Rabu, 22 Jul 2026 18:29 WIB

Aplikasi E-Peken Milik Pemkot Surabaya Bermasalah, Ini Sederet Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Feb 2022 10:52 WIB
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya

selalu.id - Aplikasi E- Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) dikeluhkan oleh warga. Akses masuk atau log in aplikasi tempat berjualan online kebutuhan pokok serta makanan tersebut susah.

E-Peken rintisan Pemkot Surabaya ini berfungsi untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Berapa warga mengeluhkan susahnya mengakses aplikasi ini dan meninggalkan komentar kekecewaan di playstore.

"Perbaikilah, masa log in di PC (komputer) bisa, tapi aplikasi gak bisa,"kata salah satu warga Surabaya, Lukman Anggriawan, memberi ulasan playstore di Aplikasi E-Peken, Selasa (15/2/2022).

Selain susahnya akses masuk, pengguna juga mengaku kesulitan terkait cara pembelian dan menjadi penjual di aplikasi tersebut.

"Masih jauh dari harapan, harap segera di update. Perlunya tiap produk ada jumlah stok dan biaya pengiriman bisa ditambahkan. Permudah penghapusan produk dan ketersediaan barang," ujar warga, akun batik Teyeng, yang memberi ulasan juga.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Akun batik Teyeng juga mengungkapkan bahwa sering kali barang yang sudah terjual, namun tak bisa dihapus, sehingga barangnya bisa dipesan pembeli lagi.

"Dan penjual kesulitan mengidentifikasi yang mana sih sudah dipesan, ukuran berapa. Fotonya juga gak bisa di zoom dan tak ada tombol yang mengarah ke produk yang dimaksud," keluhnya.

"Saya bingung min (admin) untuk cara jadi penjual di aplikasi peken ini," ujar salah satu pengguna E-Peken, Devi Bunga.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Dengan berbagai kekurangan ersebut, salah satu pengguna E-Peken, Hidayat, menyimpulkan bahwa aplikasi ini masih belum siap untuk beroperasi. Hidayat mengaku bahwa lebih baik membeli langsung datang ke tokonya dari pada pesan di aplikasi.

"Dilihat harganya murah, beli langsung saja ke toko daripada pakai aplikasi ini," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.