Minggu, 01 Nov 2026 09:31 WIB

Komitmen Lestarikan Lingkungan, SIER Gelar Mangrove Eco Run 3.0

Peserta SIER Mangrove Eco Run 3.0 yang digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Peserta SIER Mangrove Eco Run 3.0 yang digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu (26/7/2026).

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan, melalui penyelenggaraan SIER Mangrove Eco Run 3.0 yang digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Ajang kolaborasi bersama antara SIER yang juga anggota Holding BUMN Danareksa dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya ini diikuti sekitar 2.000 peserta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Antusiasme peserta semakin terasa dengan hadirnya kategori baru, yakni 3K dan 5K. Untuk yang 5K mengusung konsep trail run untuk pertama kalinya. Para pelari diajak menyusuri lintasan unik yang membelah pematang tambak serta kawasan hutan mangrove, menghadirkan pengalaman olahraga yang berpadu dengan keindahan alam.

Turut hadir dalam acara tersebut Komisaris PT SIER Arif Budi Santoso dan Indra Nur Fauzi, Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar; Direktur Kelembagaan Ahmad Fahrudin; Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jefri Ikhwan Ma'arif serta Direktur Operasi Yohanes Deddy Setiawan.

Rizka dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 PT SIER. Keterlibatan SIER dalam kegiatan ini berawal dari inisiatif Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang menggagas Mangrove Eco Run sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

“Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER, karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu-isu lingkungan. Karena itu, kami melihat ini sebagai peluang untuk menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Rizka.

Menurutnya, partisipasi SIER dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi kawasan industri dalam mendukung penguatan ekosistem lingkungan berbasis kolaborasi. Hal ini sekaligus menjadi alasan penggunaan nama SIER Mangrove Eco Run dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Lebih lanjut, Rizka menegaskan bahwa dukungan SIER tidak hanya terbatas pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan riset, teknologi, dan inovasi. Ia menilai peran BRIDA sebagai pelopor riset dan inovasi di Kota Surabaya sangat strategis, terlebih dengan dukungan penuh dari Wali Kota Surabaya dalam mendorong pengembangan teknologi berbasis lingkungan.

“Kolaborasi antara ekosistem lingkungan dengan riset dan inovasi akan menjadi daya dorong penting dalam mewujudkan sustainability. Kami percaya, sinergi ini akan memperkuat upaya menjaga keberlangsungan lingkungan sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, lanjut Rizka, SIER menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan, sekaligus memperkuat peran kawasan industri sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, antusiasme peserta menjadi indikator bahwa masyarakat menyambut positif konsep Trail Run yang menawarkan pengalaman berbeda dari ajang lari pada umumnya.

"Alhamdulillah, 2.000 peserta hadir mengikuti kegiatan ini. Untuk kategori Trail Runyang baru pertama kali digelar, respons masyarakat sangat positif. Lebih dari 500 peserta langsung berpartisipasi di kategori tersebut. Ini menunjukkan masyarakat Surabaya antusias mencoba pengalaman berlari dengan konsep yang berbeda," kata Agus.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Ia menjelaskan, Trail Run di Mangrove Eco Run menghadirkan sensasi berlari di lintasan alami yang belum pernah ada di Surabaya. Para peserta diajak melintasi jalur tanah, pematang tambak, hingga kawasan hutan mangrove, berbeda dengan event lari yang selama ini didominasi lintasan jalan raya.

"Dari beberapa peserta yang saya ajak berbincang, banyak yang mengaku penasaran ingin mencoba lintasan Trail Run yang baru ini. Setelah mencobanya, respons mereka sangat positif karena selama ini event lari di Surabaya hampir semuanya menggunakan jalan raya," ujarnya.

Menurut Agus, penyelenggaraan tahun ini juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Jumlah peserta meningkat dari sekitar 1.500 orang pada tahun lalu menjadi sekitar 2.000 peserta pada tahun ini. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan berikutnya.

"Kami akan terus menyempurnakan manajemen kedatangan peserta, termasuk sistem shuttle menuju lokasi, agar seiring dengan meningkatnya jumlah peserta, seluruh layanan juga semakin nyaman dan efisien," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.