Minggu, 18 Okt 2026 16:20 WIB

DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, menegaskan akan terus mengawasi dan mengawal nasib seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes), baik yang berstatus honorer maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan fokus khusus di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Menanggapi masih rendahnya tingkat kesejahteraan yang dirasakan para tenaga perawat di berbagai daerah di Jawa Timur, Sri Wahyuni mengatakan bahwa kondisi kesejahteraan perawat saat ini masih jauh dari kata layak, terutama bagi tenaga honorer, perawat di klinik swasta, serta yang bertugas dalam program khusus seperti Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). 

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Berdasarkan data survei tahun 2025 dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sebagian besar perawat masih menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). 

Sebanyak 24,2 persen perawat menerima gaji kurang dari Rp500.000 per bulan, sementara 5,8 persen lainnya mendapatkan upah berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan angka yang jauh di bawah standar kelayakan hidup.

“Perawat adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang bertugas siaga 24 jam sehari. Namun, apresiasi finansial yang mereka terima sama sekali tidak sepadan dengan risiko serta tanggung jawab yang diemban dalam profesinya,” jelas Sri Wahyuni, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Legislator dari daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban ini menilai kondisi tersebut merupakan bentuk ketidakadilan yang masih berlangsung hingga saat ini. Ia juga menekankan pentingnya pemerintah menetapkan standar upah khusus bagi profesi perawat di Indonesia.

Meskipun dengan penghasilan yang sangat terbatas, Sri Wahyuni menyebut para perawat tetap menjalankan tugasnya secara maksimal demi pelayanan kepada masyarakat, tanpa mengeluh mengenai kesejahteraan pribadi mereka sendiri. 

Untuk mengatasi hal ini, ia mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan intervensi kebijakan. Salah satunya adalah mewajibkan seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk menyesuaikan gaji pokok perawat setiap kali penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) baru berlaku.

Baca Juga: DPRD Jatim Sentil Pemprov, PPPK Paruh Waktu jangan Terus Digantung Nasibnya!

Ketentuan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang melarang pemberi kerja membayar upah karyawan di bawah standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harusnya setiap kali ada kenaikan UMP maupun UMK, gaji para perawat juga ikut terdorong naik sesuai aturan yang berlaku. Ini adalah langkah nyata yang harus segera dilakukan agar kesejahteraan mereka akhirnya terjamin,” tegas politisi partai Demokrat tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC