Kamis, 17 Sep 2026 00:53 WIB

Indonesia Terima Bantuan 324 Ribu Vaksin Janssen dari Belanda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Des 2021 17:02 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19

Surabaya (selalu.id) - Sebanyak 324 ribu vaksin Janssen bantuan dari Pemerintah Belanda tiba di Indonesia, Jumat (3/12/2021). Vaksin ini merupakan kedatangan tahap ke 146.

"Atas kedatangan ini, Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Belanda," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi melalui siaran pers.

Baca Juga: Begini Langkah Pemkot Surabaya Cegah Covid di Penghujung Tahun 2023

Dijelaskan, bantuan tersebut merupakan lanjutan dari bantuan Belanda untuk Indonesia. Bantuan vaksin Janssen pertama dari Pemerintah Belanda datang pada Sabtu (11/9) sebanyak 500 ribu dosis. Pemerintah Indonesia telah menerima 657 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda juga memberikan donasi vaksin Moderna sebanyak 819.600 dosis pada Sabtu (30/10) dan 680.400 dosis pada Rabu (10/10). Hibah ini merupakan wujud nyata hubungan baik dan erat antara Indonesia dengan Belanda, sekaligus bukti komitmen kedua negara untuk bahu-membahu dalam penanganan COVID-19 di dunia.

"Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, jika tidak ada kesetaraan akses vaksin, akan sangat sulit untuk memenuhi target vaksinasi yang dicanangkan WHO," ujarnya.

Ia memperkirakan akan ada hampir 80 negara yang tidak akan dapat mencapai 40 persen penduduk divaksinasi COVID-19 pada akhir 2021.

Di dalam negeri, kata dia, Indonesia terus menggencarkan program vaksinasi nasional hingga pelosok desa.

Baca Juga: Tingkatkan Kekebalan Tubuh Karyawan, SIER Gelar Vaksinasi Booster Kedua Covid-19

"Pemerintah pusat mendorong daerah-daerah terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi warganya. Dibantu juga dengan sejumlah instansi, seperti TNI dan Polri," ujarnya.

Selain jaminan ketersediaan stok vaksin, upaya percepatan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait dengan berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar.

Ia mengatakan di beberapa daerah hoaks ikut berperan memperlambat vaksinasi. Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Mulai Vaksin Booster Kedua, Lurah dan Camat Diminta Data Warga

"Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin BPOM," katanya.

Di sisi lain, kata Nadia, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan seiring bermunculan kasus varian Omicron di berbagai negara.

"Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol kesehatan dan segera vaksinasi apapun jenis vaksinnya," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Fasilitas milik Pemkot Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.