Kamis, 04 Jun 2026 14:26 WIB

Wisata Surabaya Dinilai Minim Kontribusi PAD, DPRD Singgung KBS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Des 2025 19:25 WIB
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Menutup tahun anggaran 2025, DPRD Surabaya menyoroti kinerja sektor pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan semakin ketatnya kondisi fiskal daerah.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Berkurangnya transfer pusat memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam situasi tersebut, setiap sektor dituntut memberikan nilai tambah, termasuk pariwisata yang diharapkan menjadi salah satu penopang pendapatan daerah.

 

Namun hingga akhir tahun, sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum menunjukkan kinerja sebanding dengan besarnya aset yang dimiliki. Pengelolaan wisata dinilai masih bersifat administratif dan minim terobosan, sehingga belum mampu mendorong peningkatan kunjungan maupun pendapatan secara signifikan.

 

Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kondisi tersebut tercermin pada pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Menurutnya, KBS sebagai aset strategis daerah hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, sehingga berdampak pada arah pengelolaan dan pengambilan keputusan.

 

“Kalau KBS tidak punya dirut definitif, pengelolaannya pasti tidak bisa maksimal. Padahal ini aset besar milik kota yang seharusnya bisa menjadi penopang PAD, apalagi di tengah berkurangnya dana dari pusat,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu, Rabu (17/12/2025).

 

Ia menilai, tanpa kepemimpinan yang jelas, KBS cenderung berjalan rutin tanpa arah pengembangan. Di sisi lain, biaya operasional tetap ditanggung APBD dan berpotensi menjadi beban anggaran jika tidak diimbangi peningkatan kinerja dan pendapatan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Sorotan juga diarahkan pada pengelolaan wisata baru, seperti wisata offroad Tahura Pakal yang diperkenalkan Pemkot Surabaya. Meski menawarkan konsep berbeda, sistem pengelolaan dinilai masih kaku dan berorientasi administrasi.

 

“Wisata itu harusnya fleksibel dan ramah pengunjung. Kalau semua harus daftar online dengan sistem yang kaku, orang bisa berpikir ulang untuk datang. Ini menunjukkan pengelolaan masih berorientasi administrasi, bukan pasar,” kata Yona yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

 

Selain itu, kawasan wisata Kota Tua Surabaya yang diharapkan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah juga dinilai belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Persoalan penataan kawasan dan aktivitas yang mengganggu kenyamanan masih menjadi catatan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

“Kalau bicara wisata, rasa aman dan nyaman itu kunci. Kota Tua ini potensinya besar, tapi kalau pengunjung masih merasa tidak nyaman, tentu sulit berharap kunjungan meningkat,” ujarnya.

 

Yona menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus dilihat dalam konteks tantangan fiskal daerah. Dengan menurunnya dana transfer pusat, Pemkot Surabaya dituntut memastikan seluruh aset daerah dikelola secara produktif dan tidak hanya menyerap belanja rutin.

 

“Dalam kondisi fiskal seperti sekarang, kita tidak bisa lagi membiarkan aset daerah berjalan apa adanya. Wisata harus dikelola secara profesional dan berorientasi hasil, supaya PAD bisa naik dan APBD tidak terus terbebani,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.