Rabu, 04 Feb 2026 04:24 WIB

Deviden KBS Kecil, DPRD Surabaya Sindir Gaji Direksi dan Usul Evaluasi Total

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Jul 2025 19:15 WIB

Selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono mengusulkan agar deviden Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) ke kas daerah ditingkatkan, sekaligus mengevaluasi efisiensi manajemen.

Menurut Buleks, secara hitungan operasional, KBS seharusnya bisa menyumbang laba hingga Rp 600 juta per tahun. Namun, penurunan jumlah pengunjung sepanjang 2024 ikut menggerus pendapatan.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

“Kondisi ini mestinya jadi evaluasi. Harusnya bisa optimal, apalagi kalau operasionalnya efisien,” kata Buleks kepada Selalu.id, Minggu (20/7/2025).

Sebagai catatan, pada 2023 lalu KBS sempat menyetor deviden sebesar Rp3 miliar ke Pemkot Surabaya. Bulek optimistis angka itu bisa meningkat pada 2025, apalagi operasional KBS tetap berjalan lancar meski posisi Direktur Utama kosong sejak akhir November 2024.

“Sudah diuji saat peak season seperti Lebaran dan Tahun Baru, tetap jalan meski tanpa Dirut. Artinya efisiensi itu nyata,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Ia bahkan menyoroti beban anggaran yang harus dikeluarkan untuk gaji direktur. Gaji Dirut disebut mencapai Rp41 juta per bulan, belum termasuk biaya kunjungan kerja yang bisa lebih dari Rp15 juta.

“Kalau jabatan kosong, itu efisiensi. Dan hasil efisiensi itu bisa masuk ke deviden,” ujarnya.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Saat ini, seluruh jajaran direksi PDTS KBS tengah dalam masa seleksi ulang oleh Pemkot. Tiga posisi penting Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional masih belum terisi. Dari total 16 pelamar, hanya 8 orang yang lolos seleksi administrasi.

Bulek berharap, proses seleksi mengedepankan efisiensi dan orientasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Jangan sampai rugi hanya karena biaya direksi yang terlalu besar. Perlu kita pelajari lagi regulasinya,” terangnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Sementara itu, Direktur Keuangan PDTS KBS, Ahmad Nahroni, menilai kekosongan tiga jabatan justru berisiko mengganggu pengelolaan.

“Kalau dua direksi saja hasilnya baik, apalagi kalau tiga lengkap. Pasti akan jauh lebih optimal,” ujar Nahroni.

Sebelumnya, PDTS KBS juga tengah mematangkan rencana kenaikan tarif masuk dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu. Kenaikan ini disebut sebagai upaya peningkatan daya saing dan kenyamanan pengunjung, seiring dengan rencana penambahan wahana dan fasilitas baru.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.