Kamis, 17 Sep 2026 16:48 WIB

Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Agu 2026 14:09 WIB
Evakuasi korban kapal Sentosa 2 (dok.ist)
Evakuasi korban kapal Sentosa 2 (dok.ist)

selalu.id - Kisah mencekam dialami tiga sopir ekspedisi logistik yang menjadi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat kapal tersebut terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). 

Ketiganya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri setelah kobaran api melahap sebagian besar badan kapal. Proses evakuasi berlangsung di tengah gelombang tinggi yang membuat kapal penolong tidak dapat merapat.

Baca Juga: Api Lahap Gudang Palet dan Warung Makan di Krian, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Peristiwa itu diceritakan Dedi Mardiansyah, perwakilan perusahaan ekspedisi asal Makassar yang mempekerjakan ketiga sopir tersebut.

Menurut Dedi, para sopir berangkat dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB sambil membawa muatan logistik menggunakan dua kendaraan.

Kabar mengenai kebakaran kapal diterimanya ketika berada di bandara sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saya dapat kabarnya jam 07.00 pagi di bandara,” kata Dedi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kabar tersebut membuat Dedi diliputi kecemasan. Sebab, hingga beberapa jam setelah kejadian, tidak ada informasi mengenai nasib ketiga sopir yang bekerja untuk perusahaannya.

Baca Juga: Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp61,9 Juta Jaringan Jawa Tengah

Kepastian baru diperoleh menjelang sore hari. Ketiga sopir itu dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, sore hari kami mendapat kabar kalau mereka selamat. Sopir saya ada tiga orang dengan dua kendaraan yang membawa logistik,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan, ketiga sopir tersebut menceritakan bagaimana mereka berusaha menyelamatkan diri di tengah kepanikan yang melanda kapal.

Menurut dia, para penumpang tidak memiliki banyak pilihan karena kapal evakuasi tidak dapat mendekat akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Baca Juga: Jatim Partisipasi Tertinggi dalam Ajang OMI 2026, Targetkan Pertahankan Juara Umum

“Memang harus lompat. Kapal evakuasi tidak bisa merapat karena ombak. Jadi semua penumpang harus melompat untuk menuju kapal penyelamat,” tuturnya.

Dedi menjelaskan, seluruh penumpang yang melompat ke laut telah mengenakan pelampung sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Semua sudah menggunakan pelampung,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Petugas datang berulang kali dalam sehari untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi.