Rabu, 21 Okt 2026 00:18 WIB

Aplikasi E-Peken Milik Pemkot Surabaya Bermasalah, Ini Sederet Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Feb 2022 10:52 WIB
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya

selalu.id - Aplikasi E- Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) dikeluhkan oleh warga. Akses masuk atau log in aplikasi tempat berjualan online kebutuhan pokok serta makanan tersebut susah.

E-Peken rintisan Pemkot Surabaya ini berfungsi untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Surabaya.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Berapa warga mengeluhkan susahnya mengakses aplikasi ini dan meninggalkan komentar kekecewaan di playstore.

"Perbaikilah, masa log in di PC (komputer) bisa, tapi aplikasi gak bisa,"kata salah satu warga Surabaya, Lukman Anggriawan, memberi ulasan playstore di Aplikasi E-Peken, Selasa (15/2/2022).

Selain susahnya akses masuk, pengguna juga mengaku kesulitan terkait cara pembelian dan menjadi penjual di aplikasi tersebut.

"Masih jauh dari harapan, harap segera di update. Perlunya tiap produk ada jumlah stok dan biaya pengiriman bisa ditambahkan. Permudah penghapusan produk dan ketersediaan barang," ujar warga, akun batik Teyeng, yang memberi ulasan juga.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Akun batik Teyeng juga mengungkapkan bahwa sering kali barang yang sudah terjual, namun tak bisa dihapus, sehingga barangnya bisa dipesan pembeli lagi.

"Dan penjual kesulitan mengidentifikasi yang mana sih sudah dipesan, ukuran berapa. Fotonya juga gak bisa di zoom dan tak ada tombol yang mengarah ke produk yang dimaksud," keluhnya.

"Saya bingung min (admin) untuk cara jadi penjual di aplikasi peken ini," ujar salah satu pengguna E-Peken, Devi Bunga.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Dengan berbagai kekurangan ersebut, salah satu pengguna E-Peken, Hidayat, menyimpulkan bahwa aplikasi ini masih belum siap untuk beroperasi. Hidayat mengaku bahwa lebih baik membeli langsung datang ke tokonya dari pada pesan di aplikasi.

"Dilihat harganya murah, beli langsung saja ke toko daripada pakai aplikasi ini," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.