Rabu, 22 Jul 2026 06:46 WIB

Tunda Pembangunan Tanggul Laut, Pengendalian Banjir di Surabaya Masih Andalkan Infrastruktur Lama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Des 2025 17:22 WIB
Suasana di laut Surabaya
Suasana di laut Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda rencana pembangunan tanggul laut sebagai upaya penanganan banjir rob.

Hingga kini, pembangunan tanggul dinilai belum memungkinkan sehingga pemkot memilih fokus pada optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan solusi yang dianggap realistis saat ini adalah memperbaiki dan memaksimalkan infrastruktur pengendalian air yang sudah ada.

“Penanganan banjir rob itu memang harus ada tanggul laut, kemudian dilengkapi pintu air dan pompa air,” ujar Syamsul, Senin (8/12/2025).

Syamsul menyebut wilayah timur Surabaya dianggap memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Ia mengklaim pintu air dan pompa di kawasan tersebut cukup untuk menekan risiko banjir rob.

Berbeda dengan wilayah barat. Menurut Syamsul, sejumlah kawasan seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi hingga kini belum memiliki fasilitas pengendali air yang memadai.

“Wilayah barat itu ada sekitar lima akses menuju laut. Rumah pompa akan kami agendakan di tiga atau empat sungai tersebut,” katanya.

Ia menyebut hanya Balong dan Kandangan yang saat ini sudah memiliki pompa air. Tiga lokasi lain Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih belum tersentuh.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Syamsul menegaskan pembangunan tanggul laut belum bisa direalisasikan secara menyeluruh. Selain menyangkut biaya dan kerumitan teknis, menurutnya tidak semua kawasan pesisir membutuhkan tanggul.

“Di wilayah barat, seperti Kalianak, itu sudah ada tanggul. Memang bukan tanggul laut, tapi sudah menjadi proteksi terhadap air laut,” jelasnya.

Ia juga menyebut sebagian tanah di kawasan barat telah ditinggikan oleh pengembang maupun kawasan pergudangan. Kondisi itu membuat pemkot hanya menambah fasilitas pendukung.

“Karena tanahnya milik pengembang dan sudah ditinggikan, kita tinggal melengkapi saja,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Terkait fungsi bozem, Syamsul menjelaskan fasilitas tersebut tetap menjadi andalan sebagai penampung sementara air dari darat ketika pasang laut terjadi.

Surabaya memiliki tiga bozem utama Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan masing-masing berkapasitas sekitar 80 ribu meter kubik.

“Tinggal kekuatan pompa yang harus kita optimalkan,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.