Selasa, 21 Jul 2026 20:18 WIB

Deviden KBS Kecil, DPRD Surabaya Sindir Gaji Direksi dan Usul Evaluasi Total

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Jul 2025 19:15 WIB

Selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono mengusulkan agar deviden Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) ke kas daerah ditingkatkan, sekaligus mengevaluasi efisiensi manajemen.

Menurut Buleks, secara hitungan operasional, KBS seharusnya bisa menyumbang laba hingga Rp 600 juta per tahun. Namun, penurunan jumlah pengunjung sepanjang 2024 ikut menggerus pendapatan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Kondisi ini mestinya jadi evaluasi. Harusnya bisa optimal, apalagi kalau operasionalnya efisien,” kata Buleks kepada Selalu.id, Minggu (20/7/2025).

Sebagai catatan, pada 2023 lalu KBS sempat menyetor deviden sebesar Rp3 miliar ke Pemkot Surabaya. Bulek optimistis angka itu bisa meningkat pada 2025, apalagi operasional KBS tetap berjalan lancar meski posisi Direktur Utama kosong sejak akhir November 2024.

“Sudah diuji saat peak season seperti Lebaran dan Tahun Baru, tetap jalan meski tanpa Dirut. Artinya efisiensi itu nyata,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Ia bahkan menyoroti beban anggaran yang harus dikeluarkan untuk gaji direktur. Gaji Dirut disebut mencapai Rp41 juta per bulan, belum termasuk biaya kunjungan kerja yang bisa lebih dari Rp15 juta.

“Kalau jabatan kosong, itu efisiensi. Dan hasil efisiensi itu bisa masuk ke deviden,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Saat ini, seluruh jajaran direksi PDTS KBS tengah dalam masa seleksi ulang oleh Pemkot. Tiga posisi penting Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional masih belum terisi. Dari total 16 pelamar, hanya 8 orang yang lolos seleksi administrasi.

Bulek berharap, proses seleksi mengedepankan efisiensi dan orientasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Jangan sampai rugi hanya karena biaya direksi yang terlalu besar. Perlu kita pelajari lagi regulasinya,” terangnya.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Sementara itu, Direktur Keuangan PDTS KBS, Ahmad Nahroni, menilai kekosongan tiga jabatan justru berisiko mengganggu pengelolaan.

“Kalau dua direksi saja hasilnya baik, apalagi kalau tiga lengkap. Pasti akan jauh lebih optimal,” ujar Nahroni.

Sebelumnya, PDTS KBS juga tengah mematangkan rencana kenaikan tarif masuk dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu. Kenaikan ini disebut sebagai upaya peningkatan daya saing dan kenyamanan pengunjung, seiring dengan rencana penambahan wahana dan fasilitas baru.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.