Jumat, 05 Jun 2026 07:48 WIB

Cerita Kusnadi Hendak Beli Pakan Ternak hingga Tergeletak di Madura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 11:24 WIB
Kusnadi, Mantan Ketua DPRD Jawa Timur sebelum menghilang
Kusnadi, Mantan Ketua DPRD Jawa Timur sebelum menghilang

selalu.id – Misteri hilangnya mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, selama lima hari akhirnya terungkap. Ia ditemukan dalam keadaan sehat di Bangkalan, Madura, pada Senin (9/6/2025) dini hari.

 

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

Kusnadi mengaku tidak mengetahui bagaimana ia bisa sampai di Pulau Madura. Menurut pengakuannya, ia hanya berniat membeli pakan ternak sebelum akhirnya hilang kontak.

 

Anak kandung Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong, menjelaskan bahwa sang ayah ditemukan oleh seorang warga yang mengenalinya melalui pemberitaan media dan siaran radio, termasuk E100.

 

Warga tersebut lalu menghubungi Teddy dan memastikan identitas Kusnadi melalui panggilan video.

 

“Lebih ke kenapa, kok bisa sampai Madura. Saya tanya, ‘Bapak sehat atau enggak?’ Beliau jawab sehat. Tapi enggak tahu kenapa bisa sampai Madura sih,” ujar Teddy kepada selalu.id.

 

Teddy menambahkan, selama perjalanan menjemput Kusnadi dari Bangkalan ke Sidoarjo, kondisi sang ayah cukup stabil dan masih bisa diajak berbicara dengan lancar.

 

“Bisa diajak ngobrol, nyambung. Seingat beliau, Rabu kemarin dijemput orang, sekalian mau beli pakan ternak ayam. Tapi setelah itu lupa, tahu-tahu sudah di Madura,” jelasnya.

 

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Kusnadi dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6/2025). Ia terakhir terlihat di kandang ayam miliknya di Balongbendo, Sidoarjo, sekitar pukul 11.00 WIB.

 

Saat itu, Kusnadi disebut dijemput oleh tiga pria tidak dikenal, salah satunya berbicara dengan logat Madura. Menurut keterangan pegawai kandang, Kusnadi sempat ditanya apakah akan pulang malam atau menginap, namun tidak memberikan jawaban pasti.

 

“Yang ngajak bapak ke mobil logatnya logat Madura. Waktu itu sempat ditanya sama pegawai kandang, bapak pulang malam atau menginap, tapi jawabannya tidak dua-duanya,” ungkap Teddy.

 

Dari tiga pria tersebut, satu orang terlihat mengajak Kusnadi masuk ke mobil, sementara dua lainnya menunggu di sekitar lokasi. Tidak ada saksi yang mencatat ciri-ciri mereka secara rinci.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

 

Sejak Kamis (5/6), Kusnadi tidak bisa dihubungi. Telepon tidak diangkat dan pesan WhatsApp tidak dibalas. Pada Minggu pagi, ponselnya sudah tidak aktif. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balongbendo.

 

Hingga kini belum diketahui pasti apa yang terjadi setelah Kusnadi dijemput oleh tiga pria tak dikenal. Namun pihak keluarga menyatakan bersyukur Kusnadi ditemukan dalam keadaan sehat, tanpa mengalami kekerasan atau kehilangan barang.

 

“Bapak sudah ketemu, tadi sekitar jam 1 malam ada yang kirim foto bapak saya lewat video call dan saya langsung jemput dari Madura. Sekarang beliau sudah kembali di Sidoarjo. Maturnuwun buat perhatiannya kepada papa saya,” pungkas Teddy.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.