Kamis, 04 Jun 2026 16:16 WIB

Video Wali Kota Surabaya Marah-marah Ternyata Ada 2 Versi, Mana yang Benar?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 14:29 WIB
Screenshoot video Wali Kota Surabaya. Sumber Foto postingan instagram Bangga Surabaya
Screenshoot video Wali Kota Surabaya. Sumber Foto postingan instagram Bangga Surabaya

selalu.id - Video Wali kota Surabaya, Eri Cahyadi marah-marah ternyata muncul dalam dua versi. Versi pertama yang beredar di media sosial grup WhatsApp dan versi kedua yang diupload oleh Instagram Bangga Surabaya.

Seperti diberitakan video versi pertama berdurasi 1 menit 22 detik memperlihatkan Eri Cahyadi sedang berjalan bersama rombongan melewati sebuah perkampungan dengan gang sempit. Eri cahyadi terlihat berdialog dengan beberapa warga di dalam rumah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Video yang ditempeli backsound Don't Give Up On Me dengan penyanyi Andy Grammer tersebut tidak memuat jelas permasalahan apa yang membuat Wali Kota penerus Tri Rismaharini tersebut marah. Hanya diperlihatkan potongan potongan video Eri berjalan menyusuri gang perkampungan warga, mendatangi rumah warga, berdialog dan langsung berbicara di depan kamera.

"Ingat ya pejabat Kota Surabaya, sampai sampean jadi pejabat tidak tahu warga saya ada yang menderita. Saya habisi kalian semua pejabatnya Surabaya. Lihat turun kebawah, masih banyak orang susah di surabaya. Gunakan jabatan sampean untuk cek selalu kebawah.Hadir saya disini untuk orang cilik,anggaran APBD Kota Surabaya akan saya gunakan untuk kebahagiaan warga Surabaya." tegasnya.

"Ingat sekali lagi pesan saya. Sampai saya melihat ini dan pejabat struktural pemerintah kota tidak ada yang tahu, Saya habisi kalian semua, tak hentikan jabatan sampean semuanya. Tolong jaga itu betul amanat Saya," tegas Eri kembali.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sementara video kedua, diupload oleh akun Instagram Bangga Surabaya memperlihatkan peristiwa sama dengan video pertama yang lebih lengkap dengan pembagian kursi roda serta kaki palsu kepada warga tidak mampu. Namun ada pengeditan berupa pemotongan beberapa bagian kalimat, seperti kata "saya habisi kalian semua".

Video yang diunggah akun instagram yang sudah bercentang biru tersebut memperlihatkan lebih lengkap kegiatan pembagian kursi roda serta pernyataan Wali Kota Eri Cahyadi. Namun ada pemotongan pada kalimat "saya habisi" dan langsung disambung dengan kalimat berikutnya agar tidak terkesan sadis.

Semua peristiwa, baik lokasi dan pernyataan Wali Kota antara vido pertama dan kedua sama persis, hanya ada editing berupa pemotongan dan penambahan gambar untuk kepentingan tertentu. (SL1)

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.