Jumat, 23 Okt 2026 09:06 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Sensor Deteksi Polusi Udara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Sep 2023 11:49 WIB
Inovasi pendeteksi kualitas udara
Inovasi pendeteksi kualitas udara

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, membuat alat pendeteksi kualitas udara untuk memerangi polusi udara.

Mahasiswa asal Gresik itu bernama Muhammad Zanuar. Ia menjelaskan bahwa alat yang dibuatnya itu mampu memonitor dan memfilter udara dengan sensor canggih.

Awalnya, Zanaur menggagas alat pendeteksi udara tersebut sebagai bentuk pengabdian ke desa kelahirannya yang dikenal sebagai kawasan industri, Kecamatan Manyar di Kabupaten Gresik memiliki tingkat polusi yang cukup tinggi.

Sebab itu, Zanuar pun mengajak sembilan temannya untuk membuat alat yang bisa memonitor dan memfilter udara.

Ia menjelaskan cara kerja alat tersebut dengan menggunakan sensor yang jika menyala berarti mendeteksi konsentrasi partikel dan kandungan gas di udara. Selanjutnya diproses oleh alat kontrol dan ditampilkan melalui display serta diunggah ke cloud situs web.

"Ketika pembacaan konsentrasi partikel udara dalam ruangan tinggi, maka filtrasi udara akan aktif,” kata Zanuar, melalui rilisnya, Kamis (14/9/2023).

Aktivitas industri yang membuang emisi gas melalui cerobong ke udara dibiarkan, ia menyebut dapat menyebabkan tingkat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Seharusnya, mempunya alat ukur mendeteksi polusi udara.

“Sangat disayangkan jika tidak adanya instrumen alat ukur dan ketegasan kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi isu lingkungan dan kesehatan,” ujar Mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi (ITS) itu.

Diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dibagi menjadi lima kategori. Yakni, kategori rendah dengan rentang nilai 1-50, sedang nilai 51-100, tidak sehat bernilai 101-200, sangat tidak sehat bernilai 201-300, dan berbahaya bernilai 300 ke atas.

"Sedangkan pembacaan udara di Kecamatan Manyar pada tabel ISPU bernilai 144 dan tergolong dalam kategori tidak sehat," ucapnya

Menurutnya, kondisi udara dapat berubah-ubah setiap waktu sehingga saat di aplikasi nantinya akan ada tindakan preventif yang disarankan.

"Menyesuaikan nilai konsentrasi udaranya, nanti disarankan tidak beraktivitas di luar ruangan hingga memakai masker saat ke luar rumah," ungkapnya.

Diketahui alat yang dibuat Mahasiswa tersebut beberapa kali dilombakan dan meraih juara. Ajang yang diikuti antara lain Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Gresik Inovasi dan Workshop Festival (Ginofest), serta Pemuda Pelopor Kabupaten Gresik.

Bahkan, Zanuar dan timnya berkolaborasi dengan karang taruna dan warga sekitar untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan.

"Lewat beberapa kegiatan lingkungan yang dapat dilakukan dalam penanganan polusi udara, antara lain regulasi kebijakan, inovasi instrumentasi, edukasi, dan sosialisasi lingkungan serta penanaman pohon," pungkasnya.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman.