Jumat, 18 Sep 2026 05:57 WIB

Bus Sekolah Surabaya Masih Terbatas, DPRD Desak Perluasan Akses

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Okt 2025 12:06 WIB

selalu.id – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti keterbatasan armada bus sekolah yang saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah kota. 

Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas fasilitas transportasi pelajar, terutama di kawasan yang belum tersentuh layanan publik.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Menurut Aning, Pemkot tidak bisa hanya berhenti pada pencitraan program bus sekolah gratis tanpa memastikan seluruh siswa benar-benar bisa mengaksesnya.

“Milestone pengadaan transportasi publik, termasuk untuk pelajar, harus direalisasikan dan dievaluasi berkala. Rutenya harus menyesuaikan dengan sebaran sekolah di Surabaya,” ujar Aning, Minggu (25/10/2025).

Legislator PKS ini menilai, masih banyak sekolah di wilayah pinggiran yang belum terjangkau layanan bus sekolah, sehingga siswa terpaksa mengandalkan ojek online atau kendaraan pribadi. 

Kondisi itu, kata dia, kontradiktif dengan semangat Pemkot mewujudkan transportasi ramah lingkungan dan berkeadilan.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Aning mendorong agar Pemkot menambah jumlah armada bus sekolah melalui alokasi anggaran khusus. Namun, menurutnya, usulan ini kemungkinan baru akan dibahas dalam APBD 2026.

"Kita dorong agar ada tambahan unit bus sekolah. Tapi sejauh ini, penambahan anggaran baru akan dibahas di APBD tahun depan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, saat ini hanya ada delapan unit bus sekolah yang beroperasi setiap hari. Dari jumlah itu, tujuh bus aktif melayani rute utama, sementara satu unit disiagakan sebagai armada cadangan.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Adapun tujuh rute yang dilayani antara lain: Dukuh Menanggal–Wijaya Kusuma, Rungkut–Wijaya Kusuma, Tandes–Wijaya Kusuma, Romokalisari, SDN Greges, Dinsos-Rias–Wonorejo, dan Liponsos–UHW Perbanas.

Aning menegaskan, program bus sekolah tidak boleh berhenti pada pencapaian simbolik. Pemkot, menurutnya, harus memperlakukan layanan ini sebagai kebutuhan dasar pendidikan, bukan sekadar pelengkap fasilitas kota.

"Transportasi pelajar ini bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah. Jadi tidak boleh hanya untuk gaya, tapi benar-benar memberi kemudahan bagi siswa,” tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.