Sabtu, 06 Jun 2026 18:27 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Difabel, SIER Dukung Kolaborasi Program “Difabel Bisa Berusaha”

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mendukung kolaborasi antar-BUMN, untuk menyukseskan program “Difabel Bisa Berusaha” yang digelar di Surabaya. Program ini bertujuan memberikan akses, pelatihan, dan dukungan usaha agar penyandang disabilitas mampu mengembangkan keterampilan sekaligus berperan aktif dalam roda perekonomian bangsa.

 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang memberikan apresiasi tinggi kepada perusahaan BUMN yang berkolaborasi dalam mewujudkan program ini. Emil menyebut PT SIER, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), bersama mitra strategis seperti PT Pegadaian, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3, PT Jamkrindo, dan PT Bank IBK Indonesia Tbk sebagai pihak yang berkontribusi nyata.

 

“Saya sangat mengapresiasi program ini. Tidak hanya menggandeng mitra korporasi, tetapi juga melibatkan sahabat-sahabat kita dari kalangan disabilitas. Ini sangat inspiratif. Namun tantangannya, program ini tidak boleh berhenti di sini. Harus berkelanjutan hingga tuntas,” tegas Emil Dardak dalam sambutannya.

 

Emil juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Peserta pelatihan yang saat ini dibina, menurutnya, diharapkan kelak dapat menjadi pelatih bagi rekan-rekan difabel lainnya. Ia mendorong agar peserta yang masih membutuhkan penguatan, terutama dalam aspek pemasaran, mendapat pendampingan lebih lanjut sehingga kepercayaan diri dan kompetensi mereka semakin meningkat.

 

Dalam kesempatan itu, Emil turut berdialog dengan para peserta pelatihan untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan mereka. Hal ini penting agar upaya pemberdayaan benar-benar mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemandirian sosial bagi para difabel.

 

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT SIER, Jefri Ikhwan Maarif, yang hadir dalam pembukaan acara, menegaskan bahwa dukungan terhadap program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas.

 

Baca Juga: SIER dan Holding BUMN Danareksa Salurkan 3.000 Paket Daging Kurban

“Bagi SIER, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan wujud nyata kepedulian untuk membuka ruang kemandirian ekonomi bagi sahabat difabel. Kami percaya, dengan akses yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, para peserta mampu mengembangkan usaha sekaligus menginspirasi lingkungan sekitarnya,” ujar Jefri.

 

Jefri menambahkan, keberadaan kawasan industri seperti SIER harus memberi dampak positif, tidak hanya bagi tenant dan pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kehadiran program “Difabel Bisa Berusaha” menjadi bukti bahwa peran industri dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial.

 

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Manajemen dan TJSL PT PNM, Cut Ria Dewanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor yang mendorong kemandirian ekonomi difabel di Indonesia.

 

Baca Juga: Artistik dan Futuristik, Kupu-kupu Robotik SIER Karya Mahasiswa ITS Memukau Surabaya Vaganza 2026

“Program ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghadirkan TJSL yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Cut Ria.

 

Program yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2025, diikuti oleh 50 peserta dari berbagai latar belakang disabilitas. Mereka terdiri dari penyandang tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, tuna laras, disabilitas mental, serta juru bahasa isyarat dan pendamping.

 

Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.