Selasa, 21 Jul 2026 19:37 WIB

Wow! Surabaya Tertinggi Kasus Baru Penderita HIV/AIDS se-Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Jan 2022 17:10 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Surabaya menjadi kota dengan kasus baru HIV/AIDS tertinggi se-Jawa Timur 2021. Hal ini berdasar data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Dinkes Jatim mencatat sebanyak 323 pasien AIDS baru di Kota Surabaya, disusul Kabupaten Banyuwangi 186, dan Jember sebanyak 174.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono, mengingatkan Dinkes Kota Surabaya untuk segera melakukan penanganan, agar kasus HIV/AIDS tidak kembali merebak.

Apalagi di tahun 2030 mempunyai target three zero Artinya tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada diskriminasi di tahun 2030.

"Saya menilai bahwa Informasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS pada masa pandemi ini tidak berjalan dengan baik, terutama pendidikan seksual untuk anak-anak sekolah,"ujar Tjutjuk, Selasa (18/1/2022).

Tjutjuk mengaku, dirinya memahami fokus utama Dinkes Kota Surabaya yakni penanganan Covid-19. Namun menurutnya bukan berarti Pemerintah lalai atau mengesampingkan permasalah lainnya. Apalagi kasus HIV/AIDS di Kota Surabaya ini tertinggi di Jawa Timur.

"Ya memahami sekarang fokus utama penanganan Covid-19. Tapi ini kasus HIV/AIDS di Surabaya naik. Jadi jangan sampai kesampingkan yang juga menjadi hal utama. Harus balance (seimbang)," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Bahkan, dari laporan Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI, selama pandemi Covid-19 tahun 2020, telah terdeteksi 50.626 kasus HIV/AIDS. Angka ini berpotensi lebih tinggi.

Pasalnya estimasi kasusnya adalah sebanyak 640.000. Kasus yang tidak terdeteksi ini dapat menjadi rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual yang berisiko.

Tercatat kasus HIV tertinggi adalah umur 20-29 tahun. Maka, dari sini bisa dilihat bahwa penularan HIV sudah terjadi pada masa remaja atau anak yang umurnya kurang dari 20 tahun.

"Jadi bisa dikatakan bahwa pendidikan seksual sejak dini yang kurang efektif dan juga kurang didukung oleh media massa. Terutama terkait penggunaan kontrasepsi yang menyebabkan kebijakan kita menjadi tidak tegas dan terkesan abu-abu," paparnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Oleh karena itu Tjutjuk meminta Dinkes dan Dispendik Kota Surabaya untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah sebagai cara pencegahan kasus.

Karena usia remaja terutama anak-anak sangat rentan untuk berhubungan diluar nikah atau mendapatkan tindakan diskriminasi, pelecehan atau kekerasan seksual.

"Perlu digencarkan sosialisasi ini. Tidak hanya untuk mengurangi angka HIV, namun juga untuk mematahkan stigma dan diskriminasi pada ODHA”pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.