Kamis, 04 Jun 2026 05:21 WIB

Peringatan Kemerdekaan, Pemkot Surabaya Wajibkan ASN Sumbang Bendera Merah Putih Sesuai Jabatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 25 Jun 2023 12:22 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menyumbangkan bendera merah putih untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke 78 tahun, 2023.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu menyampaikan, tahun sebelumnya Pemkot Surabaya telah sukseskan gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih, yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sebab itu, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mensukseskan gerakan pembagian bendera lagi dengan mewajibkan ASN sumbang bendera.

"Jadi, Pemkot Surabaya sudah melakukan pengumpulan Bendera Merah Putih dari ASN di lingkungan Pemkot Surabaya," kata Yayuk sapaan akrabnya, Minggu (25/6/2023).

Kewajiban untuk mengumpulkan bendera itu sudah tercantum dalam Surat Edaran (SE) Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2023 yang ditandatangani oleh Sekda Kota Surabaya, Ikhsan.

Dalam SE tersebut, sudah diatur jumlah yang harus disumbangkan sesuai dengan kelompok jabatan masing-masing ASN.

"Ada yang perorang diminta menyumbangkan 45 bendera, ada yang 10 hingga 5 bendera tergantung kelompok jabatannya masing-masing," ujarnya.

Kata dia, proses pengumpulannya nanti dikumpulkan dulu di Perangkat Daerah (PD) masing-masing atau di kelurahan dan kecamatan masing-masing dan selanjutnya diserahkan ke Bakesbangpol.

Setelah terkumpul semuanya, nanti akan ada 24.524 Bendera Merah Putih yang dikumpulkan oleh Pemkot Surabaya.

"Jumlah ini sudah melebihi dari tahun 2022 lalu yang jumlahnya sebanyak 23.104 bendera," kata dia.

Ia juga memastikan bahwa proses pengumpulan bendera ini sudah dimulai 1 Juni 2023 sampai nanti 21 Agustus 2023. Setelah terkumpul, nanti akan disebarkan ke masyarakat.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Yang paling penting lagi, kami juga minta bendera-bendera itu harus dibeli dari UMKM Surabaya binaan Pemkot Surabaya, sehingga nanti kami harapkan pengumpulan bendera ini juga bisa menggerakkan perekonomian warga melalui UMKM Surabaya," tegasnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga sudah mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan juga BUMD di lingkungan Pemkot Surabaya untuk juga berpartisipasi dalam gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih tahun 2023 ini.

Imbauan itu sudah disebarluaskan kepada pelaku usaha dan BUMD di lingkungan Pemkot Surabaya.

"Ini penting karena Bendera Merah Putih itu merupakan identitas, simbol, dan alat pemersatu masyarakat Indonesia," katanya.

Yayuk juga memastikan bahwa sebenarnya pencanangan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih itu sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya mulai 1 Juni 2023, tepatnya pada saat Hari Lahir Pancasila.

Pada saat itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah menyerahkan Bendera Merah Putih kepada sejumlah perwakilan.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Di antara perwakilan yang sudah menerima Bendera Merah Putih itu adalah Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan yang merupakan perwakilan suku, adat, ras yang ada di Kota Surabaya, kemudian Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama, Perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kota Surabaya, Forum LPMK, Duta Purna Paskibraka Indonesia, dan perwakilan Camat juga jaring Panca Mandala Kota Surabaya.

"Secara simbolis saat itu kami menyerahkan kepada 6 perwakilan dan selanjutnya kami harapkan mereka bisa meneruskan itu kepada masing-masing jajarannya, termasuk kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk ikut meramaikan gerakan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih ini.

Bagi dia, gerakan semacam ini sangat penting untuk menggugah rasa cinta tanah air dan untuk meningkatkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat Indonesia, terutama di Surabaya.

"Mari kita ramaikan bersama-sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.