Senin, 15 Jun 2026 08:46 WIB

Pendapatan Rp2,54 triliun per Tahun, PT PAL Indonesia Dorong Potensi Multiplier Effect Sektor Industri

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia
Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia

selalu.id - PT PAL Indonesia saat ini tengah memproyeksikan kinerja pendapatan usaha pada tahun depan bisa mencapai Rp4 triliun. Hal ini sejalan dengan sejumlah rencana bisnis perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia tersebut untuk menggali potensi pasar domestik dan internasional.

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia mengatakan, kinerja pendapatan usaha perseroan dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Pada 2022 mencatatkan kinerja pendapatan sebesar Rp2,54 triliun atau tumbuh 38,53 persen (yoy).

"Pada tahun ini, kami menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp3 triliun lebih. Saat ini yang sudah terealisasi sekitar Rp2 triliunan. Memang kadang-kadang progres itu di akhir tahun karena menunggu delivery kapalnya," jelasnya saat ditemui selalu.id di acara Fokus Group Discussion (FGD), Senin (13/11/2023) sore.

Dikatakannya, pentingnya transformasi industri maritim 4.0 dan peran teknologi dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, pihaknya juga telah mengembangkan platform digital untuk menumbuhkembangkan produktivitasnya.

Kendati demikian, perubahan akan kebutuhan galangan kapal sangat dibutuhkan. Untuk yang lebih stabil yakni produksi kapal perang dibandingkan dengan kapal niaga. Saat ini PT PAL pertahunnya hanya mampu produksi kapal dengan kapasitas 2 unit kapal pertahunnya.

"Dengan adanya platform ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kapal dua kali lipatnya menjadi 4 unit kapal pertahun," cetusnya.

Dijelaskannya, pada tahun ini PT PAL sedang menggarap sebanyak 6 orderan kapal di antaranya 2 unit kapal Lending Platform Dock (LPD) pesanan Filipina, lalu 2 unit kapal Fregat Merah Putih pesanan Indonesia, 1 unit kapal UAE Navy Platform, serta kapal listrik pesanan Indonesia Power.

industri pertahanan maritim ini merupakan industri dengan investasi tinggi sehingga berdampak pada 'multiplier effect' bagi industri lain. Untuk itu industri ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia hingga 2045.

"Sumbangsih sektor industri maritim terhadap perekonomian Indonesia pada 2015 masih sekitar 6,4 persen. Diharapkan meningkat menjadi 9 persen di tahun 2030, dan menjadi 12,5 persen di tahun 2045 memdatang saat memasuki Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Program Bayi Tabung Kini Hadir di Mojokerto

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat permudah akses masyarakat terhadap teknologi reproduksi modern sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan.

Jambret Ponsel di Lampu Merah Undaan Tumbang Ditembak Polisi Usai Seret Petugas Saat Kabur

Pengejaran berlangsung menegangkan, mulai dari jalan Ambengan, Kusuma Bangsa, BKR Pelajar, Jimerto, Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Ketupa.

Antisipasi Konvoi 1 Suro Perguruan Silat di Surabaya, Senin Malam Ada Pengalihan Arus

Polisi juga melakukan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan antar kelompok yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Surabaya.

Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Said menyebut, setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh usai duduk bersama dengan para buruh PT Pakerin.

Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Pemerintah dan Pertamina sepakat untuk menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, meski harga minyak mentah global dan kurs rupiah sedang bergejolak.

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter.