Sabtu, 01 Agu 2026 06:25 WIB

Pendapatan Rp2,54 triliun per Tahun, PT PAL Indonesia Dorong Potensi Multiplier Effect Sektor Industri

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia
Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia

selalu.id - PT PAL Indonesia saat ini tengah memproyeksikan kinerja pendapatan usaha pada tahun depan bisa mencapai Rp4 triliun. Hal ini sejalan dengan sejumlah rencana bisnis perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia tersebut untuk menggali potensi pasar domestik dan internasional.

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia mengatakan, kinerja pendapatan usaha perseroan dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Pada 2022 mencatatkan kinerja pendapatan sebesar Rp2,54 triliun atau tumbuh 38,53 persen (yoy).

"Pada tahun ini, kami menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp3 triliun lebih. Saat ini yang sudah terealisasi sekitar Rp2 triliunan. Memang kadang-kadang progres itu di akhir tahun karena menunggu delivery kapalnya," jelasnya saat ditemui selalu.id di acara Fokus Group Discussion (FGD), Senin (13/11/2023) sore.

Dikatakannya, pentingnya transformasi industri maritim 4.0 dan peran teknologi dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, pihaknya juga telah mengembangkan platform digital untuk menumbuhkembangkan produktivitasnya.

Kendati demikian, perubahan akan kebutuhan galangan kapal sangat dibutuhkan. Untuk yang lebih stabil yakni produksi kapal perang dibandingkan dengan kapal niaga. Saat ini PT PAL pertahunnya hanya mampu produksi kapal dengan kapasitas 2 unit kapal pertahunnya.

"Dengan adanya platform ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kapal dua kali lipatnya menjadi 4 unit kapal pertahun," cetusnya.

Dijelaskannya, pada tahun ini PT PAL sedang menggarap sebanyak 6 orderan kapal di antaranya 2 unit kapal Lending Platform Dock (LPD) pesanan Filipina, lalu 2 unit kapal Fregat Merah Putih pesanan Indonesia, 1 unit kapal UAE Navy Platform, serta kapal listrik pesanan Indonesia Power.

industri pertahanan maritim ini merupakan industri dengan investasi tinggi sehingga berdampak pada 'multiplier effect' bagi industri lain. Untuk itu industri ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia hingga 2045.

"Sumbangsih sektor industri maritim terhadap perekonomian Indonesia pada 2015 masih sekitar 6,4 persen. Diharapkan meningkat menjadi 9 persen di tahun 2030, dan menjadi 12,5 persen di tahun 2045 memdatang saat memasuki Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.