Rabu, 22 Jul 2026 09:06 WIB

Bus Sekolah Surabaya Masih Terbatas, DPRD Desak Perluasan Akses

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Okt 2025 12:06 WIB

selalu.id – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti keterbatasan armada bus sekolah yang saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah kota. 

Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas fasilitas transportasi pelajar, terutama di kawasan yang belum tersentuh layanan publik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Menurut Aning, Pemkot tidak bisa hanya berhenti pada pencitraan program bus sekolah gratis tanpa memastikan seluruh siswa benar-benar bisa mengaksesnya.

“Milestone pengadaan transportasi publik, termasuk untuk pelajar, harus direalisasikan dan dievaluasi berkala. Rutenya harus menyesuaikan dengan sebaran sekolah di Surabaya,” ujar Aning, Minggu (25/10/2025).

Legislator PKS ini menilai, masih banyak sekolah di wilayah pinggiran yang belum terjangkau layanan bus sekolah, sehingga siswa terpaksa mengandalkan ojek online atau kendaraan pribadi. 

Kondisi itu, kata dia, kontradiktif dengan semangat Pemkot mewujudkan transportasi ramah lingkungan dan berkeadilan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Aning mendorong agar Pemkot menambah jumlah armada bus sekolah melalui alokasi anggaran khusus. Namun, menurutnya, usulan ini kemungkinan baru akan dibahas dalam APBD 2026.

"Kita dorong agar ada tambahan unit bus sekolah. Tapi sejauh ini, penambahan anggaran baru akan dibahas di APBD tahun depan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, saat ini hanya ada delapan unit bus sekolah yang beroperasi setiap hari. Dari jumlah itu, tujuh bus aktif melayani rute utama, sementara satu unit disiagakan sebagai armada cadangan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Adapun tujuh rute yang dilayani antara lain: Dukuh Menanggal–Wijaya Kusuma, Rungkut–Wijaya Kusuma, Tandes–Wijaya Kusuma, Romokalisari, SDN Greges, Dinsos-Rias–Wonorejo, dan Liponsos–UHW Perbanas.

Aning menegaskan, program bus sekolah tidak boleh berhenti pada pencapaian simbolik. Pemkot, menurutnya, harus memperlakukan layanan ini sebagai kebutuhan dasar pendidikan, bukan sekadar pelengkap fasilitas kota.

"Transportasi pelajar ini bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah. Jadi tidak boleh hanya untuk gaya, tapi benar-benar memberi kemudahan bagi siswa,” tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.