Minggu, 01 Feb 2026 17:12 WIB

Mantan Rektor Unair Tolak Keputusan Pencopotan Prof. BUS

Prof Purohito
Prof Purohito

selalu.id - Mantan rektor Universitas Airlangga  (Unair), Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV menolak keputusan rektor yang menyatakan bahwa Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau yang akrab disapa Prof.BUS ini diberhentikan mendadak dari jabatannya secara tidak wajar.

"Sebagai Dekan secara mendadak tanpa suatu sebab yang kita ketahui tidak ada yang mendukung bahwa dia harus dipecat. Kita menuntut agar jabatan beliau bisa dikembalikan lagi memimpin FK ini sampai berakhirnya masa jabatan beliau gak lama lagi, jadi buat apa sih kita harus bersusah payah," terang Prof. Puruhito kepada awak media, Kamis (4/7/2024).

Menurut Puruhito, sosok Prof.BUS adalah bapak yang telah membawa pihak semuanya sampai sejauh ini. Ia pun tidak bicara secara pribadi, tapi seluruh komponen fakultas kedokteran mahasiswa maupun namanya ke dunia yang lebih baik internasional yang bereputasi.

"Prof.BUS justru membuat nama Unair jadi naik, jadi mengapa rektor yang sekarang justru membunuh seseorang di kalangannya yang sebetulnya membawa nama Unair jadi baik," tegasnya.

Ia pun berharap nama beliau dikembalikan nama baiknya sebagai orang yang betul-betul konsen terhadap pendidikan dokter indonesia, memproduksi dokter yang baik. "Dan sampai sekarang terbukti kita termasuk fakultas kedokteran tertinggi, menurut saya ya tidak harus nomor satu kadang nomor dua tergantung tahunnya," ungkapnya.

Saat disinggung terkait sesuai pasal 53 ? Puruhito juga membenarkan, bahwa dari Statuta tidak sesuai dari PerPres yang ada tidak sesuai. "Saya sebutkan lima syarat pemberhentian dekan itu, namun beliau sama sekali tidak memenuhi satu pun syarat itu, jadi kenapa harus dicopot dari jabatannya?" Sindirnya.

Terkait dengan ucapan Prof. Hafid saat orasi ditengah-tengah masa demonstran yang menyebut akan ada mogok ngajar dan belajar baik dari dosen maupun mahasiswa FK Unair, Puruhito mengatakan, bahwa ini menjadi persepsi dari masing-masing. "Tentunya, tergantung persepsi masing-masing, sebab kami sebagai guru ingin terus memberi pelajaran pada mahasiswa kalau saya disuruh mogok sulit kasihan pasien dan nama kita justru akan jatuh," jelasnya.

Baca Juga: Disertasi Doktor Unair Ungkap Disharmonisasi Pengaturan Hak Atas Tanah Pasca UU Cipta Kerja

Sejauh mungkin, lanjut ia mengatakan, pihaknya menghindari aksi-aksi yang menentang kebijakan pemerintah. "Kita tetap mendukung pemerintah, artinya membuat pendidikan lebih baik, melaksanakan pendidikan tidak justru membatalkan atau membuat pendidikan tidak berjalan jangan sampai itu terjadi," sambungnya

Baca Juga: Kapolres Tuban AKBP Wiliam Tanasale Dicopot! Ini Dugaan Kasusnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.