang mengganggu kenyamanan masih menjadi catatan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

“Kalau bicara wisata, rasa aman dan nyaman itu kunci. Kota Tua ini potensinya besar, tapi kalau pengunjung masih merasa tidak nyaman, tentu sulit berharap kunjungan meningkat,” ujarnya.

 

Yona menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus dilihat dalam konteks tantangan fiskal daerah. Dengan menurunnya dana transfer pusat, Pemkot Surabaya dituntut memastikan seluruh aset daerah dikelola secara produktif dan tidak hanya menyerap belanja rutin.

 

“Dalam kondisi fiskal seperti sekarang, kita tidak bisa lagi membiarkan aset daerah berjalan apa adanya. Wisata harus dikelola secara profesional dan berorientasi hasil, supaya PAD bisa naik dan APBD tidak terus terbebani,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.