Kamis, 04 Jun 2026 17:37 WIB

Aplikasi E-Peken Milik Pemkot Surabaya Bermasalah, Ini Sederet Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Feb 2022 10:52 WIB
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya

selalu.id - Aplikasi E- Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) dikeluhkan oleh warga. Akses masuk atau log in aplikasi tempat berjualan online kebutuhan pokok serta makanan tersebut susah.

E-Peken rintisan Pemkot Surabaya ini berfungsi untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Berapa warga mengeluhkan susahnya mengakses aplikasi ini dan meninggalkan komentar kekecewaan di playstore.

"Perbaikilah, masa log in di PC (komputer) bisa, tapi aplikasi gak bisa,"kata salah satu warga Surabaya, Lukman Anggriawan, memberi ulasan playstore di Aplikasi E-Peken, Selasa (15/2/2022).

Selain susahnya akses masuk, pengguna juga mengaku kesulitan terkait cara pembelian dan menjadi penjual di aplikasi tersebut.

"Masih jauh dari harapan, harap segera di update. Perlunya tiap produk ada jumlah stok dan biaya pengiriman bisa ditambahkan. Permudah penghapusan produk dan ketersediaan barang," ujar warga, akun batik Teyeng, yang memberi ulasan juga.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Akun batik Teyeng juga mengungkapkan bahwa sering kali barang yang sudah terjual, namun tak bisa dihapus, sehingga barangnya bisa dipesan pembeli lagi.

"Dan penjual kesulitan mengidentifikasi yang mana sih sudah dipesan, ukuran berapa. Fotonya juga gak bisa di zoom dan tak ada tombol yang mengarah ke produk yang dimaksud," keluhnya.

"Saya bingung min (admin) untuk cara jadi penjual di aplikasi peken ini," ujar salah satu pengguna E-Peken, Devi Bunga.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Dengan berbagai kekurangan ersebut, salah satu pengguna E-Peken, Hidayat, menyimpulkan bahwa aplikasi ini masih belum siap untuk beroperasi. Hidayat mengaku bahwa lebih baik membeli langsung datang ke tokonya dari pada pesan di aplikasi.

"Dilihat harganya murah, beli langsung saja ke toko daripada pakai aplikasi ini," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.