Sabtu, 31 Okt 2026 14:04 WIB

Pendapatan Rp2,54 triliun per Tahun, PT PAL Indonesia Dorong Potensi Multiplier Effect Sektor Industri

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia
Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia

selalu.id - PT PAL Indonesia saat ini tengah memproyeksikan kinerja pendapatan usaha pada tahun depan bisa mencapai Rp4 triliun. Hal ini sejalan dengan sejumlah rencana bisnis perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia tersebut untuk menggali potensi pasar domestik dan internasional.

Satriyo Bintoro selaku SEVP Transformation Management PAL Indonesia mengatakan, kinerja pendapatan usaha perseroan dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Pada 2022 mencatatkan kinerja pendapatan sebesar Rp2,54 triliun atau tumbuh 38,53 persen (yoy).

"Pada tahun ini, kami menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp3 triliun lebih. Saat ini yang sudah terealisasi sekitar Rp2 triliunan. Memang kadang-kadang progres itu di akhir tahun karena menunggu delivery kapalnya," jelasnya saat ditemui selalu.id di acara Fokus Group Discussion (FGD), Senin (13/11/2023) sore.

Dikatakannya, pentingnya transformasi industri maritim 4.0 dan peran teknologi dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, pihaknya juga telah mengembangkan platform digital untuk menumbuhkembangkan produktivitasnya.

Kendati demikian, perubahan akan kebutuhan galangan kapal sangat dibutuhkan. Untuk yang lebih stabil yakni produksi kapal perang dibandingkan dengan kapal niaga. Saat ini PT PAL pertahunnya hanya mampu produksi kapal dengan kapasitas 2 unit kapal pertahunnya.

"Dengan adanya platform ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kapal dua kali lipatnya menjadi 4 unit kapal pertahun," cetusnya.

Dijelaskannya, pada tahun ini PT PAL sedang menggarap sebanyak 6 orderan kapal di antaranya 2 unit kapal Lending Platform Dock (LPD) pesanan Filipina, lalu 2 unit kapal Fregat Merah Putih pesanan Indonesia, 1 unit kapal UAE Navy Platform, serta kapal listrik pesanan Indonesia Power.

industri pertahanan maritim ini merupakan industri dengan investasi tinggi sehingga berdampak pada 'multiplier effect' bagi industri lain. Untuk itu industri ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia hingga 2045.

"Sumbangsih sektor industri maritim terhadap perekonomian Indonesia pada 2015 masih sekitar 6,4 persen. Diharapkan meningkat menjadi 9 persen di tahun 2030, dan menjadi 12,5 persen di tahun 2045 memdatang saat memasuki Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Dukung PT PAL jadi Pusat Teknologi Maritim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Edukasi Keluarga Sakinah, Kemenag Jatim Sabet Tiga Penghargaan Nasional

Tahun ini, program diikuti oleh 1.941 KUA dari 309 kabupaten/kota di 24 provinsi, menghasilkan 6.713 laporan kegiatan dengan sekitar 600.000 peserta.

Momen Pria asal Nganjuk Hilang 20 Tahun Akhirnya Kembali ke Keluarga

Selama sebulan terakhir ia dirawat oleh polisi bernama Purnomo yang terkenal dengan Purnomo Belajar Baik di Lamongan.

Rekomendasi Wisata Taman Bunga di Malang dan Batu yang Instagramble, Cocok Buat Liburan

Pas banget buat healing bareng keluarga, teman, atau pasangan.

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Pada akhirnya, ekonomi yang sehat bukanlah ekonomi yang paling pandai menghasilkan angka optimistis, melainkan ekonomi yang membuat angka pertumbuhan

Terseret Korupsi Dana Hibah Koni Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolinggo Ditahan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Persebaya Berbagi Poin saat Jamu Persijap, Tavares Kritik Wasit

Persebaya merangsek ke posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 13 poin. Sementara Persijap masih berada di juru kunci dengan poin 2.