Kamis, 04 Jun 2026 17:42 WIB

Elektabilitas Ganjar Salip Prabowo, PDIP Surabaya: Door to Door, Terus Tancap Gas!

Ganjar Pranowo sebagai Capres usungan PDIP
Ganjar Pranowo sebagai Capres usungan PDIP

selalu.id - Mendekati pesta demokrasi Pemilu 2024, masing-masing tokoh politik terus membangun citra dengan berbagai pendekatan politik yang dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas.

Sempat digoyang oleh pergerakan beberapa Ketua Umum Partai Politik yang justru mendukung Calon Presiden (Capres) yang diusung oleh Parpol lain. Namun, ternyata elektabilitas Capres Ganjar Pranowo kembali rebound atau bergerak naik, menyalip Prabowo Subianto.

PDI Perjuangan Kota Surabaya menyebut, hasil itu bukti bahwa masyarakat semakin cerdas serta tidak terpengaruh dengan berbagai manuver politik di kalangan elit.

“Melesatnya elektabilitas Mas Ganjar Pranowo menjadi bukti bahwa mata batin rakyat adalah yang utama. Masyarakat tidak terkecoh dengan manuver politik, apalagi yang bersifat pecah-belah. Rakyat punya mata batin yang tak bisa dibohongi. Rakyat tahu mana pemimpin yang benar-benar karakternya merakyat, suka blusukan, kerja cepat sat-set, dan profil pemimpin itu ada pada sosok Mas Ganjar Pranowo,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

Itu disampaikan Adi seusai resepsi peringatan kemerdekaan Indonesia di kantor DPC PDIP Surabaya, Rabu malam (23/8/2023). Acara dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, tokoh lintas agama, dan ratusan kader partai, serta puluhan pengurus kampung dan warga masyarakat sekitar sebagai tetangga.

Tercatat tiga survei terbaru dari lembaga-lembaga kredibel menempatkan Ganjar unggul dibanding Prabowo dan Anies. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan elektabilitas Ganjar Pranowo menyalip Prabowo.

Ganjar mendapat dukungan 35,9 persen, Prabowo 33,6 persen, dan Anies Baswedan dengan dukungan 20,4 persen. Bahkan pada segmen pemilih yang sama-sama mengetahui Ganjar dan Prabowo. Di survei SMRC, Gubernur Jateng berusia 54 tahun itu juga unggul 46,3 persen. Sedangkan Menteri Pertahanan berusia 72 tahun itu mendapatkan 42,5 persen.

Litbang Kompas mencatat, hasil survei Ganjar 34,1 persen, Prabowo  31,3 persen dan Anies 19,2 persen. Adapun survei Indikator Politik menyebut Ganjar mendapatkan keterpilihan 35,2 persen, Prabowo 33,2 persen, dan Anies Baswedan 23,9 persen.

Adi menambahkan, tren menanjak tingkat keterpilihan Ganjar menjadi pelecut semangat seluruh kader PDI Perjuangan Kota Surabaya untuk terus bergerak.

“Kami tidak mau terlena. Justru momentum meningkatnya elektabilitas Mas Ganjar menjadi pelecut untuk terus bergerak ke akar rumput memperkuat dan memperluas basis kemenangan Mas Ganjar,” papar Adi.

Dikatakan, metode pengenalan Ganjar yang dijalankan kader banteng diantaranya pergerakan darat door to door. Menemui warga masyarakat dari rumah rumah. Ketuk pintu rumah warga. Dan,  memperkenalkan Capres Ganjar Pranowo serta PDI Perjuangan kepada para pemilih.

Akhir pekan lalu, kader-kader PDIP Surabaya sampai di tingkat akar rumput melakukan gerakan door to door secara serentak dan solid. Adi Sutarwijono dan seluruh jajaran kader banteng, termasuk Walikota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji, para anggota DPRD dari Fraksi PDIP dan semua baka calon legislatif.

“Kami membagikan stiker Mas Ganjar Pranowo, ada yang bagi kaos, membagi bendera PDI Perjuangan, dan sebagainya. Itu efektif, karena langsung berjumpa pemilih di lapangan. Seluruh kader banteng ngegas pergerakan darat, melakukan door to door pada pemilih,” kata Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

PDIP Surabaya, lanjut Adi, juga membangun kerja sama pemenangan Ganjar dengan sejumlah partai politik yang telah resmi mendukung capres yang juga penggemar olahraga tersebut.

Kerja sama terus dijalin demi memantapkan kemenangan Ganjar di Kota Surabaya. Berdasarkan survei Surabaya Survey Center (SSC) per Juli 2023, di Kota Surabaya, Ganjar mendapat elektabilitas 60%, Prabowo 25,3%, serta Anies 13,1%.

“Kami beberapa hari lalu bertemu jajaran pengurus Perindo Kota Surabaya. Dan sedang dijadwalkan bertemu parpol-parpol lain. Komunikasi sangat baik. Saling bahu-membahu memenangkan Mas Ganjar,” jelas Adi.

“Kami bersyukur Mas Ganjar semakin mendapat tempat di hati rakyat sebagai sosok yang dianggap paling layak meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi,” kata Adi.

“Itu juga tecermin pada berbagai hasil survei, di mana mayoritas warga masyarakat lebih percaya bahwa Mas Ganjar bisa meneruskan program Pak Jokowi. Bukan capres lain,” pungkas Adi.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.