Sabtu, 06 Jun 2026 16:19 WIB

Pemajuan Kebudayaan Jatim Perlu Inovasi dan Aktif Kolaborasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Sep 2024 13:20 WIB
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur

selalu.id - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menggagas kegiatan Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur, di Balai Pemuda Surabaya, pada Kamis (12/9/2024).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan bahwa Diskusi tentang pemajuan kebudayaan merupakan hal yang sangat strategis karena pemajuan kebudayaan merupakan amanah dari konstitusi.

”Dalam pelaksanaan Pemajuan Kebudayaan kita perlu berinovasi, agar tetap relevan bagi generasi sekarang dan yang akan datang, perlu pelibatan masyarakat, dimana peran pemerintah sekarang seharusnya menjadi fasilitator, lalu kreativitas dan dilakukan secara berkolaborasi,” ujar Hilmar Farid. 

Selain itu, Hilmar Farid juga menyampaikan tentang perubahan iklim yang saat ini sudah terjadi. Menurutnya ke budayaan harus ikut berkontribusi untuk melestarikan lingkungan.

“Karena kita semua tahu bahwa kebudayaan kita terbentuk salah satunya karena interaksi manusia dengan alam lingkungannya. Jika alam atau lingkungan dalam kondisi baik maka manusia dan kebudayaan dapat tumbuh baik dan diharapkan nantinya kebudayaan dapat maju untuk berkontribusi agar lingkungan atau alam tetap baik,” bebernya. 

Diskusi ini diisi dengan pemaparan dari Kukuh Yudha Karnanta, Sri Endah Kinasih, dan Andi Malewa serta pentas Eksresi Jaranan dari Sanggar Kudha Manggala dari Tulungagung dan Ludruk Remaja dari PPST SMP Negeri 4 Malang. 

Sementara Endah Budi Heryani, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, ia menegaskan perlunya kolaborasi dan sinergitas dalam pemajuan kebudayaan dengan frame pemikiran semua pihak untuk saling berkomunikasi, berpartisipasi dan pelibatan aktif.

"Semua pihak harus terhubung dan terkoordinasi, serta pemajuan kebudayaan dilakukan dengan semangat gotong royong atau kerja bersama." urainya.

Endah juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bergerak dan berupaya untuk pemajuan kebudayaan khususnya di Jawa Timur. 

Diskusi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggerakkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan pentingnya memajukan kebudayaan Jawa Timur. 

"Dengan berpedoman pada Pembukaan UUD 1945 dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai masa lalu, tetapi juga sebagai sumber daya yang potensial untuk membangun masa depan,” tutup Endah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

pPristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.