Kamis, 04 Jun 2026 04:51 WIB

Rekonstruksi Mutilasi di Lidah Wetan, Korban Sempat Ucapkan "Tak Tahu Malu"

Rekonstruksi kasus mutilasi Tiara di Lidah Wetan
Rekonstruksi kasus mutilasi Tiara di Lidah Wetan

selalu.id - Satreskrim Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi kasus mutilasi di rumah kontrakan Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Rabu (17/9/2025). Rekonstruksi memperlihatkan detik-detik terakhir sebelum Tiara Angelina Saraswati dibunuh oleh Alvi Maulana (24).

 

Baca Juga: Kejamnya Maulana Mutilasi sang Kekasih, Kini Dipenjara Seumur Hidup

Motif pembunuhan diduga karena sakit hati yang dipendam Alvi. Puncaknya terjadi pada Minggu, 31 Agustus 2025, saat Tiara mengunci pintu kontrakan dari luar.

 

Dalam rekonstruksi, Alvi mengaku menunggu sekitar satu jam di depan pintu. "Saya chat, saya telepon juga tapi gak diangkat. Saya terus duduk di depan pintu," katanya.

 

Setelah pintu dibuka, Tiara disebut melontarkan kata-kata yang memicu emosi tersangka. "(Korban) bilang; tidak tahu malu. Terus dia naik ke atas," ungkap Alvi dalam rekonstruksi.

Baca Juga: Alvi Maulana, Terdakwa Mutilasi Pacar di Kos Surabaya Dituntut Penjara Seumur Hidup

 

Alvi kemudian masuk ke dalam kontrakan. Dalam adegan diperagakan bahwa pintu hanya dibuka separuh.

 

Baca Juga: Kecelakaan di Pacet Mojokerto: Motor NMAX Rem Blong, 3 Orang Terluka

Pantauan di lokasi menunjukkan Alvi berpenampilan plontos dengan kondisi fisik sehat, namun lebih sering menundukkan pandangan. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dengan tangan diborgol. Warga yang menyaksikan sempat melontarkan umpatan kepadanya.

 

Rekonstruksi ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai kronologi kejadian serta motif di balik tindakan tersangka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.