Senin, 02 Feb 2026 18:31 WIB

Peleburan Emas di Kandangan Tetap Beroperasi, DPRD Surabaya Ultimatum Bongkar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Jul 2025 12:27 WIB
DPRD Surabaya
DPRD Surabaya

selalu.id – Puluhan warga RT 01 hingga RT 05 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, mendesak penutupan total aktivitas pabrik peleburan logam milik PT Suka Jadi Logam (SJL). Mereka menilai penyegelan sebelumnya tidak efektif karena produksi tetap berlangsung.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Desakan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (23/7/2025). Warga menyebut pencemaran udara akibat aktivitas produksi telah berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama anak-anak.

 

“Yang penting itu bukan hanya masalah bangunan, tapi operasionalnya. Gedung itu izinnya workshop, tapi digunakan untuk peleburan logam. Ini yang merugikan warga,” ujar Eni, salah satu warga.

 

Ia menyebut beberapa anak di lingkungan sekitar mengalami gangguan pernapasan. “Seharusnya ini sudah dieksekusi dari dulu. Sudah ada warga yang terdampak kesehatannya,” tambahnya.

 

Ketua RT 04 RW 06, Mardi, menyatakan bahwa penutupan pabrik adalah harga mati bagi warga. Mereka meminta Pemkot Surabaya bertindak tegas dan tidak lagi memberi toleransi atas pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Menanggapi hal ini, Komisi B DPRD bersama perwakilan OPD terkait menyepakati pemberian batas waktu hingga 7 Agustus 2025 kepada PT SJL untuk membongkar bangunan yang melanggar. Jika tidak dilakukan, DPRD akan mendorong tindakan pembongkaran paksa dan membawa kasus ini ke tingkat provinsi.

 

“Kalau sampai batas waktu itu tidak ada tindakan, kami akan laporkan ke Gubernur dan Polda Jatim,” ujar Mardi.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, mengakui penyegelan sebelumnya tidak efektif karena hanya menyasar bagian luar seperti pagar dan pintu, sementara produksi tetap berlangsung di dalam.

 

“Ini keliru. Kalau tidak dibongkar secara sukarela, Satpol PP harus segera turun melakukan pembongkaran paksa. Ini sudah menjadi komitmen. Jangan ada oknum yang membela perusahaan dan membiarkan warga terus terdampak,” tegas Machmud.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.