Senin, 07 Sep 2026 05:32 WIB

Warga Surabaya Membuktikan Fenomena Hari Tanpa Bayangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Okt 2023 11:58 WIB
Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Fenomena Hari Tanpa Bayangan

selalu.id - Wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya mengalami fenomena kulminasi Hari Tanpa Bayangan, Kamis (12/10/2023) tepat pukul 11.15 sesuai yang dijadwalkan oleh BMKG. Beberapa warga pun mencoba melakukan uji coba atas fenomena Hari Tanpa Bayangan tersebut.

Salah satu warga Tambaksari, Pita Sari (28) mengaku ingin mencoba fenomena tersebut. Ia penasaran dan ingin membuktikan fenomena terjadinya hari tanpa bayangan itu.

"Informasi BMKG bilang kalau Jawa Timur terjadi Hari Tanpa Bayangan. Nah, jadwal Surabaya kan hari ini, ini aku coba. Ternyata benar bayangannya tepat satu garis tegak lurus," kata Pita, kepada selalu.id.

Hal yang sama juga dicobain salah satu warga Gubeng, Esti Widiyana (26) juga ikut merasakan fenomena tersebut. Ia menyebut bahwa tanpa bayangan itu ternyata benar adanya.

"Biasanya kan bayangan kelihatan kalau berdiri tegak. Tapi ini bayangannya tegak lurus. Tadi Kalau pas nunduk bayangannya tidak miring seperti biasanya," ujarnya.

Sementara itu Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan bahwa fenomena ini  ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas Teguh.

Teguh menjelaskan terjadinya fenomena Hari Tanpa Bayangan di wilayah di Indonesia karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi.

"Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari," pungkasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.