Jumat, 23 Okt 2026 04:21 WIB

Peleburan Emas di Kandangan Tetap Beroperasi, DPRD Surabaya Ultimatum Bongkar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Jul 2025 12:27 WIB
DPRD Surabaya
DPRD Surabaya

selalu.id – Puluhan warga RT 01 hingga RT 05 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, mendesak penutupan total aktivitas pabrik peleburan logam milik PT Suka Jadi Logam (SJL). Mereka menilai penyegelan sebelumnya tidak efektif karena produksi tetap berlangsung.

 

Baca Juga: Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Desakan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (23/7/2025). Warga menyebut pencemaran udara akibat aktivitas produksi telah berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama anak-anak.

 

“Yang penting itu bukan hanya masalah bangunan, tapi operasionalnya. Gedung itu izinnya workshop, tapi digunakan untuk peleburan logam. Ini yang merugikan warga,” ujar Eni, salah satu warga.

 

Ia menyebut beberapa anak di lingkungan sekitar mengalami gangguan pernapasan. “Seharusnya ini sudah dieksekusi dari dulu. Sudah ada warga yang terdampak kesehatannya,” tambahnya.

 

Ketua RT 04 RW 06, Mardi, menyatakan bahwa penutupan pabrik adalah harga mati bagi warga. Mereka meminta Pemkot Surabaya bertindak tegas dan tidak lagi memberi toleransi atas pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

 

Menanggapi hal ini, Komisi B DPRD bersama perwakilan OPD terkait menyepakati pemberian batas waktu hingga 7 Agustus 2025 kepada PT SJL untuk membongkar bangunan yang melanggar. Jika tidak dilakukan, DPRD akan mendorong tindakan pembongkaran paksa dan membawa kasus ini ke tingkat provinsi.

 

“Kalau sampai batas waktu itu tidak ada tindakan, kami akan laporkan ke Gubernur dan Polda Jatim,” ujar Mardi.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, mengakui penyegelan sebelumnya tidak efektif karena hanya menyasar bagian luar seperti pagar dan pintu, sementara produksi tetap berlangsung di dalam.

 

“Ini keliru. Kalau tidak dibongkar secara sukarela, Satpol PP harus segera turun melakukan pembongkaran paksa. Ini sudah menjadi komitmen. Jangan ada oknum yang membela perusahaan dan membiarkan warga terus terdampak,” tegas Machmud.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk