Jumat, 05 Jun 2026 20:34 WIB

Tunda Pembangunan Tanggul Laut, Pengendalian Banjir di Surabaya Masih Andalkan Infrastruktur Lama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Des 2025 17:22 WIB
Suasana di laut Surabaya
Suasana di laut Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda rencana pembangunan tanggul laut sebagai upaya penanganan banjir rob.

Hingga kini, pembangunan tanggul dinilai belum memungkinkan sehingga pemkot memilih fokus pada optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan solusi yang dianggap realistis saat ini adalah memperbaiki dan memaksimalkan infrastruktur pengendalian air yang sudah ada.

“Penanganan banjir rob itu memang harus ada tanggul laut, kemudian dilengkapi pintu air dan pompa air,” ujar Syamsul, Senin (8/12/2025).

Syamsul menyebut wilayah timur Surabaya dianggap memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Ia mengklaim pintu air dan pompa di kawasan tersebut cukup untuk menekan risiko banjir rob.

Berbeda dengan wilayah barat. Menurut Syamsul, sejumlah kawasan seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi hingga kini belum memiliki fasilitas pengendali air yang memadai.

“Wilayah barat itu ada sekitar lima akses menuju laut. Rumah pompa akan kami agendakan di tiga atau empat sungai tersebut,” katanya.

Ia menyebut hanya Balong dan Kandangan yang saat ini sudah memiliki pompa air. Tiga lokasi lain Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih belum tersentuh.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Syamsul menegaskan pembangunan tanggul laut belum bisa direalisasikan secara menyeluruh. Selain menyangkut biaya dan kerumitan teknis, menurutnya tidak semua kawasan pesisir membutuhkan tanggul.

“Di wilayah barat, seperti Kalianak, itu sudah ada tanggul. Memang bukan tanggul laut, tapi sudah menjadi proteksi terhadap air laut,” jelasnya.

Ia juga menyebut sebagian tanah di kawasan barat telah ditinggikan oleh pengembang maupun kawasan pergudangan. Kondisi itu membuat pemkot hanya menambah fasilitas pendukung.

“Karena tanahnya milik pengembang dan sudah ditinggikan, kita tinggal melengkapi saja,” ujarnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Terkait fungsi bozem, Syamsul menjelaskan fasilitas tersebut tetap menjadi andalan sebagai penampung sementara air dari darat ketika pasang laut terjadi.

Surabaya memiliki tiga bozem utama Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan masing-masing berkapasitas sekitar 80 ribu meter kubik.

“Tinggal kekuatan pompa yang harus kita optimalkan,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.