Sabtu, 05 Sep 2026 20:33 WIB

Aplikasi E-Peken Milik Pemkot Surabaya Bermasalah, Ini Sederet Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Feb 2022 10:52 WIB
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya
Aplikasi E-Peken milik Pemkot Surabaya

selalu.id - Aplikasi E- Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) dikeluhkan oleh warga. Akses masuk atau log in aplikasi tempat berjualan online kebutuhan pokok serta makanan tersebut susah.

E-Peken rintisan Pemkot Surabaya ini berfungsi untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Surabaya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Berapa warga mengeluhkan susahnya mengakses aplikasi ini dan meninggalkan komentar kekecewaan di playstore.

"Perbaikilah, masa log in di PC (komputer) bisa, tapi aplikasi gak bisa,"kata salah satu warga Surabaya, Lukman Anggriawan, memberi ulasan playstore di Aplikasi E-Peken, Selasa (15/2/2022).

Selain susahnya akses masuk, pengguna juga mengaku kesulitan terkait cara pembelian dan menjadi penjual di aplikasi tersebut.

"Masih jauh dari harapan, harap segera di update. Perlunya tiap produk ada jumlah stok dan biaya pengiriman bisa ditambahkan. Permudah penghapusan produk dan ketersediaan barang," ujar warga, akun batik Teyeng, yang memberi ulasan juga.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Akun batik Teyeng juga mengungkapkan bahwa sering kali barang yang sudah terjual, namun tak bisa dihapus, sehingga barangnya bisa dipesan pembeli lagi.

"Dan penjual kesulitan mengidentifikasi yang mana sih sudah dipesan, ukuran berapa. Fotonya juga gak bisa di zoom dan tak ada tombol yang mengarah ke produk yang dimaksud," keluhnya.

"Saya bingung min (admin) untuk cara jadi penjual di aplikasi peken ini," ujar salah satu pengguna E-Peken, Devi Bunga.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Dengan berbagai kekurangan ersebut, salah satu pengguna E-Peken, Hidayat, menyimpulkan bahwa aplikasi ini masih belum siap untuk beroperasi. Hidayat mengaku bahwa lebih baik membeli langsung datang ke tokonya dari pada pesan di aplikasi.

"Dilihat harganya murah, beli langsung saja ke toko daripada pakai aplikasi ini," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.