Sabtu, 06 Jun 2026 00:08 WIB

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Kampung Pancasila di Seluruh RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Jul 2025 14:37 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila untuk memperkuat program Kampung Madani. Satgas ini akan bekerja di seluruh wilayah RW dengan pendekatan gotong royong, ketahanan lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.

 

Baca Juga: Potret Sukses Sistem Perlindungan Mandiri di Genteng Surabaya, Warga Sakit Dapat Rp250 Ribu

Pembentukan Satgas Kampung Pancasila diatur dalam Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 100.3.3.3/142/436.1.2/2025 yang ditetapkan pada 2 Juli 2025.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa satgas ini menjadi upaya lanjutan dalam menyempurnakan implementasi Kampung Madani. Ia menekankan pentingnya kampung berbasis RW yang mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya secara mandiri.

 

"Untuk menyempurnakan Kampung Madani, dibutuhkan kampung berbasis RW yang mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga keamanan," ujar Eri, Selasa (8/7/2025).

 

Satgas Kampung Pancasila akan bertugas membangun lingkungan RW yang aman, sehat, ramah anak, tangguh bencana, dan memperkuat solidaritas sosial. Struktur satgas melibatkan unsur RT/RW, Kader Surabaya Hebat (KSH), LPMK, Bunda PAUD, komunitas, dan perguruan tinggi.

 

Di tingkat kota, satgas diketuai oleh Kepala BPBD Surabaya. Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertindak sebagai dewan pengarah. Struktur satgas terbagi ke dalam empat bidang utama: Lingkungan, Kemasyarakatan, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

 

Di tingkat kecamatan dan kelurahan, pembentukan satgas dilakukan oleh camat dan lurah. Ketua RW bertindak sebagai ketua satgas, didampingi Danramil, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua LPMK sebagai pembina dan pengarah.

Baca Juga: Satgas Kampung Pancasila Diminta Siaga Hadapi Ancaman Banjir Nataru

 

Setiap satgas wilayah akan memiliki empat Kelompok Kerja (Pokja): Pokja Lingkungan, Pokja Kemasyarakatan, Pokja Ekonomi, dan Pokja Sosial Budaya.

 

Pokja Lingkungan bertugas melakukan edukasi pemilahan sampah, urban farming, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan kampanye pencegahan buang air besar sembarangan.

 

Pokja Kemasyarakatan fokus pada keamanan lingkungan melalui Siskamling, mitigasi bencana, pencegahan narkoba (P4GN), pembatasan jam malam anak, edukasi administrasi kependudukan, pemantauan PJU, serta kampanye kesadaran membayar PBB.

 

Baca Juga: Gerakkan 1.360 RW, Kampung Pancasila Surabaya Jadi Role Model Baru Pembangunan

Pokja Ekonomi bertugas mengidentifikasi UMKM dan warga usia produktif yang belum bekerja. Pokja ini juga mendorong pelatihan kewirausahaan, ketahanan pangan, dan distribusi bantuan untuk keluarga miskin.

 

Pokja Sosial Budaya menangani isu kesehatan ibu dan anak, deteksi dini TBC, kampanye bebas rokok, dan penguatan program PUSPAGA, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Kampung Keluarga Berkualitas, serta Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASRPA).

 

Pokja ini juga mencakup pendampingan kasus anak putus sekolah, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta intervensi terhadap rumah tidak layak huni.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.