Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Pedagang Kenjeran Rusak Fasum, Kasatpol PP Laporkan Oknum ke Polisi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Des 2023 09:48 WIB
Pedagang Watu-watu Kenjeran rusak fasum
Pedagang Watu-watu Kenjeran rusak fasum

selalu.id - Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser menyampaikan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tidak mau ditertibkan terkait pelarangan penjualan di Watu-watu, Kenjeran.

“Kita kemarin sudah melakukan penertiban ya disana. Kami melakukan penertiban untuk melindungi pedagang di dalam SIB (Sentral Ikan Bulak). Penertiban tidak hanya PKL tapi parkir liar juga. Banyak warga yang tidak terima,” kata Fikser, saat dihubungi selalu.id, Senin (25/12/2023).



Para pedagang itu, Minggu kemarin, telah merusak fasilitas umum yakni pagar pembatas. Sebab itu, Fikser menegaskan oknum yang merusak itu sudah dilaporkan ke Polisi.

“Bagi yang merusak aset pagar pemerintah kota itu, sudah dilaporkan oleh Kapolres Tanjung Perak. Tadi malam sudah kami laporkan, biarkan proses itu berjalan karena kami juga punya bukti yang merusak itu siapa,” tegasnya.

Fikser menjelaskan kronologi aksi pedagang Minggu, kemarin, mereka sudah melakukan sejak pagi. Mulai membalik tong sampah di jalanan hingga sampah-sampah berserakan. Aksi itu, terjadi pukul 12.00 WIB.

“Mereka berusaha melakukan aksi bakar-bakar disana, tapi segera kita ambil alat mereka dan itu tidak sempat terjadi. Kita kasian juga kepada pengguna jalan," tambahnya.

Baca Juga: Patroli Malam Satpol PP Surabaya Temukan WRSE di TPU Kembang Kuning



Meski sudah dilaporkan, Fikser menerangkan bahwa aksi protes itu tidak semua warga yang melakukan perusakan. Pihaknya hanya melaporkan bagi warga yang merusak fasilitas dari Pemkot Surabaya.

“Yang melakukan perusakan itu oknum. Kami sudah bolak-balik sudah sering bertemu dan membahas itu bersama warga. Jadi sebenarnya itu tidak hanya Bulak saja. Tapi ada di luar Bulak atau yang ikut berjualan disana. Kami juga tahu ada warga yang diluar itu memanfaatkan mereka menarik dan lain-lain. Kita juga melindungi warga Bulak yamg berjualan SIB,” tegasnya.

Sementara itu Camat Bulak Surabaya Hudaya menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Forkopimcam Kapolsek dan Danramil serta bertemu dengan perwakilan pedagang. Ia menyebut mereka  hanya ingin berjualan seperti dulu di hari Sabtu dan Minggu di Watu-watu Kenjeran.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap bertindak tegas tidak diperbolehkan penjualan di Watu-watu Kenjeran. Terlebih lagi mereka sudah melakukan tanda tangan pernyataan terkait hal itu dan masuk ke dalam SIB.

“Memang gak boleh (dilarang jualan di Watu-watu) kita sudah sesuai arahan pimpinan. Ini sudah bukan pihak kecamatan lagi, tapi sekala kota. Sudah atensi Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu Camat Bulak Surabaya Hudaya menyampaikan pihaknya telah menemui perwakilan PKL bersama Kapolsek dan Danramil serta RT RW LPMK .Ia menyebut mereka ingin berjualan di hari Sabtu dan Minggu di Watu-watu Kenjeran.

“Saya menemui perwakilan pedagang bersama kapolsek dan Daraminl terkait mendengarkan keinginannya (pedagang) ingin berjualan di hari Sabtu dan Minggu terlebih ada libur panjang Natal dan Tahun Baru,” kata Hudaya kepada selalu.id.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap bertindak tegas tidak diperbolehkan penjualan di Watu-watu Kenjeran. Terlebih lagi mereka sudah melakukan tanda tangan pernyataan terkait hal itu dan masuk ke dalam SIB.

“Ini sudah atensi dari Pemkot Surabaya,” pungkasnya.










Baca Juga: Lewat Pantauan CCTV, Satpol PP Surabaya Gagalkan Curanmor di Kawasan Kota Lama

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.