Minggu, 06 Sep 2026 02:01 WIB

Pedagang Kenjeran Rusak Fasum, Kasatpol PP Laporkan Oknum ke Polisi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Des 2023 09:48 WIB
Pedagang Watu-watu Kenjeran rusak fasum
Pedagang Watu-watu Kenjeran rusak fasum

selalu.id - Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser menyampaikan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tidak mau ditertibkan terkait pelarangan penjualan di Watu-watu, Kenjeran.

“Kita kemarin sudah melakukan penertiban ya disana. Kami melakukan penertiban untuk melindungi pedagang di dalam SIB (Sentral Ikan Bulak). Penertiban tidak hanya PKL tapi parkir liar juga. Banyak warga yang tidak terima,” kata Fikser, saat dihubungi selalu.id, Senin (25/12/2023).



Para pedagang itu, Minggu kemarin, telah merusak fasilitas umum yakni pagar pembatas. Sebab itu, Fikser menegaskan oknum yang merusak itu sudah dilaporkan ke Polisi.

“Bagi yang merusak aset pagar pemerintah kota itu, sudah dilaporkan oleh Kapolres Tanjung Perak. Tadi malam sudah kami laporkan, biarkan proses itu berjalan karena kami juga punya bukti yang merusak itu siapa,” tegasnya.

Fikser menjelaskan kronologi aksi pedagang Minggu, kemarin, mereka sudah melakukan sejak pagi. Mulai membalik tong sampah di jalanan hingga sampah-sampah berserakan. Aksi itu, terjadi pukul 12.00 WIB.

“Mereka berusaha melakukan aksi bakar-bakar disana, tapi segera kita ambil alat mereka dan itu tidak sempat terjadi. Kita kasian juga kepada pengguna jalan," tambahnya.

Baca Juga: Enam Bangunan Dibongkar, Lahan 1.210 meter di Margorejo Bakal Punya Wajah Baru



Meski sudah dilaporkan, Fikser menerangkan bahwa aksi protes itu tidak semua warga yang melakukan perusakan. Pihaknya hanya melaporkan bagi warga yang merusak fasilitas dari Pemkot Surabaya.

“Yang melakukan perusakan itu oknum. Kami sudah bolak-balik sudah sering bertemu dan membahas itu bersama warga. Jadi sebenarnya itu tidak hanya Bulak saja. Tapi ada di luar Bulak atau yang ikut berjualan disana. Kami juga tahu ada warga yang diluar itu memanfaatkan mereka menarik dan lain-lain. Kita juga melindungi warga Bulak yamg berjualan SIB,” tegasnya.

Sementara itu Camat Bulak Surabaya Hudaya menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Forkopimcam Kapolsek dan Danramil serta bertemu dengan perwakilan pedagang. Ia menyebut mereka  hanya ingin berjualan seperti dulu di hari Sabtu dan Minggu di Watu-watu Kenjeran.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap bertindak tegas tidak diperbolehkan penjualan di Watu-watu Kenjeran. Terlebih lagi mereka sudah melakukan tanda tangan pernyataan terkait hal itu dan masuk ke dalam SIB.

“Memang gak boleh (dilarang jualan di Watu-watu) kita sudah sesuai arahan pimpinan. Ini sudah bukan pihak kecamatan lagi, tapi sekala kota. Sudah atensi Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu Camat Bulak Surabaya Hudaya menyampaikan pihaknya telah menemui perwakilan PKL bersama Kapolsek dan Danramil serta RT RW LPMK .Ia menyebut mereka ingin berjualan di hari Sabtu dan Minggu di Watu-watu Kenjeran.

“Saya menemui perwakilan pedagang bersama kapolsek dan Daraminl terkait mendengarkan keinginannya (pedagang) ingin berjualan di hari Sabtu dan Minggu terlebih ada libur panjang Natal dan Tahun Baru,” kata Hudaya kepada selalu.id.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap bertindak tegas tidak diperbolehkan penjualan di Watu-watu Kenjeran. Terlebih lagi mereka sudah melakukan tanda tangan pernyataan terkait hal itu dan masuk ke dalam SIB.

“Ini sudah atensi dari Pemkot Surabaya,” pungkasnya.










Baca Juga: Begini Modus Oknum THL Dishub-Satpol PP Surabaya Tipu Empat Korbannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.