Jumat, 23 Okt 2026 11:49 WIB

Warga Surabaya Membuktikan Fenomena Hari Tanpa Bayangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Okt 2023 11:58 WIB
Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Fenomena Hari Tanpa Bayangan

selalu.id - Wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya mengalami fenomena kulminasi Hari Tanpa Bayangan, Kamis (12/10/2023) tepat pukul 11.15 sesuai yang dijadwalkan oleh BMKG. Beberapa warga pun mencoba melakukan uji coba atas fenomena Hari Tanpa Bayangan tersebut.

Salah satu warga Tambaksari, Pita Sari (28) mengaku ingin mencoba fenomena tersebut. Ia penasaran dan ingin membuktikan fenomena terjadinya hari tanpa bayangan itu.

"Informasi BMKG bilang kalau Jawa Timur terjadi Hari Tanpa Bayangan. Nah, jadwal Surabaya kan hari ini, ini aku coba. Ternyata benar bayangannya tepat satu garis tegak lurus," kata Pita, kepada selalu.id.

Hal yang sama juga dicobain salah satu warga Gubeng, Esti Widiyana (26) juga ikut merasakan fenomena tersebut. Ia menyebut bahwa tanpa bayangan itu ternyata benar adanya.

"Biasanya kan bayangan kelihatan kalau berdiri tegak. Tapi ini bayangannya tegak lurus. Tadi Kalau pas nunduk bayangannya tidak miring seperti biasanya," ujarnya.

Sementara itu Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan bahwa fenomena ini  ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas Teguh.

Teguh menjelaskan terjadinya fenomena Hari Tanpa Bayangan di wilayah di Indonesia karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi.

"Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.