Rabu, 04 Feb 2026 12:35 WIB

Polda Jatim Siagakan 1.400 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem

selalu.id – Polda Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan berbagai instansi pemerintah daerah sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.

 

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apel ini menjadi langkah pengecekan kesiapan personel dan peralatan agar dapat membantu masyarakat secara cepat dan tepat saat terjadi bencana.

 

“Apel kesiapan tanggap darurat bencana di Jawa Timur yang juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini untuk mengecek kembali kesiapan personel dan peralatan yang kita miliki agar benar-benar siap membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Irjen Pol Nanang.

 

Dalam apel tersebut, Polda Jatim menurunkan sekitar 1.400 personel gabungan dari berbagai instansi. Sementara itu, sebanyak 6.000 personel di jajaran Polres dan Polresta se-Jawa Timur juga melaksanakan kegiatan serupa secara serentak.

 

“Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat,” tambah Irjen Pol Nanang.

 

Kapolda Jatim berharap kesiapan personel dan sinergi antarinstansi dapat mempercepat penanganan bencana. “Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegasnya.

 

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Dalam apel tersebut, Kapolda Jatim juga membacakan Amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya sinergi nasional dalam menghadapi kompleksitas bencana akibat perubahan iklim global.

 

Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 bencana alam terjadi di Indonesia. Rinciannya 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi. Akibatnya, 361 orang meninggal, 37 orang hilang, dan lebih dari 5,2 juta orang mengungsi.

 

Dalam amanat tersebut juga disebutkan Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia menurut World Risk Index 2025.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri

Kapolda Jatim menegaskan delapan penekanan penting dalam apel siaga ini, di antaranya deteksi dini wilayah rawan bencana, imbauan kamtibmas, kesiapan logistik, simulasi tanggap darurat, kecepatan evakuasi, empati dalam tugas kemanusiaan, evaluasi prosedur penanganan, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan pemerintah daerah.

 

“Kita diberi amanah untuk melindungi rakyat dari segala bahaya, termasuk bencana. Negara harus selalu hadir memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk memperkuat kesiapan tanggap darurat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada puncak musim hujan November 2025 hingga Januari 2026.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Perubahan perda ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan aset milik Pemkot Surabaya ke depan.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.