Rabu, 11 Feb 2026 08:16 WIB

FK Untag Surabaya Hadir, Cetak Dokter Patriotik Unggul dalam Penyakit Pernapasan

  • Penulis : Ading
  • | Kamis, 10 Jul 2025 12:42 WIB
FK Untag Surabaya
FK Untag Surabaya

selalu.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi meluncurkan Fakultas Kedokteran (FK) pada Rabu, 9 Juli 2025. Peluncuran digelar di Auditorium R. Soeparman Hadipranoto, Gedung Graha Wiyata Lantai 9, ditandai dengan pemindaian tangan oleh Rektor Untag, Ketua YPTA, Dekan FK, dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

 

Baca Juga: FK Untag Surabaya Ajak Pelajar Kenali Pendidikan Kedokteran lewat Campus Tour dan Demo Lab

Acara ini sekaligus menjadi tindak lanjut terbitnya SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 69/A/O/2024 tentang pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter di bawah Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.

 

Tiga tokoh nasional bidang kesehatan hadir sebagai pembicara dalam talkshow bertema "Patriot Merah Putih Mewujudkan Generasi Medis Penjaga Napas Bangsa". Mereka adalah dr. Reisa Broto Asmoro, Prof. Dr.med. Puruhito, MD, FICS, FAMM, dan Prof. dr. H.M. Dikman Angsar, SpOG(K)

 

dr. Reisa menekankan pentingnya pendidikan yang berfokus pada sistem pernapasan, mengingat tingginya beban penyakit seperti tuberkulosis, pneumonia, asma, dan kanker paru di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi medis yang mudah dipahami masyarakat.

 

Prof. Puruhito menyatakan bahwa FK Untag mengusung semangat “dokter patriotik” yang menggabungkan teknologi kedokteran seperti AI dan nanoteknologi dengan nilai kemanusiaan. Sementara itu, Prof. Dikman menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dan kebangsaan dalam membentuk dokter yang berdedikasi pada pengabdian dan kemanusiaan.

 

Dekan FK Untag Surabaya, dr. Poerwadi, Sp.B., Sp.BA., Subsp. DA (K), menyampaikan bahwa pendirian fakultas ini merupakan hasil perjuangan selama tujuh tahun. FK Untag memiliki visi menjadi fakultas kedokteran yang unggul berbasis nilai, karakter bangsa, dan berjiwa patriot. Fokus pendidikannya adalah pada kedokteran pencegahan dengan penekanan pada infeksi sistem pernapasan, khususnya pneumonia.

 

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menyebut FK sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Untag dengan ciri khas patriotisme. Ia menyatakan seluruh mahasiswa FK dididik dengan nilai-nilai nasionalisme.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir dalam peluncuran tersebut, mengapresiasi pendirian FK. Ia menyebut FK Untag sebagai kontribusi penting di tengah tingginya kebutuhan tenaga medis nasional.

 

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri, menyebut FK Untag sebagai aset strategis karena memiliki fokus riset yang berdampak. Acara peluncuran turut dihadiri oleh jajaran YPTA, sivitas akademika, kepala puskesmas dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, serta siswa dari 30 SMA se-Jawa Timur.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.