Selasa, 08 Sep 2026 10:30 WIB

Pesta Miras dan Vandalisme, 44 Pemuda di Surabaya Diamankan Satpol PP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Jun 2025 13:39 WIB
Pemuda yang terjaring razia Satpol PP
Pemuda yang terjaring razia Satpol PP

selalu.id - Sebanyak 44 pemuda diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya dalam giat Asuhan Rembulan yang digelar pada Minggu (15/6/2025) dini hari.

Mereka kedapatan melakukan dua pelanggaran serius, pesta minuman keras (miras) dan aksi vandalisme di sejumlah titik kota.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Di Taman Bambu Runcing, petugas mendapati 27 pemuda tengah asyik berpesta miras. Sementara delapan orang lainnya diciduk di Jalan Simpang Dukuh dalam kondisi serupa.

“Total ada 35 pemuda yang kami amankan karena pesta miras di tiga lokasi berbeda, termasuk di Jalan Panglima Sudirman,” ungkap Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, Senin (16/6/2025).

Tak hanya itu, patroli malam juga menangkap sembilan pemuda pelaku vandalisme saat mereka tertangkap tangan mencoret-coret fasilitas umum di Jalan Pemuda Surabaya.

Dalam operasi ini, petugas turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain sembilan botol miras, dua gitar, serta dua botol cat semprot yang digunakan untuk aksi vandalisme.

Setelah diamankan, ke-44 pemuda itu dibawa ke Kantor Satpol PP Surabaya untuk didata dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) juga melakukan tes urine untuk memastikan tidak ada unsur narkoba, dan hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif.

Sebagai langkah pembinaan dan efek jera, seluruh pelanggar dijatuhi sanksi sosial berupa pembinaan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.

“Kami kirim mereka ke Liponsos agar mendapat pembinaan. Ini bagian dari upaya membina, bukan sekadar menghukum,” ujar Zaini.

Program Asuhan Rembulan merupakan inisiatif Pemkot Surabaya untuk menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, terutama di malam hari.

Baca Juga: Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Patroli dilakukan 24 jam untuk mengantisipasi berbagai aktivitas negatif seperti pesta miras, balap liar, hingga vandalisme.

Zaini menegaskan, aksi vandalisme akan menjadi fokus pengawasan, karena kerap terjadi di malam hari dan merusak wajah kota.

“Kami gencarkan patroli di titik-titik rawan. Tindakan seperti vandalisme ini harus dicegah sejak dini agar Surabaya tetap bersih dan aman,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.