Rabu, 30 Sep 2026 21:29 WIB

Pemajuan Kebudayaan Jatim Perlu Inovasi dan Aktif Kolaborasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Sep 2024 13:20 WIB
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur

selalu.id - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menggagas kegiatan Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur, di Balai Pemuda Surabaya, pada Kamis (12/9/2024).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan bahwa Diskusi tentang pemajuan kebudayaan merupakan hal yang sangat strategis karena pemajuan kebudayaan merupakan amanah dari konstitusi.

”Dalam pelaksanaan Pemajuan Kebudayaan kita perlu berinovasi, agar tetap relevan bagi generasi sekarang dan yang akan datang, perlu pelibatan masyarakat, dimana peran pemerintah sekarang seharusnya menjadi fasilitator, lalu kreativitas dan dilakukan secara berkolaborasi,” ujar Hilmar Farid. 

Selain itu, Hilmar Farid juga menyampaikan tentang perubahan iklim yang saat ini sudah terjadi. Menurutnya ke budayaan harus ikut berkontribusi untuk melestarikan lingkungan.

“Karena kita semua tahu bahwa kebudayaan kita terbentuk salah satunya karena interaksi manusia dengan alam lingkungannya. Jika alam atau lingkungan dalam kondisi baik maka manusia dan kebudayaan dapat tumbuh baik dan diharapkan nantinya kebudayaan dapat maju untuk berkontribusi agar lingkungan atau alam tetap baik,” bebernya. 

Diskusi ini diisi dengan pemaparan dari Kukuh Yudha Karnanta, Sri Endah Kinasih, dan Andi Malewa serta pentas Eksresi Jaranan dari Sanggar Kudha Manggala dari Tulungagung dan Ludruk Remaja dari PPST SMP Negeri 4 Malang. 

Sementara Endah Budi Heryani, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, ia menegaskan perlunya kolaborasi dan sinergitas dalam pemajuan kebudayaan dengan frame pemikiran semua pihak untuk saling berkomunikasi, berpartisipasi dan pelibatan aktif.

"Semua pihak harus terhubung dan terkoordinasi, serta pemajuan kebudayaan dilakukan dengan semangat gotong royong atau kerja bersama." urainya.

Endah juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bergerak dan berupaya untuk pemajuan kebudayaan khususnya di Jawa Timur. 

Diskusi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggerakkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan pentingnya memajukan kebudayaan Jawa Timur. 

"Dengan berpedoman pada Pembukaan UUD 1945 dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai masa lalu, tetapi juga sebagai sumber daya yang potensial untuk membangun masa depan,” tutup Endah.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Editor : Ading
Berita Terbaru

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anas meminta pengawasan internal di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat. Jangan cuma setelah ada kejadian.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.