Minggu, 15 Feb 2026 11:49 WIB

Tunda Pembangunan Tanggul Laut, Pengendalian Banjir di Surabaya Masih Andalkan Infrastruktur Lama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Des 2025 17:22 WIB
Suasana di laut Surabaya
Suasana di laut Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda rencana pembangunan tanggul laut sebagai upaya penanganan banjir rob.

Hingga kini, pembangunan tanggul dinilai belum memungkinkan sehingga pemkot memilih fokus pada optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan solusi yang dianggap realistis saat ini adalah memperbaiki dan memaksimalkan infrastruktur pengendalian air yang sudah ada.

“Penanganan banjir rob itu memang harus ada tanggul laut, kemudian dilengkapi pintu air dan pompa air,” ujar Syamsul, Senin (8/12/2025).

Syamsul menyebut wilayah timur Surabaya dianggap memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Ia mengklaim pintu air dan pompa di kawasan tersebut cukup untuk menekan risiko banjir rob.

Berbeda dengan wilayah barat. Menurut Syamsul, sejumlah kawasan seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi hingga kini belum memiliki fasilitas pengendali air yang memadai.

“Wilayah barat itu ada sekitar lima akses menuju laut. Rumah pompa akan kami agendakan di tiga atau empat sungai tersebut,” katanya.

Ia menyebut hanya Balong dan Kandangan yang saat ini sudah memiliki pompa air. Tiga lokasi lain Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih belum tersentuh.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Syamsul menegaskan pembangunan tanggul laut belum bisa direalisasikan secara menyeluruh. Selain menyangkut biaya dan kerumitan teknis, menurutnya tidak semua kawasan pesisir membutuhkan tanggul.

“Di wilayah barat, seperti Kalianak, itu sudah ada tanggul. Memang bukan tanggul laut, tapi sudah menjadi proteksi terhadap air laut,” jelasnya.

Ia juga menyebut sebagian tanah di kawasan barat telah ditinggikan oleh pengembang maupun kawasan pergudangan. Kondisi itu membuat pemkot hanya menambah fasilitas pendukung.

“Karena tanahnya milik pengembang dan sudah ditinggikan, kita tinggal melengkapi saja,” ujarnya.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Terkait fungsi bozem, Syamsul menjelaskan fasilitas tersebut tetap menjadi andalan sebagai penampung sementara air dari darat ketika pasang laut terjadi.

Surabaya memiliki tiga bozem utama Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan masing-masing berkapasitas sekitar 80 ribu meter kubik.

“Tinggal kekuatan pompa yang harus kita optimalkan,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.

Adaptasi Teknologi Informasi, PMI Kota Mojokerto Perkuat Layanan Kemanusiaan

​Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.

Brigjen Dekananto Eko Purwono Dianugerahi Satyalancana Wira Karya, Ini Rekam Jejaknya

Salah satu prestasi menonjol yang diingat publik adalah keberhasilannya menyatukan elemen suporter sepak bola di Jawa Timur pada awal November 2023.