Selasa, 03 Feb 2026 18:57 WIB

Rekonstruksi Mutilasi di Lidah Wetan, Korban Sempat Ucapkan "Tak Tahu Malu"

Rekonstruksi kasus mutilasi Tiara di Lidah Wetan
Rekonstruksi kasus mutilasi Tiara di Lidah Wetan

selalu.id - Satreskrim Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi kasus mutilasi di rumah kontrakan Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Rabu (17/9/2025). Rekonstruksi memperlihatkan detik-detik terakhir sebelum Tiara Angelina Saraswati dibunuh oleh Alvi Maulana (24).

 

Baca Juga: Fortuner Rem Blong di Pacet, Nyungsep di Jalur Penyelamat

Motif pembunuhan diduga karena sakit hati yang dipendam Alvi. Puncaknya terjadi pada Minggu, 31 Agustus 2025, saat Tiara mengunci pintu kontrakan dari luar.

 

Dalam rekonstruksi, Alvi mengaku menunggu sekitar satu jam di depan pintu. "Saya chat, saya telepon juga tapi gak diangkat. Saya terus duduk di depan pintu," katanya.

 

Setelah pintu dibuka, Tiara disebut melontarkan kata-kata yang memicu emosi tersangka. "(Korban) bilang; tidak tahu malu. Terus dia naik ke atas," ungkap Alvi dalam rekonstruksi.

Baca Juga: Data Korban Elf Blong di Pacet, Seluruh Penumpang Dilarikan ke RS

 

Alvi kemudian masuk ke dalam kontrakan. Dalam adegan diperagakan bahwa pintu hanya dibuka separuh.

 

Baca Juga: Polres Mojokerto Dirikan Pos Pelayanan Ala Animasi Robocar Poli di Pacet

Pantauan di lokasi menunjukkan Alvi berpenampilan plontos dengan kondisi fisik sehat, namun lebih sering menundukkan pandangan. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dengan tangan diborgol. Warga yang menyaksikan sempat melontarkan umpatan kepadanya.

 

Rekonstruksi ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai kronologi kejadian serta motif di balik tindakan tersangka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.