Jumat, 05 Jun 2026 09:43 WIB

KH Marzuki Mustamar Dipastikan Maju Bursa Ketum PBNU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Des 2021 12:44 WIB
Pendukung KH Marzuki Mustamar yang berasal dari lintas daerah semakin solid menjelang pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar 34 NU.
Pendukung KH Marzuki Mustamar yang berasal dari lintas daerah semakin solid menjelang pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar 34 NU.

selalu.id - Dinamika jelang pemilihan Rais Aam melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menarik. Di menit akhir tempat pemilihan pun dipindahkan dari Ponpes Darussa'adah Lampung Tengah ke Bandar Lampung.

Kejutan pun terjadi menjelang pemilihan. Bursa ketua umum semakin terbuka dan cair, tak lagi didominasi dua nama yang sudah muncul ke permukaan, yakni KH Said Aqil Siroj dan Gus Yahya Cholil Staquf.

Baca Juga: ‎Fun Walk Harlah Ansor-Fatayat NU, Ribuan Warga Padati Alun-alun Kraksaan Probolinggo

Dua nama baru yang hampir dapat dipastikan lolos persyaratan pencalonan ketum PBNU adalah KH As'ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar. Bahkan koordinator pendukung KH Marzuki Mustamar, KH Nur Cholis meyakini munculnya nama ketua PWNU Jatim bakal membuat kejutan karena berpeluang menang.

Baca Juga: Sidang Pleno Muktamar NU ke-34 di Lampung Diwarnai Kericuhan

"PC - PC sudah mulai merapat dengan kita, dan Insya Allah ada kejutan besar. Pada hari ini Kiai Marzuki Mustamar akan memperoleh kemenangan dan Insya Allah m menjadi ketum PBNU 2021-2026," jelas KH Nur Cholis.

Baca Juga: Halal Bihalal di Tengah Suksesi Pengurus PCNU Jember, Nama Gus Sikin Menguat

Lebih jauh pengasuh Ponpes Metal Moeslim Al Hidayat Pasuruan ini menjelaskan, bahwa untuk sekedar lolos persyaratan pencalonan, Kiai Marzuki bisa dipastikan lolos karena dukungan sudah melebihi persyaratan.

"Kita ikhtiar untuk menang, kalau kita bisa bilang dari keempat calon insya Allah kita bisa unggul sekitar 35 persen dari keempat calon," beber KH Nur Cholis.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Kelebihan KH Marzuki Mustamar dibanding kandidat yang lain, lanjut KH Nur Cholis adalah beliau lahir dari bawah, mulai ketua ranting kemudian ketua MWC, lalu ke ketua PCNU Kota Malang, kemudian menjadi ketua PWNU Jatim.

"Karakter yang dimiliki pemimpin NU itu betul-betul memahami karakter bawah sampai atas. Beliau tak hanya paham kultur tapi juga struktur," Kedua beliau diterima di seluruh lapisan sehingga irisan-irisan NU yang sudah keluar dari NU secara organisasi, mereka akan kembali kepada NU karena mereka paham dan memahami bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh ketua umum NU," pungkas kiai muda yang akrab disapa Gus Cholis itu. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.