Minggu, 15 Feb 2026 11:24 WIB

Wisata Surabaya Dinilai Minim Kontribusi PAD, DPRD Singgung KBS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Des 2025 19:25 WIB
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Menutup tahun anggaran 2025, DPRD Surabaya menyoroti kinerja sektor pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan semakin ketatnya kondisi fiskal daerah.

 

Baca Juga: Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Berkurangnya transfer pusat memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam situasi tersebut, setiap sektor dituntut memberikan nilai tambah, termasuk pariwisata yang diharapkan menjadi salah satu penopang pendapatan daerah.

 

Namun hingga akhir tahun, sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum menunjukkan kinerja sebanding dengan besarnya aset yang dimiliki. Pengelolaan wisata dinilai masih bersifat administratif dan minim terobosan, sehingga belum mampu mendorong peningkatan kunjungan maupun pendapatan secara signifikan.

 

Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kondisi tersebut tercermin pada pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Menurutnya, KBS sebagai aset strategis daerah hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, sehingga berdampak pada arah pengelolaan dan pengambilan keputusan.

 

“Kalau KBS tidak punya dirut definitif, pengelolaannya pasti tidak bisa maksimal. Padahal ini aset besar milik kota yang seharusnya bisa menjadi penopang PAD, apalagi di tengah berkurangnya dana dari pusat,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu, Rabu (17/12/2025).

 

Ia menilai, tanpa kepemimpinan yang jelas, KBS cenderung berjalan rutin tanpa arah pengembangan. Di sisi lain, biaya operasional tetap ditanggung APBD dan berpotensi menjadi beban anggaran jika tidak diimbangi peningkatan kinerja dan pendapatan.

 

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

Sorotan juga diarahkan pada pengelolaan wisata baru, seperti wisata offroad Tahura Pakal yang diperkenalkan Pemkot Surabaya. Meski menawarkan konsep berbeda, sistem pengelolaan dinilai masih kaku dan berorientasi administrasi.

 

“Wisata itu harusnya fleksibel dan ramah pengunjung. Kalau semua harus daftar online dengan sistem yang kaku, orang bisa berpikir ulang untuk datang. Ini menunjukkan pengelolaan masih berorientasi administrasi, bukan pasar,” kata Yona yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

 

Selain itu, kawasan wisata Kota Tua Surabaya yang diharapkan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah juga dinilai belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Persoalan penataan kawasan dan aktivitas yang mengganggu kenyamanan masih menjadi catatan.

 

Baca Juga: Reses di Tambak Osowilangun, Yona Bagus Kucurkan Bantuan dan Singgung Validitas DTSEN

“Kalau bicara wisata, rasa aman dan nyaman itu kunci. Kota Tua ini potensinya besar, tapi kalau pengunjung masih merasa tidak nyaman, tentu sulit berharap kunjungan meningkat,” ujarnya.

 

Yona menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus dilihat dalam konteks tantangan fiskal daerah. Dengan menurunnya dana transfer pusat, Pemkot Surabaya dituntut memastikan seluruh aset daerah dikelola secara produktif dan tidak hanya menyerap belanja rutin.

 

“Dalam kondisi fiskal seperti sekarang, kita tidak bisa lagi membiarkan aset daerah berjalan apa adanya. Wisata harus dikelola secara profesional dan berorientasi hasil, supaya PAD bisa naik dan APBD tidak terus terbebani,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.