Kamis, 04 Jun 2026 15:01 WIB

Pamit Akhiri Masa Jabatan, Begini Reaksi Masyarakat ke Gubernur Khofifah

Gubernur Khofifah saat pamitan di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang
Gubernur Khofifah saat pamitan di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang

selalu.id - "Bu Khofifah siapa yang punya, Bu Khofifah siapa yang punya.. Yang punya kita semua.. I Love You, Bu Khofifah.. Lanjutkan!..".

Yel-yel tersebut digemakan dengan semangat oleh ribuan santri puteri  saat menerima kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang, Sabtu (9/12/2023) kemarin.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Di hadapan para pengasuh, pengurus dan santri pondok pesantren tersebut, Khofifah berpamitan mengakhiri masa jabatan setelah lima tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. 

Ia menyampaikan bahwa tugasnya sebagai Gubernur Jatim bersama Wagub Emil Dardak akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 mendatang. Tak hanya pamitan, dirinya juga sekaligus memohon doa restu untuk maju kembali pada Pilgub 2024.

"Mohon doa restu panjenengan semua, InsyaAllah saya akan maju lagi pada pemilihan Gubernur Jatim nanti. Mohon doa dukungan Insya Allah saya akan maju lagi pilgub periode dua nantinya," tambahnya.

Khofifah kemudian menyebutkan bahwa selama menjalankan amanah sebagai Gubernur Jatim, telah banyak penghargaan yang telah diterima. Bahkan totalnya mencapai 717 penghargaan. Namun ia menegaskan bahwa tujuan utama dalam menjalankan program selama ini bukanlah untuk mendapatkan penghargaan. Penghargaan merupakan bonus. Tujuan pembangunan adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Saya selalu menganggap capaian kerja kami yang mendapat penghargaan itu sebagai bonus. Total hingga sampai empat hari yang lalu, tercatat ada 717 penghargaan bagi Pemprov Jatim baik dari dalam dan luar negeri," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengatakan bahwa seluruh capaian serta kerja keras tersebut bukan hanya melalui kerja keras saja, melainkan juga harus diiringi dengan  do'a dan sedekah.

"Jadi seluruh capaian kita ini bukan sulap. Melainkan seluruh kerja keras kami iringi dengan do'a,  yatim dan sholawat. Karena ada dzat yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan Kesuksesan," tuturnya.

Menyambut hangat pamitan Gubernur Jatim ini, para Kyai, Bu Nyai hingga santri pun memberikan doa agar Khofifah bisa kembali mendapatkan amanah memimpin Jatim di periode selanjutnya.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

Dukungan tak hanya diwujudkan dalam sebuah yel-yel saja. Pasalnya, spanduk-spanduk juga dipasang di ponpes untuk mendukung Gubernur Khofifah melanjutkan masa jabatan 2024-2029.

Hal tersebut juga diamini oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo Malang KH.Fathul Bari. Ia menyampaikan dukungannya saat Khofifah berikhtiar untuk maju pada periode keduanya.

"Saya ucapkan terima kasih para pejabat dan semua tamu yang hadir. Saya juga menyampaikan kepada Ibu Gubernur ada salam dari Syekh Profesor Doktor Fadil Al Jailani, beliau mendoakan mudah-mudahan pada putaran berikutnya beliau menjadi gubernur lagi dan melanjutkan kepemimpinannya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.