Senin, 02 Nov 2026 00:39 WIB

Wisata Surabaya Dinilai Minim Kontribusi PAD, DPRD Singgung KBS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Des 2025 19:25 WIB
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Menutup tahun anggaran 2025, DPRD Surabaya menyoroti kinerja sektor pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan semakin ketatnya kondisi fiskal daerah.

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Berkurangnya transfer pusat memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam situasi tersebut, setiap sektor dituntut memberikan nilai tambah, termasuk pariwisata yang diharapkan menjadi salah satu penopang pendapatan daerah.

 

Namun hingga akhir tahun, sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya dinilai belum menunjukkan kinerja sebanding dengan besarnya aset yang dimiliki. Pengelolaan wisata dinilai masih bersifat administratif dan minim terobosan, sehingga belum mampu mendorong peningkatan kunjungan maupun pendapatan secara signifikan.

 

Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kondisi tersebut tercermin pada pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Menurutnya, KBS sebagai aset strategis daerah hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, sehingga berdampak pada arah pengelolaan dan pengambilan keputusan.

 

“Kalau KBS tidak punya dirut definitif, pengelolaannya pasti tidak bisa maksimal. Padahal ini aset besar milik kota yang seharusnya bisa menjadi penopang PAD, apalagi di tengah berkurangnya dana dari pusat,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu, Rabu (17/12/2025).

 

Ia menilai, tanpa kepemimpinan yang jelas, KBS cenderung berjalan rutin tanpa arah pengembangan. Di sisi lain, biaya operasional tetap ditanggung APBD dan berpotensi menjadi beban anggaran jika tidak diimbangi peningkatan kinerja dan pendapatan.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Sorotan juga diarahkan pada pengelolaan wisata baru, seperti wisata offroad Tahura Pakal yang diperkenalkan Pemkot Surabaya. Meski menawarkan konsep berbeda, sistem pengelolaan dinilai masih kaku dan berorientasi administrasi.

 

“Wisata itu harusnya fleksibel dan ramah pengunjung. Kalau semua harus daftar online dengan sistem yang kaku, orang bisa berpikir ulang untuk datang. Ini menunjukkan pengelolaan masih berorientasi administrasi, bukan pasar,” kata Yona yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

 

Selain itu, kawasan wisata Kota Tua Surabaya yang diharapkan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah juga dinilai belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Persoalan penataan kawasan dan aktivitas yang mengganggu kenyamanan masih menjadi catatan.

 

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

“Kalau bicara wisata, rasa aman dan nyaman itu kunci. Kota Tua ini potensinya besar, tapi kalau pengunjung masih merasa tidak nyaman, tentu sulit berharap kunjungan meningkat,” ujarnya.

 

Yona menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus dilihat dalam konteks tantangan fiskal daerah. Dengan menurunnya dana transfer pusat, Pemkot Surabaya dituntut memastikan seluruh aset daerah dikelola secara produktif dan tidak hanya menyerap belanja rutin.

 

“Dalam kondisi fiskal seperti sekarang, kita tidak bisa lagi membiarkan aset daerah berjalan apa adanya. Wisata harus dikelola secara profesional dan berorientasi hasil, supaya PAD bisa naik dan APBD tidak terus terbebani,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.