Jumat, 05 Jun 2026 00:00 WIB

Luluk Tekankan Pentingnya Partisipasi Warga Jelang Pencoblosan di Jombang

Luluk Nur Hamidah
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah,  menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan rakyat jelang Pemilu 2024. Pada Rabu (27/11/2024), Luluk menyambangi sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, untuk menyapa warga sebelum melakukan pencoblosan.

Kehadiran Luluk di TPS disambut antusias oleh masyarakat.  Dengan senyum ramah, ia menyapa para pemilih dan petugas yang tengah bertugas. Luluk berbincang santai dengan warga, menanyakan kondisi mereka, serta mendengarkan cerita keseharian mereka.

"Saya ingin memastikan bahwa semua berjalan lancar dan masyarakat merasa nyaman saat menggunakan hak pilihnya," ujar Luluk di sela-sela kunjungannya.

Luluk menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan masa depan Jawa Timur. Ia melihat Pemilu sebagai ajang untuk merajut kembali semangat kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman. "Setiap suara yang diberikan oleh warga dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Jawa Timur," harapnya.

Selama perjalanannya mengelilingi TPS, Luluk tidak hanya sekadar bertegur sapa, tetapi juga menyempatkan diri mendengarkan cerita dan keluh kesah warga mengenai berbagai hal. Warga yang hadir tampak sangat terbuka dan mengapresiasi kedatangan Luluk yang memang sudah lama dikenal dekat dengan mereka.

"Saya bukan hanya ingin menjadi pemimpin yang ada di atas sana, tapi juga ingin berada di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan dan merasakan apa yang mereka rasakan," jelas Luluk.

Luluk juga meluangkan waktu untuk berbincang dengan petugas TPS. Ia mengapresiasi kerja keras mereka yang memastikan jalannya pemilu berjalan dengan lancar.

"Petugas TPS ini adalah ujung tombak demokrasi kita. Terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya," katanya.

Kedekatan Luluk dengan rakyat bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PP LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama).  Luluk juga pernah menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Luluk memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk gelar Master di bidang Ilmu Sosiologi dari Universitas Indonesia dan gelar Master di bidang Kebijakan Publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Kunjungan Luluk ke TPS di Jombang ini menjadi bukti bahwa ia tidak hanya sekadar calon pemimpin, tetapi juga pribadi yang sangat menghargai dan memahami kebutuhan serta harapan rakyat. Dengan kedekatannya ini, Luluk menunjukkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, komunikasi dan hubungan yang erat dengan rakyat adalah kunci utamanya.

Baca Juga: Capai 70,06 Persen, Partisipasi Pemilih Pilgub Jatim 2024 Lebih Tinggi dari Nasional

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.