Selasa, 03 Nov 2026 10:01 WIB

Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Agu 2026 14:09 WIB
Evakuasi korban kapal Sentosa 2 (dok.ist)
Evakuasi korban kapal Sentosa 2 (dok.ist)

selalu.id - Kisah mencekam dialami tiga sopir ekspedisi logistik yang menjadi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat kapal tersebut terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). 

Ketiganya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri setelah kobaran api melahap sebagian besar badan kapal. Proses evakuasi berlangsung di tengah gelombang tinggi yang membuat kapal penolong tidak dapat merapat.

Baca Juga: SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Peristiwa itu diceritakan Dedi Mardiansyah, perwakilan perusahaan ekspedisi asal Makassar yang mempekerjakan ketiga sopir tersebut.

Menurut Dedi, para sopir berangkat dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB sambil membawa muatan logistik menggunakan dua kendaraan.

Kabar mengenai kebakaran kapal diterimanya ketika berada di bandara sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saya dapat kabarnya jam 07.00 pagi di bandara,” kata Dedi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kabar tersebut membuat Dedi diliputi kecemasan. Sebab, hingga beberapa jam setelah kejadian, tidak ada informasi mengenai nasib ketiga sopir yang bekerja untuk perusahaannya.

Baca Juga: Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

Kepastian baru diperoleh menjelang sore hari. Ketiga sopir itu dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, sore hari kami mendapat kabar kalau mereka selamat. Sopir saya ada tiga orang dengan dua kendaraan yang membawa logistik,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan, ketiga sopir tersebut menceritakan bagaimana mereka berusaha menyelamatkan diri di tengah kepanikan yang melanda kapal.

Menurut dia, para penumpang tidak memiliki banyak pilihan karena kapal evakuasi tidak dapat mendekat akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

“Memang harus lompat. Kapal evakuasi tidak bisa merapat karena ombak. Jadi semua penumpang harus melompat untuk menuju kapal penyelamat,” tuturnya.

Dedi menjelaskan, seluruh penumpang yang melompat ke laut telah mengenakan pelampung sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Semua sudah menggunakan pelampung,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.