Selasa, 21 Jul 2026 02:35 WIB

Mantan Rektor Unair Tolak Keputusan Pencopotan Prof. BUS

Prof Purohito
Prof Purohito

selalu.id - Mantan rektor Universitas Airlangga  (Unair), Prof Dr Med Puruhito dr SpB(K) TKV menolak keputusan rektor yang menyatakan bahwa Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau yang akrab disapa Prof.BUS ini diberhentikan mendadak dari jabatannya secara tidak wajar.

"Sebagai Dekan secara mendadak tanpa suatu sebab yang kita ketahui tidak ada yang mendukung bahwa dia harus dipecat. Kita menuntut agar jabatan beliau bisa dikembalikan lagi memimpin FK ini sampai berakhirnya masa jabatan beliau gak lama lagi, jadi buat apa sih kita harus bersusah payah," terang Prof. Puruhito kepada awak media, Kamis (4/7/2024).

Menurut Puruhito, sosok Prof.BUS adalah bapak yang telah membawa pihak semuanya sampai sejauh ini. Ia pun tidak bicara secara pribadi, tapi seluruh komponen fakultas kedokteran mahasiswa maupun namanya ke dunia yang lebih baik internasional yang bereputasi.

"Prof.BUS justru membuat nama Unair jadi naik, jadi mengapa rektor yang sekarang justru membunuh seseorang di kalangannya yang sebetulnya membawa nama Unair jadi baik," tegasnya.

Ia pun berharap nama beliau dikembalikan nama baiknya sebagai orang yang betul-betul konsen terhadap pendidikan dokter indonesia, memproduksi dokter yang baik. "Dan sampai sekarang terbukti kita termasuk fakultas kedokteran tertinggi, menurut saya ya tidak harus nomor satu kadang nomor dua tergantung tahunnya," ungkapnya.

Saat disinggung terkait sesuai pasal 53 ? Puruhito juga membenarkan, bahwa dari Statuta tidak sesuai dari PerPres yang ada tidak sesuai. "Saya sebutkan lima syarat pemberhentian dekan itu, namun beliau sama sekali tidak memenuhi satu pun syarat itu, jadi kenapa harus dicopot dari jabatannya?" Sindirnya.

Terkait dengan ucapan Prof. Hafid saat orasi ditengah-tengah masa demonstran yang menyebut akan ada mogok ngajar dan belajar baik dari dosen maupun mahasiswa FK Unair, Puruhito mengatakan, bahwa ini menjadi persepsi dari masing-masing. "Tentunya, tergantung persepsi masing-masing, sebab kami sebagai guru ingin terus memberi pelajaran pada mahasiswa kalau saya disuruh mogok sulit kasihan pasien dan nama kita justru akan jatuh," jelasnya.

Baca Juga: Kapolres Tuban AKBP Wiliam Tanasale Dicopot! Ini Dugaan Kasusnya

Sejauh mungkin, lanjut ia mengatakan, pihaknya menghindari aksi-aksi yang menentang kebijakan pemerintah. "Kita tetap mendukung pemerintah, artinya membuat pendidikan lebih baik, melaksanakan pendidikan tidak justru membatalkan atau membuat pendidikan tidak berjalan jangan sampai itu terjadi," sambungnya

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.