Selasa, 21 Jul 2026 22:01 WIB

Disaksikan Khofifah, Megawati dan Wali Kota Eri Kompak Puji Hasil Kerja Risma saat Peresmian Kebun Raya Mangrove

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Jul 2023 12:27 WIB
Megawati dalam peresmian Kebun Raya Mangrove bersama Wali Kota Eri dan Gubernur Khofifah
Megawati dalam peresmian Kebun Raya Mangrove bersama Wali Kota Eri dan Gubernur Khofifah

selalu.id - Kebun Mangrove Gunung Anyar Surabaya telah diresmikan sebagai Kebun Raya Mangrove oleh Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Peresmian ini dihadiri pula oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Hari ini bisa menghadiri peresmian Kebun Raya Mangrove di kota Surabaya dan diresmikan langsung oleh ibu Megawati Soekarnoputri," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam sambutannya.

Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa di balik keberhasilan kebun mangrove Gunung Anyar ada andil besar dari Tri Rismaharini sebagai mantan Wali Kota Surabaya periode sebelumnya yang mempertahankan tempat ini sebagai wisata konservasi mangrove, Gunung Anyar.

"Dulu Ibu Risma berdarah-berdarah mempertahankan tempat ini, sehingga tidak ada yang masuk merusak tempat ini hingga sekarang berkembang menjadi konservasi mangrove seperti ini," ungkap Eri.

Dihadapan Mantan Presiden Ke 5 Republik Indonesia, Eri pun meminta arahan Megawati agar Kebun Raya Mangrove ini agar tak hanya tempat edukasi dan pariwisata, tetap tempat gerak anak muda mencintai lingkungan.

"Mohon arahan dan bimbingan agar mangrove ini lebih baik. Disini ada 57 spesies. Kami akan bekerja sama dengan tempat lain untuk menambah spesies," jelasnya.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan bahwa Kebun Raya Mangrove juga memperdayakan ekonomi masyarakat Surabaya, khususnya untuk warga miskin.

"Mangrove ini juga tempat bekerja warga Surabaya, wahana-wahana disini dikelola oleh masyarakat, sehingga ini juga menjadi bisa mengentas kemiskinan di Surabaya," jelasnya

Sementara, Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI-Perjuangan mengungkapkan bahwa Kebun Raya Mangrove ini adalah bentuk tribut atas inisiasi mantan Wali Kota Surabaya sebelumnya, Tri Rismaharini.

"Ini inisiasi saya kepada bu Risma, dulu bertanya kepada saya di Kenjeran beliau bilang untuk menanam apa agar tidak gersang. Saya bilang cari pohon cemara udang," ungkap Megawati.

Mega menilai bahwa pohon cemara udang ini bisa sebagai tempat menahan apabila ada banjir rob atau tsunami.

"Pohon cemara udang ini cabang akarnya masuk masuk. Kalau tsunami bahaya, kan tinggi dan tekanannya dahsyat. Jadi pohon Ini bisa memecah akarnya sangat kuat, maka gak bisa roboh," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.