Jumat, 06 Nov 2026 02:27 WIB

Anggota DPR RI Mufti Anam Dorong Pertamina Terus Kembangkan Energi Bersih

Mufti Anam saat menghadiri forum bertajuk “Peran Pertamina Geothermal Energy dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan”
Mufti Anam saat menghadiri forum bertajuk “Peran Pertamina Geothermal Energy dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan”

selalu.id - Pengembangan teknologi untuk menghasilkan energi bersih berkelanjutan terus digalakkan di Indonesia. Pasalnya langkah ini penting untuk mewujudkan keberlanjutan ketahanan energi nasional.

Untuk itu, anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mendorong dan mendukung PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) untuk terus mengembangkan energi bersih dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Mufti Anam saat menghadiri forum bertajuk “Peran Pertamina Geothermal Energy dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar di Pasuruan, Jumat (15/9/2023).

“Salah satu energi bersih dan berkelanjuran adalah panas bumi yang kami dorong agar terus dikembangkan potensinya oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO),” ujar Mufti yang juga mantan ketua umum HIPMI Jawa Timur tersebut.

PGEO sendiri merupakan bagian dari kelompok usaha PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada pengembangan, eksplorasi, dan produksi energi panas bumi di Tanah Air.

“Saya kira ke depan PGEO bisa semakin memainkan peran strategis dalam mendukung diversifikasi sumber energi dan keberlanjutan di negara ini. Potensi panas bumi Indonesia perlu terus didorong optimalisasinya guna menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan,” papar Mufti Anam yang merupakan politisi PDI Perjuangan.

Baca Juga: Kinerja Pelindo Semester I 2026 Tumbuh Positif, DPR RI Beri Catatan Begini


Berdasarkan catatan media, sebagai pelaku utama dalam industri energi panas bumi di Indonesia, PGEO memiliki portofolio proyek yang luas dan beragam. Dengan teknologi canggih dan tim ahli yang berpengalaman, mereka mengelola rantai nilai produksi energi panas bumi mulai dari eksplorasi hingga distribusi. Memiliki kapasitas terpasang secara own operation sebanyak 672 MW, dan 1205 MW dari Joint Operation Contract (JOC) yang berasal dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang terbagi ke dalam 6 (enam) area operasi.

Mufti juga mengapresiasi kiprah PGEO yang turut berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Dengan menggantikan sumber energi konvensional, energi panas bumi yang dihasilkan oleh perusahaan ini memiliki dampak positif dalam mengatasi perubahan iklim global,” jelas Mufti.

Saat ini, area operasi PGEO terdiri atas 13 wilayah kerja, antara lain, di  Kamojang, Karaha, Lahendong, GunungSibualu-Buali, GunungSibayak-Sinabung, Sungai Penuh, Hululais, Lumut Balai dan Margabayur, Way Panas, Pangalengan, Cibereum-Parabakti, Tabanan, dan Seulawah.

“Kami juga mendorong dan mengapresiasi PGEO untuk terus berinvestasi dalam teknologi canggih dan inovasi guna meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas, misalnya dengan mengoptimalkan proses ekstraksi panas bumi, penggunaan sumber daya, dan pengurangan limbah. Inisiatif ini membantu memajukan teknologi energi panas bumi dan mendorong kemajuan industri energi ramah lingkungan nasional,” pungkas Mufti.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.