Selasa, 03 Feb 2026 02:13 WIB

Kelas Pemikiran Gus Dur, Tegakkan Nilai Toleransi di Era Disrupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Jun 2023 18:00 WIB
Kelas Pemikiran Gus Dur
Kelas Pemikiran Gus Dur

Selalu.id - Menghadapi era distrupsi serta tantangan zaman, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali membuka ruang bagi diskusi nilai-nilai toleransi di kalangan pemuda. Diskusi tersebut diwujudkan dalam acara Kelas Pemikiran Gusdur yang di Inisiasi DPM Fakultas Hukum Untag Surabaya.

Acara yang digelar di Theater Room Lantai 6 Gedung Pusat Rektorat dan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 ini berkolaborasi bersama Gerakan GUSDURian Surabaya, Himpunan Mahasiswa Program Studi Agama-agama, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia Kota Surabaya, Roemah Bhinneka Moeda dan Pemuda Khatolik Kota Surabaya.

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila


Dalam sambutannya, Kaprodi Fakultas Hukum Untag Surabaya Wiwik Afifah S.Pi., SH., M.H., membuka acara dengan menyoroti pentingnya nilai nilai toleransi  bagi mahasiswa sebagai bekal patriot muda yang akan mengembang amanah penggerak perdamaian

“Kelas Pemikiran Gusudur ini merupakan ruang akan membawa mahasiswa untuk bisa merespon kondisi negara kita yang terus maju dalam kehidupan berdemokrasi dan kehidupan demokrasi di negara kita dihasilkan oleh founding fathers mulai dari  Soekarno kemudian di dengung dengungkan dengan keras K.H. Abdurrahman Wahid sehingga Gusdur, panggilan akrabnya memiliki 9 nilai sebagai kerangka bagaimana kita bersikap sebagai patriot muda,” ungkapnya

Kelas Pemikiran Gudur dihadiri oleh 3 narasumber antara lain Ketua YPTA Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pembina Roemah Bhinneka, J.Subekti S.H., M.M., Aktivis Gerakan Sosial, Puspita Ratna dan  Media Center PWNU Jawa Timur, Riadi Ngasiran.
Menurut Puspita Ratna, kekuatan Indonesia berasal dari perbedaan yang beragam hingga dapat menjalankan demokrasi. Orang dengan latar belakang yang berbeda, memiliki pemikiran yang berbeda dan sumber daya yang berbeda.

“Indonesia jangan diseragamkan, jangan sia-siakan potensi tersebut,” ucap Ita.
Dalam memaknai demokrasi, menurut J. Subekti harus sesuai dengan nafas Pancasila yang memayungi semua identitas suku, agama, ras, dan sebagainya.

“Dalam konteks ini, keindonesiaan itu milik bersama. Sehingga kebangkitan ini memang harus dimiliki oleh semua warga bangsa Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Ketua YPTA itu.

Selain itu, mahasiswa memegang peranan penting dalam mewujudkan nilai – nilai toleransi. Estafet kepemimpinan bangsa, lanjutnya, ada di tangan mahasiswa.

“Mahasiswa itu avant-garde. Garda terdepan bagi bagaimana masa depan bangsa Indonesia itu mau dibangun. Saya menyebut mahasiswa itu miniatur masa depan Indonesia. Mau lihat masa depan Indonesia, lihatlah mahasiswanya,” jelasnya.
Untuk mempersiapkan diri tersebut, tidak cukup hanya dengan memiliki wawasan nilai - nilai toleransi di kalangan pemuda, namun mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting bukan memiliki wawasan nilai toleransi, tapi bagaimana kita punya komitmen menanamkan nilai nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Ketua Dewan Pembina Roemah Bhinneka tersebut.

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.