Jumat, 05 Jun 2026 13:52 WIB

Tunda Pembangunan Tanggul Laut, Pengendalian Banjir di Surabaya Masih Andalkan Infrastruktur Lama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Des 2025 17:22 WIB
Suasana di laut Surabaya
Suasana di laut Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda rencana pembangunan tanggul laut sebagai upaya penanganan banjir rob.

Hingga kini, pembangunan tanggul dinilai belum memungkinkan sehingga pemkot memilih fokus pada optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan solusi yang dianggap realistis saat ini adalah memperbaiki dan memaksimalkan infrastruktur pengendalian air yang sudah ada.

“Penanganan banjir rob itu memang harus ada tanggul laut, kemudian dilengkapi pintu air dan pompa air,” ujar Syamsul, Senin (8/12/2025).

Syamsul menyebut wilayah timur Surabaya dianggap memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Ia mengklaim pintu air dan pompa di kawasan tersebut cukup untuk menekan risiko banjir rob.

Berbeda dengan wilayah barat. Menurut Syamsul, sejumlah kawasan seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi hingga kini belum memiliki fasilitas pengendali air yang memadai.

“Wilayah barat itu ada sekitar lima akses menuju laut. Rumah pompa akan kami agendakan di tiga atau empat sungai tersebut,” katanya.

Ia menyebut hanya Balong dan Kandangan yang saat ini sudah memiliki pompa air. Tiga lokasi lain Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih belum tersentuh.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Syamsul menegaskan pembangunan tanggul laut belum bisa direalisasikan secara menyeluruh. Selain menyangkut biaya dan kerumitan teknis, menurutnya tidak semua kawasan pesisir membutuhkan tanggul.

“Di wilayah barat, seperti Kalianak, itu sudah ada tanggul. Memang bukan tanggul laut, tapi sudah menjadi proteksi terhadap air laut,” jelasnya.

Ia juga menyebut sebagian tanah di kawasan barat telah ditinggikan oleh pengembang maupun kawasan pergudangan. Kondisi itu membuat pemkot hanya menambah fasilitas pendukung.

“Karena tanahnya milik pengembang dan sudah ditinggikan, kita tinggal melengkapi saja,” ujarnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Terkait fungsi bozem, Syamsul menjelaskan fasilitas tersebut tetap menjadi andalan sebagai penampung sementara air dari darat ketika pasang laut terjadi.

Surabaya memiliki tiga bozem utama Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan masing-masing berkapasitas sekitar 80 ribu meter kubik.

“Tinggal kekuatan pompa yang harus kita optimalkan,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.