Rabu, 21 Okt 2026 03:34 WIB

Penipuan Berkedok UMKM di Surabaya: 14 Pedagang Rugi Rp210 Juta

Beberapa korban UMKM yang melapor ke Polres Surabaya
Beberapa korban UMKM yang melapor ke Polres Surabaya

selalu.id – Kota Surabaya kembali digegerkan oleh kasus penipuan yang melibatkan oknum pegawai negeri sipil (PNS).  Kali ini, 14 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp 210 juta.  Modus yang digunakan pelaku adalah memanfaatkan program pinjaman dana UMKM untuk menjebak para korban.

Pelaku utama, Bramasta Ariza Riyaldi, yang mengaku sebagai tangan kanan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menjalankan aksinya bersama dua kaki tangannya, Joko, seorang pengusaha, dan Rengga Pramadika Akbar, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya sekaligus putra Kepala Kelurahan Sememi.  Ketiga pelaku telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan STTLPM/22/I/2025/SPKKT/POLRESTABES SURABAYA atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Kasus ini bermula dari sosialisasi program pinjaman dana UMKM yang digelar pada 31 Oktober 2024 di kantor Kelurahan Sememi.  Bramasta, yang bertindak sebagai moderator, meyakinkan para peserta bahwa program tersebut merupakan inisiatif Wali Kota dan menawarkan bantuan pendanaan bagi UMKM setempat.  Ia dibantu oleh Joko dan Rengga yang berperan meyakinkan para korban.

Salah satu korban, Ardi Sumarta, bersama istrinya Febrianti, menceritakan kronologi kejadian.  "Awalnya kami percaya karena sosialisasi dilakukan di kantor kelurahan dan yang menjelaskan mengaku sebagai PNS Pemkot," ujar Ardi. 

Para korban kemudian diminta mendownload aplikasi Kredivo dan ShopeePay.  Yang mengejutkan,  handphone para korban dikuasai oleh Bramasta dan kawan-kawan selama proses registrasi dan pengisian PIN aplikasi tersebut.

Lebih lanjut, Ardi menjelaskan bahwa pelaku mengklaim Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aplikasi pinjaman online tersebut untuk verifikasi pengajuan pinjaman UMKM.  "Setelah registrasi selesai, kami disuruh menunggu.  Namun, pada akhir November dan Desember 2024, muncul tagihan di handphone kami," tambahnya. 

Ternyata, limit di aplikasi belanja online tersebut telah dibobol oleh para pelaku, dan angsuran bulanan dibebankan kepada para korban.  Akibatnya, nama baik para korban di dunia perbankan tercoreng, dan mereka terpaksa membayar tagihan meskipun uangnya telah digelapkan.

Kasus ini telah ditangani oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.  Ketiga pelaku dan 14 korban telah dipertemukan dalam sebuah mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.  Para pelaku mengakui kesalahannya dan berjanji akan mengganti kerugian para korban.  Namun, hingga saat ini, janji tersebut belum ditepati.  Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian penipuan ini.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto, belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini, dan meminta konfirmasi lebih lanjut ke Unit Jatanras.  Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran akan semakin maraknya penipuan yang melibatkan oknum PNS.  Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan bagi para korban.  Kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap penipuan yang berkedok program pemerintah.

Baca Juga: Karang Taruna Trisula Padangasri Mojokerto Lolos Verifikasi Nasional, Andalkan Kopi Excelsa, Helm dan Jok

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.