Kamis, 04 Jun 2026 14:58 WIB

Kuliner Selalu

Kong Djie dan Tung Tau Tawarkan Sensasi Ngopi di Tahun 40-an

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Des 2021 10:47 WIB
kedai Kopi Kong Djie
kedai Kopi Kong Djie

selalu.id - Bagi penikmat kopi nampaknya tidak lengkap jika belum mencicipi kopi-kopi racikan tradisional yang bertahan hingga sekarang. Racikan kopi tradisional tersebut memiliki kekhasan di tiap daerahnya. Seperti Kopi Kong Djie dan Kopi Tung Tau yang terkenal berasal dari Bangka Belitung sejak tahun 1943 dan 1938.

Tak hanya rasa kopi yang berbeda, tapi cara unik penyeduhanlah yang membuat kopi-kopi tradisional tersebut memiliki rasa berbeda, ditambah dengan penyajian yang unik, membuat penasaran untuk dicoba.

Baca Juga: Kopi Campur Bir? Ini Dia Coffee Blonde yang Hadir di Surabaya

Baca Juga: Pulau Belitong, Tawarkan Lanskap Indah Pantai dengan Batu Granit Menjulang

Seperti Kopi Kong Djie yang sudah berdiri sejak 1943 di Bangka Belitung. Dengan menu andalan kopi hitam dan kopi susu, pembeli akan merasakan sensasi racikan kopi tradisional dengan teknik penyeduhan yang sudah diwariskan secara turun-temurun, membuat aroma khas kopi yang dijamin tidak didapatkan di tempat lain.

Kopi Kong Djie awal buka di Bangka Belitung pada tahun 1943 silam dan kini sudah memiliki memiliki beberapa cabang di kota-kota besar termasuk Jakarta.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, BI Gelar Java Coffee Culture 2022

Jika berjalan-jalan di Bangka Belitung, sepertinya harus menyempatkan mampir mencicipi kopi ini. Selain resep penyeduhan tradisonal, kita juga akan disuguhi pemandangan perabot lama yang masih digunakan sampai saat ini.

Baca Juga: Buka Gerai Baru, Historisma Mulai Mengepung DKI Jakarta

Sama halnya dengan Kopi Kong Djie, Kopi Tung Tau juga menawarkan rasa tradisional kopi dengan teknik penyeduhan yang diwariskan sejak 1938. Kopi Tung Tau yang memiliki gerai awal di Pangkal Pinang ini menawarkan menu andalan kopi susu dengan aroma yang khas. Dengan harga yang terjangkau, kita bisa menikmati kopi sembari menikmati suasana masa lalu.

Seakan naik lorong waktu, kita serasa minum kopi dengan suasana di tahun 40 an. Asyik bukan. so...silahkan datang dan bernostalgia dengan kopi. (FDB/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.