Kamis, 04 Jun 2026 12:00 WIB

Beredar Video Wali Kota Surabaya Marah-marah: Saya Habisi Kalian Semua

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 13:46 WIB
Screen shoot video Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Screen shoot video Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menunjukkan kemarahannya dan mengancam akan mencopot atau dalam bahasanya menghabisi pejabat Pemerintah Kota Surabaya yang tidak peka terhadap masyarakatnya.

Video kemarahan Eri Cahyadi tersebut beredar di grup-grup media sosial.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut memperlihatkan Eri Cahyadi sedang berjalan bersama rombongan melewati sebuah perkampungan dengan gang sempit. Eri cahyadi terlihat berdialog dengan beberapa warga di dalam rumah.

Terlihat juga Eri menyodorkan sebuah papan kepada warga yang bertuliskan 'Bantuan Kursi Roda' tertulis juga bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk berfoto bersama.

Belum jelas apa yang membuatnya marah, tiba-tiba Eri berbicara di depan kamera dengan mimik muka memerah dan sempat menitikkan air mata.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Baca juga: Video Wali Kota Surabaya Marah-marah Ternyata Ada 2 Versi, Mana yang Benar?

Eri meluapkan kemarahan dengan mengancam akan 'menghabisi' para pejabat. 'Menghabisi' disini dibubuhi keterangan menghabisi jabatanya atau mencopot jika tidak mengetahui kondisi kesulitan masyarakat.

"Ingat ya pejabat Kota Surabaya, sampe sampean jadi pejabat tidak tahu warga saya ada yang menderita. Saya habisi kalian semua pejabatnya Surabaya. Lihat turun kebawah, masih banyak orang susah di surabaya. Gunakan jabatan sampean untuk cek selalu kebawah.Hadir saya disini untuk orang cilik,anggaran APBD Kota Surabaya akan saya gunakan untuk kebahagiaan warga Surabaya." tegasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Ingat sekali lagi pesan saya. Sampai saya melihat ini dan pejabat struktural pemerintah kota tidak ada yang tahu, Saya habisi kalian semua, tak hentikan jabatan sampean semuanya. Tolong jaga itu betul amanat Saya," tegas Eri kembali.

Jika dilihat secara keseluruhan, sepertinya memang video tersebut dipersiapkan untuk disebarluaskan. Terlihat adanya sentuhan pengeditan, mulai gerak lambat, potongan potongan gambar atau insert, hingga penempelan backsound lagu berjudul Don't Give Up On Me dengan penyanyi Andy Grammer yang menambah kesan dramatis video. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.