Rabu, 22 Jul 2026 18:03 WIB

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Kampung Pancasila di Seluruh RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Jul 2025 14:37 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila untuk memperkuat program Kampung Madani. Satgas ini akan bekerja di seluruh wilayah RW dengan pendekatan gotong royong, ketahanan lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.

 

Baca Juga: Potret Sukses Sistem Perlindungan Mandiri di Genteng Surabaya, Warga Sakit Dapat Rp250 Ribu

Pembentukan Satgas Kampung Pancasila diatur dalam Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 100.3.3.3/142/436.1.2/2025 yang ditetapkan pada 2 Juli 2025.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa satgas ini menjadi upaya lanjutan dalam menyempurnakan implementasi Kampung Madani. Ia menekankan pentingnya kampung berbasis RW yang mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya secara mandiri.

 

"Untuk menyempurnakan Kampung Madani, dibutuhkan kampung berbasis RW yang mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga keamanan," ujar Eri, Selasa (8/7/2025).

 

Satgas Kampung Pancasila akan bertugas membangun lingkungan RW yang aman, sehat, ramah anak, tangguh bencana, dan memperkuat solidaritas sosial. Struktur satgas melibatkan unsur RT/RW, Kader Surabaya Hebat (KSH), LPMK, Bunda PAUD, komunitas, dan perguruan tinggi.

 

Di tingkat kota, satgas diketuai oleh Kepala BPBD Surabaya. Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertindak sebagai dewan pengarah. Struktur satgas terbagi ke dalam empat bidang utama: Lingkungan, Kemasyarakatan, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

 

Di tingkat kecamatan dan kelurahan, pembentukan satgas dilakukan oleh camat dan lurah. Ketua RW bertindak sebagai ketua satgas, didampingi Danramil, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua LPMK sebagai pembina dan pengarah.

Baca Juga: Satgas Kampung Pancasila Diminta Siaga Hadapi Ancaman Banjir Nataru

 

Setiap satgas wilayah akan memiliki empat Kelompok Kerja (Pokja): Pokja Lingkungan, Pokja Kemasyarakatan, Pokja Ekonomi, dan Pokja Sosial Budaya.

 

Pokja Lingkungan bertugas melakukan edukasi pemilahan sampah, urban farming, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan kampanye pencegahan buang air besar sembarangan.

 

Pokja Kemasyarakatan fokus pada keamanan lingkungan melalui Siskamling, mitigasi bencana, pencegahan narkoba (P4GN), pembatasan jam malam anak, edukasi administrasi kependudukan, pemantauan PJU, serta kampanye kesadaran membayar PBB.

 

Baca Juga: Gerakkan 1.360 RW, Kampung Pancasila Surabaya Jadi Role Model Baru Pembangunan

Pokja Ekonomi bertugas mengidentifikasi UMKM dan warga usia produktif yang belum bekerja. Pokja ini juga mendorong pelatihan kewirausahaan, ketahanan pangan, dan distribusi bantuan untuk keluarga miskin.

 

Pokja Sosial Budaya menangani isu kesehatan ibu dan anak, deteksi dini TBC, kampanye bebas rokok, dan penguatan program PUSPAGA, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Kampung Keluarga Berkualitas, serta Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASRPA).

 

Pokja ini juga mencakup pendampingan kasus anak putus sekolah, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta intervensi terhadap rumah tidak layak huni.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.