Rabu, 04 Feb 2026 00:31 WIB

Wow! Surabaya Tertinggi Kasus Baru Penderita HIV/AIDS se-Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Jan 2022 17:10 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Surabaya menjadi kota dengan kasus baru HIV/AIDS tertinggi se-Jawa Timur 2021. Hal ini berdasar data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Dinkes Jatim mencatat sebanyak 323 pasien AIDS baru di Kota Surabaya, disusul Kabupaten Banyuwangi 186, dan Jember sebanyak 174.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono, mengingatkan Dinkes Kota Surabaya untuk segera melakukan penanganan, agar kasus HIV/AIDS tidak kembali merebak.

Apalagi di tahun 2030 mempunyai target three zero Artinya tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada diskriminasi di tahun 2030.

"Saya menilai bahwa Informasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS pada masa pandemi ini tidak berjalan dengan baik, terutama pendidikan seksual untuk anak-anak sekolah,"ujar Tjutjuk, Selasa (18/1/2022).

Tjutjuk mengaku, dirinya memahami fokus utama Dinkes Kota Surabaya yakni penanganan Covid-19. Namun menurutnya bukan berarti Pemerintah lalai atau mengesampingkan permasalah lainnya. Apalagi kasus HIV/AIDS di Kota Surabaya ini tertinggi di Jawa Timur.

"Ya memahami sekarang fokus utama penanganan Covid-19. Tapi ini kasus HIV/AIDS di Surabaya naik. Jadi jangan sampai kesampingkan yang juga menjadi hal utama. Harus balance (seimbang)," tegasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Bahkan, dari laporan Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI, selama pandemi Covid-19 tahun 2020, telah terdeteksi 50.626 kasus HIV/AIDS. Angka ini berpotensi lebih tinggi.

Pasalnya estimasi kasusnya adalah sebanyak 640.000. Kasus yang tidak terdeteksi ini dapat menjadi rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual yang berisiko.

Tercatat kasus HIV tertinggi adalah umur 20-29 tahun. Maka, dari sini bisa dilihat bahwa penularan HIV sudah terjadi pada masa remaja atau anak yang umurnya kurang dari 20 tahun.

"Jadi bisa dikatakan bahwa pendidikan seksual sejak dini yang kurang efektif dan juga kurang didukung oleh media massa. Terutama terkait penggunaan kontrasepsi yang menyebabkan kebijakan kita menjadi tidak tegas dan terkesan abu-abu," paparnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Oleh karena itu Tjutjuk meminta Dinkes dan Dispendik Kota Surabaya untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah sebagai cara pencegahan kasus.

Karena usia remaja terutama anak-anak sangat rentan untuk berhubungan diluar nikah atau mendapatkan tindakan diskriminasi, pelecehan atau kekerasan seksual.

"Perlu digencarkan sosialisasi ini. Tidak hanya untuk mengurangi angka HIV, namun juga untuk mematahkan stigma dan diskriminasi pada ODHA”pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.