Sabtu, 07 Nov 2026 15:01 WIB

Bus Sekolah Surabaya Masih Terbatas, DPRD Desak Perluasan Akses

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Okt 2025 12:06 WIB

selalu.id – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti keterbatasan armada bus sekolah yang saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah kota. 

Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas fasilitas transportasi pelajar, terutama di kawasan yang belum tersentuh layanan publik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Menurut Aning, Pemkot tidak bisa hanya berhenti pada pencitraan program bus sekolah gratis tanpa memastikan seluruh siswa benar-benar bisa mengaksesnya.

“Milestone pengadaan transportasi publik, termasuk untuk pelajar, harus direalisasikan dan dievaluasi berkala. Rutenya harus menyesuaikan dengan sebaran sekolah di Surabaya,” ujar Aning, Minggu (25/10/2025).

Legislator PKS ini menilai, masih banyak sekolah di wilayah pinggiran yang belum terjangkau layanan bus sekolah, sehingga siswa terpaksa mengandalkan ojek online atau kendaraan pribadi. 

Kondisi itu, kata dia, kontradiktif dengan semangat Pemkot mewujudkan transportasi ramah lingkungan dan berkeadilan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

Aning mendorong agar Pemkot menambah jumlah armada bus sekolah melalui alokasi anggaran khusus. Namun, menurutnya, usulan ini kemungkinan baru akan dibahas dalam APBD 2026.

"Kita dorong agar ada tambahan unit bus sekolah. Tapi sejauh ini, penambahan anggaran baru akan dibahas di APBD tahun depan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, saat ini hanya ada delapan unit bus sekolah yang beroperasi setiap hari. Dari jumlah itu, tujuh bus aktif melayani rute utama, sementara satu unit disiagakan sebagai armada cadangan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

Adapun tujuh rute yang dilayani antara lain: Dukuh Menanggal–Wijaya Kusuma, Rungkut–Wijaya Kusuma, Tandes–Wijaya Kusuma, Romokalisari, SDN Greges, Dinsos-Rias–Wonorejo, dan Liponsos–UHW Perbanas.

Aning menegaskan, program bus sekolah tidak boleh berhenti pada pencapaian simbolik. Pemkot, menurutnya, harus memperlakukan layanan ini sebagai kebutuhan dasar pendidikan, bukan sekadar pelengkap fasilitas kota.

"Transportasi pelajar ini bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah. Jadi tidak boleh hanya untuk gaya, tapi benar-benar memberi kemudahan bagi siswa,” tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Capaian PJPK Sidoarjo Tembus 76,5, Dua Indikator Masih Terkendala Anggaran

Selain dua indikator tersebut, evaluasi juga mencatat delapan rencana aksi dari delapan OPD belum dapat dilaksanakan sepanjang 2025. 

Kemandirian Fiskal Jatim Stagnan, Banggar DPRD Sentil Pemprov Jangan Kerja Apa Adanya

Secara keseluruhan, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp26,545 triliun, naik Rp138,112 miliar atau 0,52 persen dari nota keuangan.

Rekomendasi Tempat Malming Syahdu di Surabaya, Nyaman dan Terjangkau

Bagi pasangan yang lagi kasmaran, atau pasangan suami istri, sejumlah tempat nongkrong ini bisa jadi pilihan Anda mengisi malam minggu (Malming) dengan santai.

Bukan Cuma Kebakaran, Call Center 112 Sidoarjo Kini Bisa Wadahi Aduan Jalan Rusak hingga PJU Mati

Pemkab Sidoarjo juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan fasilitas panggilan darurat, termasuk melakukan panggilan iseng.

Cara Cepat Cairkan Bansos PKH 2026, Cukup Lakukan Cara Simple Ini

Nantinya, sistem akan menampilkan informasi seputar penerima bansos di seluruh wilayah yang terdata. Dan kemudian akan segera dicairkan.

PIWK di 18 Kecamatan, Bupati Sidoarjo Subandi Tekankan Kecepatan dan Kualitas Perbaikan Jalan

Program yang dijalankan di 18 kecamatan ini jadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendekatkan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.