Rabu, 30 Sep 2026 04:21 WIB

PDIP Jatim Klaim Tak Pernah Rayu Khofifah Maju Pilgub 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Jun 2024 15:14 WIB
Foto: Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono alias Kanang
Foto: Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono alias Kanang

selalu.id - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengaku tidak pernah merayu bakal calon Gubernur (Bacawagub) Khofifah Indar Parawansa terkait keturut sertaannya di Pilgub 2024.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono alias Kanang, saat DPD PDIP Jatim melakukan pertemuan dengan DPW PAN untuk membahas Pilkada 2024 di Rumah PAN Jatim, Surabaya, Selasa (4/6/2024) malam

Kanang mengaku PDIP saat ini masih belum menentukan pilihan siapa bakal diusung sebagai calon gubernur. Justru DPD PDIP lebih fokus untuk calon kepala daerah.

“Kami tidak pernah merayu khofifah, untuk apa dirayu? Jadi apa? Konsentrasi kami justru ada di Pilkada daerah,” ungkatpnya.

Selain itu, Kanang menyampaikan DPD PDIP Jatim belum ada berkomunikasi dengan mantan Gubernur Jatim 2019-2024 itu. Justru yang lebih berkomunikasi ke para anggota DPRD Jatim.

“Kalau buntu si tidak, karena komunikasi masih jalan tetapi dalam artian teman-teman dewan. Kalau untuk pilgub belum ada,” terangnya.

Padahal sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah sempat melontarkan bahwa pihaknya sedang merayu Khofifah. Bahkan, beberapakali bertemu intens dengan mantan orang nomor satu di Jawa Timur itu.

Menanggapi itu pun, Kanang enggan banyak berkomentar. Ia menyuruh untuk bertanya ke pihak DPP PDI Perjuangan.

“Itu ke pak Said, atau ke ke DPP,” katanya.

Sisi lain, lanjut Kanang, bahwa partainya masih sangat terbuka dengan pihak manapun yang ingin membangun koalisi di Pilkada Jatim. Khususnya dengan PAN.

Bahkan, akhir-akhir ini PDIP Jatim tengah intens melakukan komunikasi politik dengan PAN soal Pilgub Jatim dan Pilkada Kabupaten/Kota di Jatim.

Meski pihaknya tahu PAN telah menyerahkan rekomendasi atau SK dukungan ke Khofifah-Emil.

“Masih mungkin (berkoalisi dengan PAN di Pilkada Jatim) karena (pembicaraan) tadi ini kami pending. Ketika kami pending memungkinkan menjadi (memunculkan) rivalnya Khofifah. Itu semua mungkin, dinamika politik luar biasa,” pungkasnya.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.