Minggu, 06 Sep 2026 18:42 WIB

Kuliner Selalu

Kong Djie dan Tung Tau Tawarkan Sensasi Ngopi di Tahun 40-an

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Des 2021 10:47 WIB
kedai Kopi Kong Djie
kedai Kopi Kong Djie

selalu.id - Bagi penikmat kopi nampaknya tidak lengkap jika belum mencicipi kopi-kopi racikan tradisional yang bertahan hingga sekarang. Racikan kopi tradisional tersebut memiliki kekhasan di tiap daerahnya. Seperti Kopi Kong Djie dan Kopi Tung Tau yang terkenal berasal dari Bangka Belitung sejak tahun 1943 dan 1938.

Tak hanya rasa kopi yang berbeda, tapi cara unik penyeduhanlah yang membuat kopi-kopi tradisional tersebut memiliki rasa berbeda, ditambah dengan penyajian yang unik, membuat penasaran untuk dicoba.

Baca Juga: Kopi Campur Bir? Ini Dia Coffee Blonde yang Hadir di Surabaya

Baca Juga: Pulau Belitong, Tawarkan Lanskap Indah Pantai dengan Batu Granit Menjulang

Seperti Kopi Kong Djie yang sudah berdiri sejak 1943 di Bangka Belitung. Dengan menu andalan kopi hitam dan kopi susu, pembeli akan merasakan sensasi racikan kopi tradisional dengan teknik penyeduhan yang sudah diwariskan secara turun-temurun, membuat aroma khas kopi yang dijamin tidak didapatkan di tempat lain.

Kopi Kong Djie awal buka di Bangka Belitung pada tahun 1943 silam dan kini sudah memiliki memiliki beberapa cabang di kota-kota besar termasuk Jakarta.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, BI Gelar Java Coffee Culture 2022

Jika berjalan-jalan di Bangka Belitung, sepertinya harus menyempatkan mampir mencicipi kopi ini. Selain resep penyeduhan tradisonal, kita juga akan disuguhi pemandangan perabot lama yang masih digunakan sampai saat ini.

Baca Juga: Buka Gerai Baru, Historisma Mulai Mengepung DKI Jakarta

Sama halnya dengan Kopi Kong Djie, Kopi Tung Tau juga menawarkan rasa tradisional kopi dengan teknik penyeduhan yang diwariskan sejak 1938. Kopi Tung Tau yang memiliki gerai awal di Pangkal Pinang ini menawarkan menu andalan kopi susu dengan aroma yang khas. Dengan harga yang terjangkau, kita bisa menikmati kopi sembari menikmati suasana masa lalu.

Seakan naik lorong waktu, kita serasa minum kopi dengan suasana di tahun 40 an. Asyik bukan. so...silahkan datang dan bernostalgia dengan kopi. (FDB/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.