Kamis, 20 Agu 2026 01:44 WIB

Pasar Simo Surabaya Kini Tertib, Bila Bandel Sanksi Tegas Menanti

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Jul 2026 20:06 WIB
Pasar Simo Surabaya (Dok. Satpol PP Surabaya).
Pasar Simo Surabaya (Dok. Satpol PP Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan Pasar Tumpah Asem atau Pasar Simo pascapenataan ratusan pedagang kaki lima (PKL).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan yang sebelumnya semrawut tetap tertib dan tidak kembali dipenuhi aktivitas berdagang di badan jalan maupun trotoar.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Pengawasan dilakukan secara rutin oleh Kecamatan Sukomanunggal bersama Satpol PP Surabaya melalui patroli, edukasi kepada pedagang, hingga penempatan pos pengamanan di lokasi.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Surabaya, Mudita, menegaskan pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada pedagang yang kembali berjualan di lokasi yang telah ditertibkan.

“Upaya yang dilakukan Satpol PP untuk mengantisipasi PKL kembali berjualan di lokasi yang sudah tertib antara lain dengan penempatan pos pengamanan dan patroli rutin,” jelasnya.

Mudita menambahkan, apabila masih ditemukan PKL yang kembali beraktivitas di lokasi terlarang, petugas akan melakukan penertiban disertai penindakan hukum.

“Apabila di lokasi yang telah dilakukan penertiban terdapat PKL yang kembali beraktivitas, maka akan dilakukan penertiban dan penindakan dengan pemberian sanksi tindak pidana ringan (tipiring),” tegasnya.

Tak hanya di Pasar Simo, pengawasan juga diperluas ke sejumlah kawasan lain seperti Kalitebu, Kaliwaron, dan Pandegiling guna memastikan jalur protokol tetap bebas dari PKL maupun parkir liar yang memanfaatkan fasilitas pedestrian.

Sementara itu, Camat Sukomanunggal Dwi Anggara Widya Sukma menjelaskan, penataan dilakukan karena selama bertahun-tahun aktivitas perdagangan di Pasar Tumpah Asem telah meluber hingga badan jalan dan trotoar.

Baca Juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

Sebelum ditertibkan, sekitar 300 pedagang berjualan di sepanjang Jalan Simo Kalangan dan Jalan Simo Magersari, bahkan berlangsung hampir selama 24 jam.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu belum optimalnya fungsi sejumlah pasar di kawasan itu. Banyak lapak kosong dan fasilitas pasar mengalami kerusakan sehingga pedagang memilih berjualan di ruang publik.

Sebagai solusi, Pemkot Surabaya telah merelokasi 322 pedagang ke sejumlah lokasi resmi, di antaranya Pasar Simo, Pasar Simo Gunung, Pasar Simomulyo, Sentra Wisata Kuliner (SWK), pasar swasta, hingga aset milik Pemkot di kawasan Simorejo Timur.

“Kami tidak melarang warga berdagang. Namun, aktivitas usaha harus dilakukan di tempat yang sesuai peruntukannya agar tidak mengganggu kepentingan umum dan fungsi jalan,” papar Dwi.

Ia menyebut hasil penataan mulai terlihat. Jalan dan trotoar yang sebelumnya dipenuhi lapak kini kembali steril sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan pejalan kaki dapat memanfaatkan trotoar sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan para pedagang tidak kembali menggunakan ruang publik sebagai lokasi berjualan.

Pantauan di lokasi juga menunjukkan kawasan Pasar Simo kini jauh lebih tertata. Tidak terlihat lagi lapak yang meluber ke badan jalan maupun trotoar, sementara kendaraan roda dua dan roda empat dapat melintas tanpa hambatan.

Salah seorang warga, Andhi, mengaku merasakan langsung dampak penataan tersebut. Menurutnya, kawasan yang sebelumnya kerap macet kini jauh lebih nyaman dilalui.

“Dulu sering macet karena banyak pedagang yang sampai meluber ke jalan. Sekarang lebih tertata, jalan lebih lega dan kendaraan juga lebih lancar lewatnya,” jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan kualitas kearsipan secara berkelanjutan. Target dalam RPJMD 2027 ditetapkan mencapai 82, atau setara dengan predikat A.

Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026, Arif Fathoni, mengatakan panitia turut memeriksa penataan zona suporter serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.